Weekend Ke Sukabumi, Wisata Alam Dan Kuliner Eksotis

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
12 Januari 2018

Sukabumi.
Menurut Anda, apa yang menarik dari kota kecil yang terletak di selatan Bogor itu? Alam yang cantik dan eksotik, kuliner yang unik dan sederet daya tarik lainnya.

Dengan posisinya yang tidak terlalu jauh dari wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi),  kabupaten yang terletak di pesisir  selatan Jawa Barat ini cocok  sebagai alternatif weekend hemat yang tetap berkesan.  

Jika berniat weekend ke Sukabumi, sebaiknya Anda alokasikan waktu setidaknya 2 hari, agar puas mengeksplore daerah kelahiran artis Desy Ratnasari ini. Sayang kan, jika sudah berlama-lama di perjalanan, Anda hanya menghabiskan beberapa jam di sana? Karena itu, Anda bisa berangkat Sabtu pagi, pulang Minggu sore.

Weekend ke Sukabumi Naik Kereta

Untuk mendapatkan pengalaman berbeda, Anda bisa naik kereta Pangrango jurusan Bogor-Sukabumi. Dulu kereta ini sempat vakum selama bertahun-tahun, namun sekarang dihidupkan kembali oleh Pemerintah.

Tiket kereta Pangrango bisa dipesan secara daring. Harga tiket ekonomi dipatok Rp 25.000, sedangkan kelas eksekutif Rp 60.000. Kedua kelas ini sama-sama dilengkapi AC, jadi Anda tak perlu khawatir kegerahan.

Oh ya, jika Anda berencana pergi di akhir pekan, pastikan untuk membeli tiket jauh-jauh hari. Karena menurut informasi, peminat akan membludak saat akhir pekan. Sering tiket kereta sudah terjual habis semenjak Kamis. 

Meski hanya menempuh jarak 57 kilometer dari Bogor, untuk sampai Sukabumi ternyata butuh waktu tiga jam. Total ada delapan stasiun yang dilewati. Dan sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang menawan.

Untuk mendapatkan sudut pandang yang lebih leluasa, jika mungkin pilihlah kursi di baris D dan E saat berangkat.

Itinerary Weekend ke Sukabumi, Hari Pertama

Lantas, tempat tujuan mana yang direkomendasikan untuk weekend ke Sukabumi? Hari pertama Anda mungkin bisa menikmati suasana kota Sukabumi dan beragam kulinernya.

Pengalaman unik sudah bisa Anda rasakan saat tiba di Stasiun Sukabumi yang dibangun pada 1882 ini. Jadi jangan buru-buru meninggalkan stasiun, nikmati dulu suasana stasiun dengan semua kekunoannya.

Konon, pemerintah kolonial Belanda membangun stasiun di Sukabumi untuk membawa hasil bumi dari Sukabumi ke Batavia.  Kemudian dalam perkembangannya, jalur ini juga banyak mengangkut penumpang. Namun di masa Orde Baru, jalur ini justru tidak dioperasikan.

Keluar dari Stasiun Sukabumi Anda akan menemui banyak orang yang menawarkan mobil carteran. Jangan buru-buru mengiyakan. Mendingan Anda berjalan sedikit keluar stasiun untuk mendapatkan angkot yang telah disulap menjadi mobil wisata.

Harganya cukup murah, Rp150.000 per hari plus sopir yang ramah! Mereka siap mengantarkan Anda menikmati wisata kuliner di Kota Sukabumi.

Nikmati semilir angin Sukabumi yang sejuk. Menyusuri jalanan di Kota Sukabumi Anda tidak akan dihadapkan pada keruwetan lalu lintas ala Jakarta dan Bogor.

Weekend ke Sukabumi, Bubur Bunut dan Mochi

Bubur Bunut adalah kuliner khas yang tak boleh dilewatkan saat weekend ke Sukabumi. Salah satu legenda bubur ayam bunut adalah yang berada di Jalan Siliwangi.

Tak jauh dari kedai bubur bunut ini ada Rumah Makan Mamih Ungu yang cocok untuk menu makan siang. Menu utamanya adalah nasi ungu –semacam nasi liwet yang diberi warna ubi ungu. Disajikan bersama ayam goreng, tahu-tempe goreng, sambel dan sayuran. 

