Mengatur Keuangan dengan Teknik Budget Jar

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
07 November 2018


Idenya memang mengatur keuangan menggunakan toples (jar). Meski terkesan sederhana, metode yang dicetuskan oleh trainer internasional T Hary Eker ini ampuh untuk mengatur dan mengontrol uang bulanan.

Seminim apapun uang yang dimiliki, tak ada alasan bagi siapapun untuk tidak membuat rencana keuangan. Anda bisa menerapkan berbagai cara untuk mengatur keuangan. Entah dengan  teknik kakeibo ala orang Jepang, mengunaka aplikasi keuangan yang dipasang di ponsel atau cobalah terapkan cara tradisional dengan teknik budget jar menggunakan kaleng kue/toples ini. 

Begini Teknik Budget Jar

Teknik budget jar adalah metode mengatur keuangan dengan menggunakan kaleng-kaleng kecil untuk mengalokasikan pengeluaran dan kebutuhan. Setiap kaleng berisi uang untuk kebutuhan yang berbeda, sehingga Anda benar-benar bisa melihat untuk apa saja uang Anda dihabiskan.

Kalau tidak ada kaleng, Anda bisa menggantinya dengan benda lain. Misalnya amplop atau wadah apa saja yang Anda miliki. Poin penting dari Teknik Budget Jar adalah: Anda menggunakan uang Anda untuk pengeluaran sehari-hari, membagi uang ke dalam bagian-bagian tersendiri yang harus dipenuhi dan mencatat semua pengeluaran yang dilakukan.

Agar metode ini bisa berhasil, buatlah rencana pengeluaran selama satu bulan. Dengan demikian, Anda mendapatkan gambaran yang jelas tentang berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk 1 bulan ke depan.
Setelah merinci apa saja rencana pengeluaran Anda untuk satu bulan ke depan, kini saatnya eksekusi.

Untuk menerapkan teknik budget jar, berikut langkah-langkah yang harus Anda lakukan:
1. Siapkan 6 kaleng bekas (atau sesuaikan jumlahnya dengan kebutuhan yang telah Anda buat dalam rencana pengeluaran). Beri label setiap kaleng. 
2. Setiap kali menerima gaji atau mendapatkan uang, masukkan ke dalam kaleng sesuai dengan skala prioritas kebutuhan.
3. Saat Anda harus mengeluarkan uang, ambil dari kaleng-kaleng yang ada sesuai kebutuhan yang harus dibayar.
4. Periksa secara rutin setiap kaleng yang Anda miliki untuk memastikan bahwa pengeluaran sesuai dengan rencana
5. Tetap catat semua pengeluaran, dan dari kaleng mana Anda mengambil uang untuk keperluan tersebut.

6 Kaleng dalam Budget Jar

Metode budget jar atau sering disebut juga sebagai 6 Jars System adalah sebuah cara mengalokasikan dana dengan membaginya dalam 6 kategori yang masing-masing memiliki tujuan tertentu. Anda bisa menggunakan toples, amplop atau barang yang lain untuk menyimpan uang sesuai dengan kategori.
Ke-6 kategori tersebut meliputi:

1. Kebutuhan Dasar (Necessities) — 55%
Toples ini yang harus Anda isi pertama. Sebelumnya tulis dulu daftar kebutuhan dasar yang harus Anda keluarkan, seperti makanan, tagihan, transport, listrik, pulsa, dana darurat dan keperluan penting lain untuk sebulan ke depan. Lalu masukkan setengah atau maksimal 55% dari penghasilan Anda, pada toples pertama yang dialokasikan guna memenuhi kebutuhan tersebut. 

Jika 55% dirasa belum cukup untuk memenuhi semua kebutuhan dasar, ada 2 opsi yang bisa Anda lakukan. Pertama, berhemat dengan menekan segala kebutuhan. Kedua, ,encari pekerjaan sampingan untuk meningkatkan pendapatan dalam sebulan. 

2. Investasi (Financial Freedom) — 10%
Financial freedom adalah sebuah kondisi di mana seseorang tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkan uang. Bahkan, dengan hanya duduk atau tidur pun seseorang bisa mendapatkan penghasilan. Hal ini tidak mustahil. Anda bisa mendapatkan financial freedom melalui investasi atau membangun sebuah bisnis.

Nah karena itu, pada toples kedua, sisihkan 10% penghasilan untuk investasi. Atau setidaknya, tabung terlebih dahulu dan jangan gunakan untuk keperluan apapun di luar investasi atau modal  bisnis.

3. Tabungan Jangka Panjang (Long-term Saving for Spending) — 10%
Anda harus menabung untuk masa depan. Karena itu, toples ke-3 ini digunakan keperluan jangka panjang. Seperti tabungan pendidikan untuk anak, dana darurat, dana pensiun, liburan ke luar negeri dan lain-lain. Bahkan juga untuk rencana punya rumah, membeli motor, laptop, dan keperluan yang butuh dana cukup besar.  

