Sah! Biaya Haji 2018 Rp35,23 Juta

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
13 Maret 2018

Ongkos Naik Haji 2018 disahkan sebesar Rp35,23 juta. Ini berarti dibandingkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH)  2017, ONH 2018 naik Rp345.290. Keputusan tersebut diambil melalui rapat kerja oleh Pemerintah dan  Komisi VIII DPR  di Jakarta kemarin.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, kenaikan biaya haji tahun ini didorong oleh 3 faktor utama. 
1.    Penerapan pajak pertambahan nilai (PPn) sebesar 5% yang diberlakukan Pemerintah Arab Saudi terhadap beberapa jenis barang dan jasa. Pengenaan pajak berdampak pada kenaikan biaya hotel, transportasi dan katering.
2.    Kenaikan avtur pesawat. "Biaya avtur ini komponennya paling besar 78%, ketika dia naik, ongkos juga ikut naik," ujarnya.
3.    Kenaikan nilai tukar dolar Amerika terhadap sejumlah mata uang. Kenaikan nilai tukar dollar AS membuat beban biaya pembelian avtur bertambah sehingga berdampak pada kenaikan biaya haji.

Ketua Panitia Kerja Biaya Penyelenggaraan Ibadan Haji Komisi VIII DPR RI Noor Achmad mengatakan, porsi terbesar biaya haji digunakan untuk penerbangan. Komposisinya sebagai berikut. 
-    Biaya Penerbangan                               Rp27,4 juta
-    Biaya Pemondokan  di mekah               Rp2,384 juta
-    Biaya Hidup jamaah selama menunaikan ibadah haji Rp5,355 juta.

(Artikel terkait : Biaya Haji Naik Lagi, Rencanakan dengan Cara Ini. Baca juga : Cara Pintar Rencanakan Haji Selagi Muda). 

Peningkatan Kualitas Layanan Ibadah Haji

Menurut Lukman, walau kenaikan biaya haji lebih rendah dibandingkan usulan Kemnag sebesar Rp900.000, namun peningkatan layanan tetap dilakukan. Sebab selain ditutup dengan kenaikan biaya, kualitas layanan juga ditutup dana optimalisasi. Dana optimalisasi adalah dana jamaah haji yang tersimpan di rekening Kemnag selama bertahun- tahun.

Tahun ini pemerintah menggelontorkan dana optimalisasi sebesar Rp6,32 triliun agar kualitas layanan haji meningkat. Dengan dana itu maka biaya haji yang sebenarnya Rp66,25 juta ditekan menjadi Rp35,23 juta. "Tahun ini penggunaan dana optimalisasi lebih besar," katanya.

Noor Achmad berjanji kenaikan biaya haji tahun ini akan diimbangi oleh peningkatan kualitas layanan dalam berbagai hal. Setidaknya ada 9 komponen yang ia janjikan akan ditingkatkan kualitas layannya. Berikut listnya.

1.    Akumulasi waktu makan jamaah di Mekkah, dari 25 kali menjadi 40 kali. Sementara di Madinah,  waktu makan akan diberikan 18 kali. Di samping itu juga akan disediakan snack pagi di Mekkah.
2.    Ada tenaga pengawas profesional bidang makanan, ahli gizi, dan sanitarian dari instansi yang memiliki keahlian dalam bidang tersebut.
3.    Sistem sewa pemondokan di Madinah menggunakan sistem full musim dan blocking time, berbeda pada tahun-tahun sebelumnya yang hanya menerapkan sistem blocking time (sesuai dengan kedatangan jemaah).
4.    Waktu tinggal jemaah di Arab Saudi selama 41 hari atau lebih lama dua hari ketimbang tahun lalu yang hanya 39 hari.
5.    Alokasi kuota petugas haji Indonesia tahun 2018 sesuai ketersediaan barcode adalah sejumlah 4100 orang.
6.    Peningkatan fasilitas di Armina diantaranya, peningkatan kuantitas dan kualitas alat pendingin di Tenda Arafah, tambahan toilet portable di Mina, penambahan space untuk jemaah di Mina.
7.    Peningkatan pelayanan atau upgrade bus Masyair (bus menuju Armina), peningkatan kualitas pelayanan transportasi antar kota perhajian (upgrade naqobah) dan layanan transportasi shalawat dengan penyesuaian rasio rata- rata 450 orang per bus.
8.    Peningkatan koper dan tas kabin bagi jemaah haji.
9.    Peningkatan pelayanan embarkasi melalui peningkatan fasilitas sarana dan prasarana asrama haji, peningkatan kualitas katering, dan layanan kesehatan di embarkasi.

"Meski hasil pembahasan di Komisi VIII memutuskan kenaikan BPIH tahun ini lebih rendah ketimbang usulan Kementerian Agama pada rapat-rapat sebelumnya. Namun hal ini masih tetap mengacu kepada peningkatan kualitas pelayanan, pembinaan dan perlindungan bagi jemaah haji," tutupnya.