Take Over KPR ke Bank Syariah, Begini Caranya

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
08 November 2018

Karena berbagai alasan, mungkin Anda ingin memindahkan KPR dari bank konvensional ke bank syariah.  Bisa karena masalah keyakinan, bisa juga karena alasan rasional dari hitungan bunga kredit yang jelas di awal, atau alasan lain seperti memperpendek tahun.

Satu alasan menarik dalam proses take over KPR dari bank konvensional ke bank syariah adalah hitungan bunga kredit yang jelas di awal. Maklum saja, karena menggunakan sistem syariah, maka nilai kredit yang diambil alih oleh bank hanya berkisar pada sisi pokok pinjaman. 

Sementara itu, perhitungan bunga serta denda pelunasan dari bank sebelumnya akan ditanggung oleh pemohon kredit atau debitur yang hendak memindahkan kredit pemilikan rumahnya ke bank Muamalat. 

Proses Take Over KPR ke Bank Syariah

Sebenarnya bagaimana proses memindahkan pembiayaan kredit rumah dari bank konvensional menuju bank syariah?

Sebenarnya caranya sederhana, dan hampir sama dengan take over KPR antar bank. Ketika Anda mengajukan permohonan take over KPR ke bank syariah,  bank tujuan akan melakukan perhitungan kembali terhadap proses kredit yang Anda lakukan sebelumnya.

Karena konsepnya menggunakan hukum ekonomi Islam, maka proses take over KPR tersebut tidak akan menghitung bunga. Namun, disesuaikan dengan syariat Islam yaitu Akad Murabahah.

Nilai kredit yang diambil alih hanya sisa pokok pinjaman, sementara biaya bunga berjalan dan denda pelunasan dari bank sebelumnya akan ditanggung sendiri oleh debitur. Begitu juga dengan masa tenor yang belaku, bank syariah hanya melanjutkan masa tenor yang telah dijalankan oleh bank sebelumnya.

Berikut beberapa persyaratan umum mengajukan kembali kredit pemilikan rumah dengan cara memindahkan pembiayaan dari bank konvensional ke bank syariah
1. Berusia minimal 21 tahun saat mengajukan take over atau pembiayaan, serta maksimal 55 tahun bagi pegawai yang belum pensiun dan 60 tahun bagi wiraswasta.
2. Tidak memiliki masalah dalam pembiayaan yang bermasalah di bank sebelumnya.

Sementara itu, kelengkapan dokumen yang perlu disiapkan diantaranya adalah:
1. Mengisi formulir pengajuan pembiayaan untuk individu.
2. Salinan berupa fotokopi dari Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, dan surat nikah bagi yang sudah menikah.
3. Fotokopi NPWP.
4. Bukti pendapatan atau slip gaji serta surat keterangan kerja bagi yang memiliki pekerjaan sebagai pegawai atau karyawan.
5. Fotokopi mutasi rekening tabungan selama tiga bulan terakhir.
6. Laporan keuangan bagi yang berprofesi sebagai wiraswasta.
7. Salinan berupa fotokopi sertifikat, IMB dan PBB.
8. Masa waktu kredit di bank sebelunya sudah berjalan minimal satu tahun. 
9. Biaya penalty  pelunasan KPR konvensional ke syariah. Besaran denda yang dikenakan rata-ragta 1% dari sisa agunan dari bank sebelumnya

Jadi sembari menunggu putusan dari bank syariah tersebut, alangkah baiknya Anda juga menyiapkan syarat-syarat pengajuan KPR di atas.

Prosedur Pengajuan Take Over KPR Konvensional ke Syariah

Hal pertama yang Anda lakukan adalah mendatangi langsung kantor bank terdekat dengan membawa beberapa kelengkapan data beserta mengisi formulir pengajuan beserta besaran biaya untuk melunasi kredit KPR di bank sebelumnya. Setelah itu Anda akan dicek kelengkapan administrasi beserta audit dari pihak bank selama 14 hari.

Jika dinyatakan lolos Anda bisa langsung melakukan akad dengan bank syariah yang Anda tuju. Setelah itu bank syariah akan langsung mentransfer dana kepada bank konvensional tempat dimana Anda mengajukan kredit KPR sebelumnya.

Biaya-biaya Take Over KPR Syariah

Satu hal lagi yang mungkin sering terlupa adalah perhitungan biaya. Ketika akan berpindah KPR dari bank lama dan bank baru , Anda akan dikenakan berbagai macam biaya.

Dari bank yang lama biasanya Anda akan mendapatkan denda dari bank, dan nilainya tergantung pada perjanjian kredit dari masing-masing bank. Selain itu, siapkan  biaya appraisal, notaris, serta surat-surat atau dokumen yang sekiranya perlu diurus saat pindah KPR.

Di Bank Muamalat, masih ada tambahan biaya  karena adanya biaya asuransi jiwa dan kebakaran serta biaya administrasi yang sudah ditentukan sendiri oleh bank Muamalat. Selain itu, pembayaran ansuran bisa dilakukan secara auto debet dari tabungan muamalat. 

Di Bank Syariah Mandiri, Anda tidak perlu khawatir  terhadap biaya take over KPR karena semua biaya tersebut bisa dimasukkan dalam komponen cicilan KPR Mandiri sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali. Syaratnya,  biaya tersebut tidak melewati 10% dari nilai plafond yang diberikan.

Jadi jika plafond yang diberikan Bank kepada Anda adalah Rp500 juta,  Anda bisa mendapatkan bebas biaya take over jika  total biaya KPR di bawah Rp50 juta. Tidak perlu hawatir, biaya Take Over (dan juga biaya KPR) biasanya berkisar antara 6% sampai dengan 8%.

Bisa Take Over Top Up KPR 

Ada kebutuhan lain yang mendesak? Seperti ingin merenovasi rumah, melengkapi perabotan & interior rumah atau membutuhkan biaya untuk keperluan sekolah?

Di BSM, dana untuk keperluan-keperluan tadi bisa didapatkan dengan mengajukan Take Over Top Up. Dengan memanfaatkan layanan Top Up ini, selain memindahkan KPR (dengan semua kelebihannya) Anda juga bisa mendapatkan tambahan dana untuk keperluan-keperluan tadi.

Bagaimana, sudah  memindahkan KPR Anda ke bank syariah? Persiapkan segala sesuatunya dengan cermat, cari dulu referensi selengkap-lengkapnya. Selamat berjuang!