Sisihkan 10% dari penghasilan untuk dimasukkan ke dalam toples ini.  Lebih bagus lagi kalau Anda mampu menambah prosentasenya.  Usahakan jangan pernah mengeluarkan uang sepeser pun dari toples ini, kecuali pengeluaran yang sesuai dengan tujuan awal.

4. Pendidikan (Education) — 10%
Meski sudah bekerja dan mapan, Anda perlu menyisihkan uang untuk pendidikan. Siapa tahu Anda ingin melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi.  Atau jika kebetulan seorang pekerja yang saat ini juga merangkap sebagai mahasiswa tentu toples ini dapat digunakan sebagai biaya pendukung dalam memenuhi kebutuhan kuliah. 

Namun, jika Anda adalah seorang pekerja yang tidak sedang menjalani masa kuliah, dana pendidikan dalam toples ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan edukatif. Seperti, kursus, seminar, membeli buku,  majalah atau hal-hal lain.

5. Hiburan — 10%
Toples ini wajib diadakan untuk menempatkan 10% yang Anda sisihkankan dari penghasilan. Sekalipun merupakan kebutuhan tersier, jangan tiadakan pos ini. Entah pada akhir pekan, atau pada haris kerja biasa,  Anda pasti pernah merasa suntuk atau bosan setelah pulang dari bekerja. Nah, gunakan uang dalam toples ini untuk menghibur diri Anda sendiri. Bisa untuk berbelanja, nonton bioskop, hangout bersama teman atau hal-hal lain yang menurut Anda menyenangkan. 

6. Amal/sedekah (Give) - 5%
Terakhir, toples yang ditujukan untuk kegiatan sosial atau bersedekah. Jangan lupakan ini. Uang yang Anda terima hari ini, sebagaian adalah hak dari orang kurang mampu dan yang membutuhkan. Untuk keperluan ini, alokasikan saja 5% dari penghasilan.  Kalau punya kelebihan uang, tambahkan lagi tidak masalah. 

Bagaimana Teknik Budget Jar Bisa membantu Mengatur Keuangan?

Ketika menerapkan teknik budget jar, Anda akan terbiasa melihat satu kaleng kosong sementara kaleng yang lain terisi penuh, bahkan ada kaleng yang tidak berkurang sama sekali. Hal tersebut merupakan petunjuk tentang pola pengeluaran Anda selama sebulan. 

Jadi misalnya bulan ini Anda tidak membeli pakaian atau makan di luar, uangnya bisa Anda gunakan di bulan berikutnya atau direlokasi guna keperluan lain yang lebih mendesak. 

Betul, Anda tetap harus fleksibel dalam mengatur keuangan. Gunakan uang dalam kaleng secara fleksibel., pindahkan dan relokasikan ke kaleng lain saat dibutuhkan. Namun tetap dicatat setiap pemindahan secara rinci. Hal ini akan sangat membantu jika Anda punya kelebihan uang di satu kaleng dan kekuarangan di kaleng yang lain.Ingat ya, jangan menghabiskan uang tanpa kendali, namun juga jangan sampai menjadi pelit. 

Memang sih, memang tidak ada jaminan uang Anda akan bertambah banyak atau Anda menjadi semakin kaya setelah menerapkan teknik Budget Jar. Namun satu hal yang pasti: Anda akan semakin bijak dalam mengelola keuangan dan hidup menjadi lebih teratur.

Jika semua kebutuhan dasar dan tagihan rumah tangga telah terpenuhi, maka Anda dapat menyisihkan uang untuk bersenang-senang atau berlibur. Teknik Budget Jar adalah sebuah metode untuk memastikan keuangan Anda tetap terkendali.

Bagaimana  jika Punya Utang?

Metode ini justru sangat tepat diterapkan bagi Anda yang juga tengah mengalami kesulitan keuanga dan hanya punya sedikit dana untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Konsultasikan dengan pasangan, bagaimana Anda harus membagi-bagi pos pengeluaran dengan jumlah utang yang Anda tanggung. Setelah itu, Anda bisa membagi pendapatan sesuai dengan alokasinya.

Dari sana Anda bisa melihat bagaimana pengeluaran dan cicilan utang bisa berjalan seimbang. Jika kurang berhasil, apa boleh buat, tinjau ulang apakah sistem yang Anda terapkan sudah benar. 

Kelemahan Teknik Budget Jar

Sekalipun praktis, menyimpan uang tunai di rumah dan membaginya dalam kaleng atau amplop memang lebih beresiko. Anda bisa saja kehilangan uang kapan saja. Jika Anda khawatir uang hilang atau “terpinjam” untuk kebutuhan lain yang tidak perlu, jangan simpan uang secara tunai. Simpan uang dalam rekening, namun buatlah catatan menggunakan tabel atau buku catatan sehingga Anda akan bisa mengontrol keuangan dengan baik.

Selamat mencoba!