Cara Pintar Rencanakan Ibadah Haji Selagi Muda

Aisyah
Aisyah
13 September 2017

Saat Hati Tergetar Rindu Ibadah Haji

Apakah Anda selalu ”baper" setiap datang musim haji? Apakah hati Anda bergetar rindu ketika televisi menayangkan pemandangan lautan manusia berpakaian putih di Tanah Suci ?

Ya, beribadah haji adalah cita-cita hampir semua umat Islam. Tidak lagi hanya bagi kalangan yang sudah berusia matang, banyak pula kaum Muslimin yang ingin menunaikan Rukun Islam Kelima ketika umur masih muda. Mungkin termasuk Anda.

Alasannya, ritual haji butuh stamina fisik yang prima. Dengan jangka waktu ibadah yang relatif lama (40 hari), di bawah paparan cuaca ekstrim dan medan yang lumayan berat di tanah suci, akan lebih ideal jika jamaah menunaikannya saat kondisi badan masih segar.

Sayangnya, cita-cita ini seringkali berhenti sebatas angan-angan. Banyak dari kita yang masih enggan memulai perencanaan ibadah haji dengan alasan masih terimpit berbagai kebutuhan. Padahal jika Anda mulai menabung dan mengatur keuangan secara cermat, cita-cita ini sangat mungkin terwujud sesuai waktu yang ditargetkan. Mengapa tidak Anda rencanakan dari sekarang?

Pilih Ibadah Haji Reguler Lebih Realistis

ibadah haji reguler

Di Indonesia, terdapat dua cara untuk menunaikan ibadah haji. Yang pertama adalah jalur reguler dan yang kedua jalur khusus atau sering juga disebut Ibadah Haji Plus. Ibadah Haji Plus memang menjanjikan fasilitas lebih bagus. Jangka waktunya juga lebih singkat yaitu sekitar 10 hari.

Fasilitas Haji Reguler tidak semewah Haji Plus, dan butuh waktu sekitar 40 hari untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah termasuk yang sunnah. Namun dengan kondisi fisik Anda yang masih fit untuk berjalan jauh dan tinggal di negeri orang selama puluhan hari, pilihan ini lebih realistis karena harga yang ditawarkan lebih terjangkau.

Tahun ini Pemerintah menetapkan biaya Haji Reguler sebesar Rp34.9 juta atau setara US$ 2.617 dengan masa tunggu sekitar 4 sampai 6 tahun. Sementara Haji Plus butuh biaya tidak kurang dari US$ 8.500.

Anda yang ingin melaksanakan ibadah haji selagi muda, bisa memulainya dengan menabung mulai sekarang. Penting bagi Anda untuk membuat perencanaan keuangan yang tepat agar niat suci menunaikan ibadah haji bisa terlaksana sesuai rencana.

Estimasi Kenaikan Biaya Ibadah Haji

Selain karena jumlahnya yang tidak kecil, hal lain yang harus diperhatikan dalam perencanaan ibadah haji adalah estimasi biaya agar Anda bisa menyimpan uang dalam jumlah yang tepat. Hal ini memang agak sulit mengingat biaya haji selalu naik dari tahun ke tahun karena faktor inflasi. Maklum saja, sebagai perjalanan ke luar negeri, seluruh komponen biaya ibadah haji ditetapkan dengan standar mata uang dollar.

Namun begitu, Anda masih bisa melakukan perhitungan dengan pendekatan sebagai berikut. Mari lakukan simulasi dengan berpatokan pada biaya Haji Regular tahun ini sebesar Rp 35 juta, dengan rata-rata masa tunggu keberangkatan sekitar 5 tahun. Dengan estimasi kenaikan biaya per tahun maksimal Rp 1 juta, maka dalam lima tahun mendatang Anda bisa perkirakan ongkos kenaikan haji sekitar Rp 25 juta. Jadi paling tidak, biaya yang harus Anda persiapkan minimal Rp 60 juta. Perlu Anda catat, pelunasan ongkos Haji Regular biasanya jatuh pada 2 bulan sebelum keberangkatan.