Ada pula paket Nasi Ungu Spesial, yakni paket Nasi Ungu dengan tambahan urap plus sambel goreng hati. Harganya juga terjangkau, 2 paket Nasi Ungu, 1 paket Nasi Ungu Spesial plus smoothie, Anda cukup membayar kurang dari  Rp100 ribu. (artikel terkait : tips kuliner hemat saat traveling)

Mesjid Raya Sukabumi yang terletak di alun-alun, bisa jadi tujuan selanjutnya. Di banyak kota di Indonesia, alun-alun identik dengan pusat kota. Demikian juga dengan Alun-alun Sukabumi, sehingga di sini Anda bisa mengamati kehidupan warga Sukabumi sambil foto-foto tentunya.

Jika ingin membeli mochi Sukabumi, maka tempatnya ada di Jl. Kaswari. Sepintas suasana jalan yang terletak di tengah kota Sukabumi ini mengingatkan kita pada Jl. Pathuk di Yogyakarta. Hampir setiap rumah di sepanjang jalan dan gang-gang merupakan "pabrik" mochi skala home industry.  Jadi Anda tinggal memilih.

Tapi dari semua itu, yang paling terkenal adalah mochi Lampion. Dari nama dan tampilan bangunannya, mungkin Anda menduga bahwa pemiliknya adalah orang Tionghoa. Padahal bukan. Pemilik mochi Lampion ternyata penduduk asli Sukabumi. 

Ada banyak pilihan rasa mochi yang ditawarkan: coklat, keju, kacang merah, duren, kacang tanah atau stroberi. Atau Anda juga bisa mencicipi es krim mochi, yakni mocha dengan isi es krim. Sayang inovasi ini agak susah dinikmati. Harus menunggu lembek dulu untuk bisa dimakan.

Tempat oleh-oleh lainnya adalah Sehi yang terletak di Jl. Pemuda. Toko ini menjual aneka keripik. Yang paling khas adalah kripik singkong aneka rasa, seperti rasa keju, kripik singkong gurih manis, kripik singkong gurih pedas, kripik singkong manis dan tentunya kripik singkong rasa original.

Selabintana, bisa menjadi alternatif tujuan Anda selanjutnya. Tempat ini menawarkan berbagai wisata alam. Selain ada penyewaan kuda berikut istalnya, di sini ada mini flying fox dan flying fox untuk orang dewasa.  

Untuk makan malam, Anda bisa mencicipi aneka jajanan khas Sukabumi di Jalan Martadinata. Harganya? Cukup terjangkau kantong dan berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000. Jangan lupa mencicipi batagor versi Sukabumi yang unik. Ya, batagor Sukabumi biasanya disajikan bersama ketimun.

Weekend ke Sukabumi, Order Dulu Penginapannya

Usai makan malam, Anda bisa langsung ke penginapan untuk bersiap ke tempat yang dituju esok harinya.

Untuk tempat menginap yang lebih terjangkau, Pegi-pegi.com menawarkan lebih banyak pilihan dibanding Traveloka. Namun, di Traveloka Anda bisa memanfaatkan lebih banyak promo dari kartu kredit.

Anda bisa melakukan pencarian sesuai budget dan lokasi yang dipilih.  Review dari pengunjung  penting untuk diperhatikan, karena ini mencerminkan kepuasan pelanggan pada pelayanan hotel. Pilih yang poinnya di atas 8,5.

Untuk memastikan, jangan lupa menghubungi pihak hotel apakah ada selisih harga yang ditawarkan. Biasanya Pegi-pegi menawarkan tarif yang lebih murah.  Anda juga bisa memanfaatkan diskon yang ditawarkan kartu kredit Anda.

Ada beberapa pilihan tempat menginap, seperti Augusta Cicantayan Cisaat. Meski agak jauh dari pusat kota, tempat ini menjadi pilihan tepat jika ingin mengajak putra putri Anda dalam liburan kali ini. Hotel ini dilengkapi dengan wahana tracking, tempat bermain anak, kolam renang dan lapangan tenis.

Jika Anda berlibur saat peak season, disarankan untuk tidak menginap di Selabintana Resort, karena tempat ini selalu penuh pengunjung sehingga kurang nyaman.

Itinerary Weekend ke Sukabumi, Melepas Tukik di Hari Kedua

Hari kedua, ada beberapa pilihan masih di seputaran Kota Sukabumi.  Anda bisa ke Ujung Genteng, kawasan wisata pantai yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan terkenal jernih airnya.

Untuk menuju Ujung Genteng Anda bisa naik angkot warna kuning menuju terminal Lembursitu. Tarif angkot biasanya Rp5.000 per orang. Meski orang Sukabumi dikenal ramah, Anda tetap harus waspada saat berada di terminal. Pasalnya banyak calo berkeliaran.

