Milenial, Seberapa Pintar Kau Dengan Kartu Kreditmu?

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
05 Februari 2018

Lahir dan besar di era digital, membuat generasi milenial atau mereka yang lahir di era 1990an  akrab dengan teknologi. Tak heran jika generasi ini lebih menyukai pembayaran secara nontunai, apakah dengan menggunakan kartu debit, uang elektronik atau kartu kredit.
 
Hal ini dibuktikan oleh survei yang dilakukan Brilio dan JakPat Mobile Survei. Survei yang melibatkan 1.021 partisipan berusia 21-37 tahun di 34 kota besar di Indonesia ini mengungkap, 50% responden biasa menggunakan kartu debit, 33% memilih uang elektronik (e-money) dan 17% sisanya menggunakan kartu kredit saat bertransaksi.
 
Lantas apakah generasi milenial sudah memanfaatkan kartu kredit dengan tepat? Ternyata, belum semuanya. Sebuah survey menyebut salah satu kesalahan finansial generasi milenial adalah terjebak utang kartu kredit berbunga tinggi. (Baca juga 4 Kesalahan Finansial Kaum Milenial)

Milenial dan Kartu Kredit

Begitupun, ada beberapa sisi positif dalam pola konsumsi anak muda ini saat berinteraksi dengan kartu utang tersebut.  Penasaran? Mari simak paparan sejumlah survei yang dilakukan akhir tahun 2017 mengenai cara generasi milenial menggesek kartu kredit:

 
Gaya Hidup
Milenial memanfaatkan kartu kredit untuk pengeluaran yang berhubungan dengan gaya hidup yakni barang elektronik (27%), makanan dan minuman (25%), perjalanan wisata (23%) dan pakaian (15%). Mereka juga memasukkan tagihan layanan video on demand ke kartu kredit (5%).
 
Program Promo
Sebanyak 44% generasi milenial yang mengikuti survei ini menyatakan memiliki kartu kredit untuk mendapatkan diskon dan cicilan. Alasan kedua adalah untuk cadangan saat dalam keadaan darurat (38%) dan yang berikutnya demi kepraktisan saat membayar (16%). Hanya 1% yang menganggap kartu kredit untuk status sosial.
 
Menghindari Boros.
Lebih dari setengah partisipan (55%), mengaku tidak memakai kartu kredit hingga batas maksimal. Mereka membayar tagihan sesuai angka yang tertera (84%) dan tidak pernah membayarnya melewati tanggal jatuh tempo (72%).
 
Pilih-pilih Kartu
Milenial mempertimbangkan program-program yang dimiliki sebelum memutuskan memiliki kartu kredit. Mereka memilih kartu yang memberikan diskon dan cicilan (44%), fitur bebas biaya tahunan (36%) dan suku bunga yang rendah (22%).
 
Membatasi
Dari 478 responden yang memiliki kartu kredit, 54% hanya memiliki satu kartu, 29% punya 2 kartu, 10% punya 3 kartu dan hanya 6% yang memiliki 4 kartu atau lebih.

Yang Kurang Dipahami Milenial tentang Kartu Kredit? 

Tidak mengenali produk
Dari survey yang dilakukan LendEdu pada tahun 2017 terungkap 45% (500 responden), generasi milenial tidak mengetahui tingkat bunga kartu kredit mereka. Adapun separuhnya menyatakan, mereka memiliki sisa tagihan dari bulan ke bulan dan 36% responden memaksimalkan limit kartu kredit.

Survei itu juga menyebut, 34% generasi milenial yang disurvei menyatakan tidak paham seberapa besar biaya yang harus ditanggung jika terlambat membayar tagihan. Adapun 17% responden malah tidak tahu limit kartu kredit mereka saat ini.
 
Tidak tahu konsekuensi
Survei LendEdu juga mengungkap mayoritas responden menjawab pertanyaan dengan benar terkait apa yang akan terjadi bila mereka menyalahgunakan kartu kredit dan 41% responden mengatakan bahwa penggunaan kartu kredit adalah hal "menyeramkan.

Namun, dari 29% responden yang terlambat membayar tagihan, 17% berpikir bahwa skor kartu kredit mereka tidak akan berubah setelah itu. Hampir 6% responden yakin bahwa jika mereka terlambat membayar tagihan, skor kartu kredit mereka akan naik.

Saran Finansial untuk Milenial

Lantas apa yang harus dilakukan kamu para generasi milenial, berikut tips dari CEO SUM180, situs layanan saran keuangan, Carla Dearing:
 
1. Jangan punya kartu kredit sebelum punya pendapatan
 Tunggu sampai Anda lulus kuliah dan memiliki pekerjaan tetap. “Dengan memiliki pendapatan tetap akan membuat Anda dapat membayar tagihan kartu kredit Anda secara penuh setiap bulan,” kata Dearing sebagaimana dikutip CNBC. 
“Tunggu hingga memiliki pekerjaan tetap untuk memiliki kartu kredit,” Carla Dearing, CEO SUM180.
 
2. Pahami semua ketentuan dan persyaratannya.
Ketika memtuskan untuk memiliki kartu kredit, maka kamu harus tahu semua persyaratan dan ketentuannya. Ketahui pula limit kartu kredit, besaran bunga, iuran tahunan dan perhatikan denda apabila telat membayar tagihan. 
"Sebagian besar generasi milenial pemegang kartu kredit tidak tahu kalau mereka bisa menanyakan kenaikan suku bunga dari bank penerbit kartu kredit," sebut LendEdu.
 
3.Batasi jumlah kartu kredit   
Miliki sesedikit mungkin kartu kredit agar dapat dikelola dengan hati-hati. Semakin banyak kartu kredit, semakin besar iuran tahunan yang harus kamu bayarkan dan mungkin juga besar bunga yang ditanggung.
 
4.Usahakan membayar lunas tagihan setiap bulan.
Ini akan menghindarkan kamu dari beban bunga yang tinggi. Semakin kecil cicilan yang kamu bayarkan akan semakin tinggi bunga yang harus ditanggung. Karena saldo tagihan akan dikenakan bunga di setiap bulannya.
 
5.Cermati promo-promo yang ditawarkan
Hampir setiap bulan, penerbit kartu kredit menawarkan promo menarik seperti potongan harga untuk produk merek tertentu atau restoran tertentu. Dengan memanfaatkan promo ini sesuai kebutuhan, ini akan membantu kamu menghemat isi kantong.
 
Jadi, tak perlu takut dengan kartu kredit! Jika digunakan dengan cermat, hati-hati, dan efektif, kartu kredit dapat sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan. Walau masih muda, jangan lupa untuk  selalu melakukan perencanaan keuangan dengan cermat.