Sebenarnya akan lebih praktis jika perencanaan ibadah haji Anda langsung dihitung dengan standar dollar atau emas yang lebih stabil. Kisaran biaya haji dalam dollar saat ini adalah US$2,500 sampai US$ 3,000 per jamaah, atau setara dengan 250 300 gram emas murni.

Targetkan Jumlah dan Jangka Waktu Tabungan Ibadah Haji

Setelah mendapatkan angka estimasi biaya haji untuk beberapa tahun mendatang, saatnya Anda mulai menabung. Bukan hanya menetapkan target sebesar Rp 60 juta, Anda juga harus menarget jangka waktu yang ditetapkan. Simulasinya bisa Anda lakukan seperti ini.

Katakanlah jika saat ini pendapatan Anda per bulan sebesar Rp 7 juta, dan sebagai bujangan rata-rata konsumsi bulanan sekitar 40 persen atau Rp 2,8 juta, maka maksimalkan tabungan haji Anda dengan menabung sebesar 20 persen dari sisa pendapatan Anda, yaitu Rp 1,4 juta.

Karena estimasi waktu untuk naik haji seperti poin di atas adalah 5 tahun, maka setelah 5 tahun total tabungan Anda akan mencapai Rp 84 juta. Hey, bukankah pencapaian itu jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan dana yang kita estimasikan sebesar Rp 60 juta di depan?

Perhitungan ini memang bukan perhitungan fix. Tergantung besaran gaji Anda, dan jumlah antrian jamaah haji yang ada dari tahun ke tahun (waiting list). Namun dengan perhitungan cermat dan kedisiplinan, cita-cita berhaji dalam waktu lima tahun sangat mungkin terwujud. Baik untuk Anda yang masih single maupun sudah menikah sebagai keluarga muda.

Rp 60 Juta dalam Lima Tahun untuk Ibadah Haji

Mungkinkah? Mengapa tidak?

Jika merasa perhitungan di atas terlalu optimistis dan Anda sangsi bisa menjangkaunya, coba putar ulang perjalanan finansial Anda sejauh ini. Biasanya untuk apa uang Rp 50 ribu Anda alokasikan? Makan enak? Kongkow di kedai kopi bersama teman-teman?

Untuk kehidupan di Jakarta, uang senilai itu dijamin tidak cukup untuk sekali nongkrong di akhir pekan. Daripada habis tanpa ada manfaat, mengapa tidak Anda alokasikan pada tabungan haji dengan komitmen yang lebih rutin? Anda tinggal membuka rekening khusus tabungan haji di Bank Syariah, dan kuatkan komitmen untuk mengisinya secara teratur. Tidak perlu khawatir potongan biaya administrasi karena bank jenis ini bebas dari biaya bulanan.

Katakanlah Anda mampu berkomitmen untuk menabung sekitar Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu tiap bulan dari hasil pangkas-memangkas anggaran untuk hang-out atau kebutuhan tersier lainnya. Anda bisa menambahkannya dalam tabungan haji untuk mempercepat tercapainya cita-cita berhaji di usia muda.

Begitu juga ketika menerima bonus atas prestasi kerja Anda. Ingatkan diri sendiri agar tidak membelanjakannya untuk foya-foya dan langsung masukkan dalam tabungan haji Anda. Memang butuh komitmen kuat untuk menahan nafsu belanja atau berbagai keperluan yang tiba-tiba terasa penting. Namun berjanjilah pada diri sendiri untuk segera memasukkan ”uang kaget" tersebut ke deposito atau rekening khusus sebelum terpakai keperluan yang sebenarnya tidak terlalu Anda butuhkan.

Apabila benar-benar disiplin dan memegang kuat komitmen, Anda bisa langsung ikut naik haji tanpa harus menunggu waktu hingga bertahun-tahun.

