Begini Cara Persiapkan Bisnis Pensiunan

Aisyah
Aisyah
05 September 2017

Bisnis Pensiunan Solusi Post Power Syndrome

Rata-rata orang Indonesia mengalami 3 kendala secara bersamaan setelah datang masa pensiun. Yaitu penurunan kondisi kesehatan secara drastis, kesulitan finansial, dan post power syndrome.

Oleh karena itu Anda mesti mempersiapkan masa pensiun sebaik mungkin sejak dini. Yang paling penting adalah persiapan dari sisi finansial dan mental. Maklum saja, kendati mungkin masih menerima uang pensiun, jumlahnya pasti tidak sebesar saat Anda masih menjadi karyawan. Anda tentu tidak ingin serba kekurangan di usia senja, bukan? Silakan baca artikel ini, agar Anda bisa menjalani proses menua dengan sukses.

Salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan dari segi keuangan adalah mencari penghasilan sampingan dengan terjun ke dunia bisnis. Bisnis pensiunan merupakan salah satu cara paling tepat untuk mengatasi ketiga problem di atas. Bukan hanya menjadi solusi terhadap problem finansial, berbisnis juga membuat perhatian Anda tercurah kepada hal-hal positif sehingga kondisi mental pun tidak tergerogoti pikiran negatif.

Kriteria Bisnis Pensiunan

Namun demikian, untuk menemukan usaha yang cocok bagi seorang pensiunan juga tidak mudah. Dengan usia yang sudah tidak lagi muda, para pensiunan harus memikirkan usaha yang tepat bagi mereka. Idealnya, bisnis ini sudah dirintis sejak masih berstatus sebagai karyawan.

Setidaknya ada tiga poin yang harus diperhatikan pensiunan yang berniat membuka usaha.

Pertama, usaha yang dilakukan tidak terlalu berisiko. Menurut perencana keuangan dari Mitra Rencana Ekuasi Sari Insaniwati, para pensiunan lebih baik memilih bisnis dengan risiko gagal rendah, mudah dijalankan tanpa keahlian khusus dan bisa terus naik tanpa harus terlibat banyak. Anda sebaiknya juga memilih bidang yang selalu dibutuhkan orang dan bisa langsung jalan.

Kedua, usahanya harus mudah dioperasikan. Kondisi seseorang ketika sudah masuk masa pensiun sedikit banyak berbeda dengan saat masih berada pada usia produktif. Terutama dari sisi kesehatan fisik. Menimbang kondisi fisik yang semakin menua, pilih bisnis pensiunan yang tidak menguras energi dan menuntut mobilitas tinggi. Misalnya seperti usaha penginapan atau kos-kosan.

Terakhir, cari usaha yang punya prospek untuk berkembang. Anda bisa mempertimbangkan bisnis terkait makanan atau kuliner, fashion, atau bisnis di bidang kesehatan seperti obat herbal, suplemen, dan klinik.

Bisa juga bisnis terkait perumahan, menjadi developer atau membuka toko kelontong atau toko bangunan. Atau bisnis otomotif mulai dari membuka bengkel motor atau mobil, aksesori kendaraan, cuci mobil, sewa kendaraan dan semacamnya. Bisa juga bisnis terkait komunikasi seperti telepon seluler, pulsa, aksesori ponsel, dan lain-lain.

Bisnis Pensiunan Butuh Persiapan Matang

Setiap orang sudah pasti memiliki kecocokan yang berbeda beda pada setiap bisnis yang mereka pilih. Pada prinsipnya bisnis pensiunan menuntut persiapan yang sama dengan memulai usaha di usia produktif. Tidak ada pembatasan, kalau sudah pensiun bisa usaha seenaknya.

Banyak cerita sukses seseorang yang berhasil membangun bisnis justru setelah pensiun. Dengan kata lain, walau dimulai pada usia senja, Anda tetap harus serius mempersiapkannya. Sekecil apapun usaha yang Anda rintis, persiapan yang baik akan menaikkan probabilitas keberhasilan usaha.

Bisnis Pensiunan, Identivikasi Potensi Pasar

Secara umum ada beberapa persiapanyang perlu Anda lakukan sebelum merintis bisnis pensiunan. Perhatikan beberapa poin berikut ini.

Paling penting, identivikasi potensi pasar. Hal pertama yang perlu Anda lakukan sebelum memulai bisnis pensiunan adalah melihat apa kebutuhan dan keinginan pasar, lalu carikan solusi. Lakukan riset kecil untuk mengetahui hal tersebut, baca dan analisa kebutuhan dengan cermat. Jika Anda perhatikan dengan cermat, pasti Anda akan bisa melihat satu peluang bisnis yang bisa Anda pilih. Tentu saja dengan mempertimbangkan kesiapan modal usaha yang Anda miliki.

Misalnya, kalau di lingkungan Anda banyak anak-anak kecil dari ibu yang bekerja, tentu merupakan peluang bisnis tersendiri jika Anda mampu mengeksekusinya secara tepat. Jika Anda memiliki naluri kasih sayag yang besar terhadap anak-anak, Anda bisa membuka jasa penitipan Anak atau play group.

Hobi Bisa Jadi Modal Bisnis Pensiunan

Gunakan keahlian khusus yang Anda miliki sebagai modal penting untuk memulai bisnis. Jika misalnya Anda suka otak-atik mesin mobil, keahlian tersebut bisa dipromosikan kepada teman-teman komunitas otomotif Anda yang butuh jasa bengkel atau modivikasi mesin.

Jangan pernah remehkan kegemaran yang Anda miliki karena passion tersebut bisa menjadi peluang bisnis yang sangat menarik. Identifikasi apa kegemaran Anda. Misalnya suka beraktivitas di kebun, Anda bisa membuka toko kebutuhan berkebun.

Membuka usaha yang sesuai dengan minat juga akan membuat Anda lebih enjoy menjalankannya. Berbeda dengan bidang yang tidak terlalu Anda minati, bisa jadi malah menggerogoti pikiran dan kesehatan Anda.

Eksekusi Bisnis Pensiunan dari Hal Sederhana

Setelah menentukan ide bisnis yang Anda rasakan paling cocok, segera mulai. Modal penting yang perlu Anda miliki adalah keberanian, kejelian dalam melihat peluang bisnis, kecepatan mengeksekusi ide bisnis (action) dan modal finansial secukupnya. Tidak perlu persiapan rumit, segera action.

Hal terpenting adalah keseriusan dalam menjalankan usaha ini. Jangan sampai Anda sudah mengeluarkan banyak modal tapi usahanya harus berhenti di tengah jalan akibat salah urus. Belajarlah dari pengusaha lain yang sukses di bidangnya, sehingga Anda bisa menjalankan usaha baru ini dengan baik. Songsong kemerdekaan finansial Anda, sekarang juga!