Dari Terminal Lembursitu, perjalanan dilanjutkan dengan naik angkutan Elf menuju Surade dengan tarif Rp35.000 per orang. Perjalanan selama sekitar 3,5 jam ini tak bisa disebut menyenangkan. Banyak jalan yang rusak dan jalurnya meliuk-liuk. Jadi, jangan lupa bawa minyak angin/aromaterapi, antimo, dan plastik untuk antisipasi mabuk darat.

Dari pertigaan Surade, lanjut naik angkot merah ke Ujung Genteng. Tarif biasanya Rp12.000 per orang. Namun jika Anda minta diantar ke penginapan maka sopir biasanya akan minta tambahan sesuai jauh dekatnya.

Untuk menjangkau wisata alam di Ujung Genteng dan sekitarnya, Anda bisa charter angkot. Pemilik pondok bisa membantu mencarikan angkot charteran atau penyewaan motor. Seorang bloger memberi informasi, ia mencharter angkot dengan harga Rp300.000 sehari hingga puas berkeliling.

Tempat yang bisa Anda tuju adalah Curug Cikaso di Desa Ciniti Kec. Cibitung. Sebenarnya Curug ini bernama Curug Luhur namun lebih dikenal dengan Curug Cikaso sebab alirannya langsung ke sungai Cikaso.

Di sini parkir sebesar Rp15.000 dan tiket masuk Rp3000 per orang. Makan di sini juga tidak terlalu mahal, dengan Rp20.000 kita bisa makan sepuasnya. Terserah mau ambil berapa banyak lauknya. Sedangkan teh manis dan minuman kemasan masing-masing Rp5.000.

Rute menuju ke Curug ada 2 pilihan. Bisa lewat jalur darat yang di tempuh kurang lebih 10 menit atau naik perahu menyusuri sungai Cikaso dengan membayar Rp65.000 untuk 12 orang. Untuk menghemat biaya, Anda bisa mencoba melewati jalur darat menyusuri sawah dan kebun. Perjalanannya tidak terlalu jauh, kok.

Dari Curug, perjalanan bisa dilanjutkan ke wisata Amanda Ratu yang dikenal sebagai Tanah Lotnya Sukabumi. Meski lebih kecil dibanding Tanah Lot, keasriannya tidak kalah.  Biaya masuknya Rp15.000 per angkot dan tidak peduli berapa banyak penumpang yang diangkut.

Selanjutnya kita bisa ke Pantai Pasir Putih Cibuaya. Uniknya, untuk mencapai pantai pasir putih ini Anda harus berjalan kaki menyusuri tepian sungai berair jernih. Begitu keluar dari hutan Anda akan terpesona dengan hamparan pasir putih yang luas.

Tujuan terakhir adalah tempat Penangkaran Penyu di Pantai Pangumbahan. Tiket masuknya Rp10.000 per orang. Jadwal pelepasan tukik (anak penyu) adalah pukul 17.30 wib setiap harinya. Sambil melepas tukik, Anda bisa menikmati matahari tenggelam di sini. Jangan dilewatkan momen yang indah ini.

Weekend ke Sukabumi, Malam Eksotis di Ujung Genteng

Di Ujung Genteng, banyak penginapan dan rumah penduduk yang disewakan. Tapi Pondok Pebi yang berada di Pantai Cibuaya, sangat direkomendasikan. Sewanya cukup terjangkau hanya Rp150.000 semalam, bahkan bisa kurang jika Anda pandai menawar.

Tempatnya bersih dan suasananya nyaman. Dinding dan teras rumahnya terbuat dari bilik bambu hanya kamar mandinya saja yang berkeramik. Halamannya luas dan suasana penginapannya asri khas pedesaan.

Menikmati malam di Ujung genteng sangat eksotik ditemani sepoi angin laut yang bebas nyamuk. Yang ada hanya kodok dan suara tokek, Anda akan merasa damai di sana. Sesekali penjual tukang tahu bulat khas Sukabumi yang kini sudah merambah ibukota. Rasa gurihnya bikin nagih, apalagi harganya hanya Rp500 per biji.

Pemandangan matahari terbit di sini sangat indah, setelah itu lanjutkan dengan jalan-jalan menyusuri pantai yang ditumbuhi karang kecil. Hanya saja, mencari sarapan di sini lumayan susah harganya juga relatif mahal. Bubur ayamnya yang tak bisa disebut enak, tapi dihargai Rp10.000. Namun Anda tetap perlu mengisi perut untuk bekal perjalanan kembali ke Jakarta.

Jadi  bagaimana kalau Anda siapkan ransel sekarang juga? Pilih fashion yang cocok untuk bertualang dan nikmati wisata hemat ke Sukabumi,