Jika Anda sudah berkeluarga, jangan lupa pikirkan kemungkinan naik haji bersama pasangan. Hitunglah biaya yang diperlukan saat naik haji sendiri. Bandingkan dengan biaya naik haji bersama istri atau suami, berapa biaya untuk dua orang? Dan berapa yang harus disisihkan per bulan untuk itu?

Jika Anda masih single, ada baiknya mencari teman yang bisa diajak untuk merencanakan pergi haji bersama dari sekarang. Selain membuat Anda lebih bersemangat menabung, kepergian haji mempersyaratkan wanita tidak berangkat sendiri. Anda bisa mengajak teman atau saudara. Bahkan Anda juga bisa mengadakan arisan bersama komunitas Anda. Lumayan kan uang yang terkumpul bisa dimasukkan ke dalam rekening khusus Anda?

Selain mempertimbangkan waiting list jamaah haji Indonesia, Anda juga harus memperhitungkan faktor umur. Jika saat ini usia Anda 35 atau 40 tahun, dengan perhitungan waktu menabung 5 sampai 10 tahun, Anda baru bisa memenuhi tabungan haji pada rentang usia 40 sampai 50 tahunan. Silakan Anda perkirakan faktor kesehatan dan kebugaran pada usia tersebut.

Mengingat jumlahnya yang tidak sedikit, alangkah baiknya rencana menabung untuk berhaji dilakukan sedini mungkin. Dengan demikian Anda tetap bisa membayar kebutuhan bulanan dengan lancar, tanpa mengabaikan keperluan rumah tangga dan anak. Tidak masalah jika Anda masih berusia 30 tahun. Semakin banyak waktu yang Anda miliki, semakin terencana keuangan Anda untuk berangkat ke Tanah Suci.

Perlu diingat, tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana besarnya kebutuhan setelah menikah. Mungkin target jumlah tabungan akan terhambat dalam beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun karena dananya terpakai untuk biaya operasi caesar, anak masuk sekolah, dan hal urgent lainnya.

Memilih Jenis Investasi untuk Tabungan Haji

tabungan ibadah haji

Selain tabungan, Anda bisa menambah pundi-pundi rupiah dengan cara lainnya. Mulai dari reksadana hingga investasi dengan tetap memperhitungkan target dana dan jangka waktu. Namun jangan lupa untuk menghitung inflasi. Entah itu dalam bentuk reksa dana atau investasi emas, pastikan simpanan Anda tidak tergerus inflasi.

Karena tabungan ini memiliki tujuan suci, sudah semestinya Anda memilih investasi yang tepat, aman dan bersih dari riba. Untuk investasi lebih dari setahun, sebaiknya lakukan evaluasi setiap 6 bulan sekali. Investasi yang risikonya rendah, maka potensi pertumbuhan dananya juga rendah, begitu juga sebaliknya. Sebaiknya Anda tidak menempatkan dana lebih dari 1 investasi, karena biaya penempatan tidak sepadan dengan dana yang harus dikumpulkan

Jika ingin aman, Anda bisa menempatkannya di deposito yang skemanya mirip tabungan namun tidak bisa diambil sesuka hati. Menabung jangka panjang dirasa lebih aman dan hanya bisa diambil sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan, misalnya 12 24 bulan di bank syariah. Deposito juga bisa diambil jika nominalnya sudah mencapai angka untuk biaya haji.

Usia yang masih muda harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Fisik sehat dan bugar yang Anda miliki sekarang merupakan modal yang sangat penting bagi masa depan Anda. Jangan jadikan gaji kecil sebagai alasan untuk mengendorkan cita-cita berhaji selagi muda. Sepanjang tidak mengganggu pekerjaan pokok Anda, lakukan apa saja untuk menambah penghasilan dan masukkan ke dalam tabungan haji Anda. Semangat!