Mempersiapkan Dana Pernikahan

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
06 Desember 2017

Sudah mulai merencanakan pernikahan? Kapan? Tahun depan? Dua tahun lagi? Atau, tiga tahun lagi?

Tidak masalah kapan waktunya, yang terpenting perencanaan keuangan pernikahan yang wajib dipersiapkan secara matang. Menikah merupakan momen sakral yang diharapkan hanya terjadi satu kali seumur hidup. Semua orang, termasuk Anda tentunya, ingin pernikahan yang berkesan bukan?

Masalahnya, pesta pernikahan butuh dana tidak sedikit. Mulai sewa gedung,  merancang dan mencetak undangan, pesan catering, dekorasi, gaun pengantin,  biaya rias pengantin, seragam keluarga, akomodasi, dan masih banyak pernak-pernik biaya tambahan lainnya.

Karena perhitungan dana itu, banyak pasangan yang kemudian menunda-nunda waktu pernikahan. Dikarenakan "takut" terhadap besarnya biaya, mereka justru tidak memperhitungkan semakin lama waktu pernikahan ditunda, biaya-biaya akan merangkak semakin tinggi.

Calon pengantin semestinya tidak perlu khawatir berlebihan. Anda dan pasangan hanya perlu sedikit usaha untuk mengencangkan ikat pinggang dan mulai merencanakan dana pernikahan agar semua berjalan lancar sesuai rencana.

Yuk,  simak ulasan cara mengelola keuangan untuk mempersiapkan pernikahan berikut ini.

Sisihkan Gaji untuk Tabungan Pernikahan

Bangun komitmen untuk menyisihkan gaji Anda dan pasangan tiap bulan. Diskusikan berapa persen dari gaji yang harus ditabung untuk biaya pernikahan, umumnya berkisar 20% – 40%. Misal, Anda dan pasangan memiliki penghasilan Rp5 juta per bulan, berikut ilustrasi perhitungannya ;

Gaji Anda                       : 30% x Rp7 juta = Rp2.100.000
Gaji pasangan                 : 30% x Rp5 juta = Rp1.500.000
Jadi, tabungan per bulan  : Rp3.600.000
Tabungan selama 1 tahun : Rp43.200.000
Tabungan selama 2 tahun : Rp86.400.000

Lumayan bukan?  Agar mencapai target, pastikan Anda dan pasangan berkomitmen untuk rutin menyisihkan 20% – 30% dari gaji tiap bulannya, tergantung kesepakatan. Dan, pastikan pula bahwa Anda dan pasangan tidak akan menggunakan tabungan tersebut untuk keperluan di luar pernikahan hingga waktu yang telah disepakati.

Rencanakan Anggaran Pernikahan

Kapanpun pernikahan Anda dan pasangan digelar, baik itu satu tahun, dua tahun atau tiga tahun mendatang, sebaiknya mulai rencanakan dari sekarang.

Diskusikan konsep dan tema pernikahan, apakah ingin menggelar pesta pernikahan besar-besaran atau sekadar merayakan bersama keluarga, kerabat, dan teman-teman terdekat saja? Apakah ingin menggunakan konsep modern atau pesta adat?

Apapun konsepnya, ada banyak anggaran penting yang perlu dipersiapkan, antara lain sebagai berikut.

#1 Catering Biaya Terbesar

Pengeluaran untuk catering, dibutuhkan sekitar 40% – 50% dari total budget pernikahan Anda. Rumus standar dalam menghitung makanan adalah jumlah undangan X 2.

Tips menghitung makanan :

•    Jangan dikurangi 10% apalagi 15%.  Anda sering melihat dalam resepsi bukan, untuk standing party/pesta secara prasmanan  untuk satu undangan yang datang bisa 4 orang : suami, istri, 2 anak. Atau bila yang diundang adalah pasangan paruh baya, mereka akan mengajak 1 atau 2 anak yang remaja.
Kenapa bisa begitu? Karena di Indonesia, pesta pernikahan adalah family affair, bukan personal affair seperti di negara barat sana. Ini sah-sah saja.

•     Jangan mengundang melalui media social atau SMS. Selain memberikan kesan yang kurang baik, mengundang melalui cara ini akan menyulitkan perhitungan jumlah orang yang akan hadir. Bisa-bisa banyak yang datang, walaupun tidak diundang.  

•    Contoh jumlah undangan = 500 buah, berarti jumlah yang hadir = 500 X 2 = 1000 orang.
Buffet          500 orang X Rp45.000,-            = Rp22.500.000,-
Stall/gubuk    500 orang x 3                        = 1500 porsi

Total stall perlu dikali tiga, karena berdasarkan pengamatan pelaku catering, satu orang  rata-rata mencicipi 3 jenis makanan. Jadi misalnya Anda memilih somay @Rp14 ribu, bakso @Rp15 ribu, dan sate ayam + lontong @Rp17 ribu.   

Somay                       500 x Rp14.000,-            Rp7.000.000,-
Bakso                        500 x Rp15.000,-            Rp7.500.000,-
Sate ayam                 500 x Rp17.000,-            Rp8.500.000,-  
Total Stall/Gubuk        1500                              Rp23.000.000,-
Buffet                                                              Rp22.500.000,-
Total Makanan                                               Rp45.500.000,-

Total biaya pesta bila asumsi makanan  30% = Rp45.500.000,- : 30% = Rp150.000.000,-
Total biaya pesta bila asumsi makanan  40% = Rp45.500.000,- : 40% = Rp111.375.000,-

Catatan :
Komposisi ketiga gubuk bisa dikombinasikan. Misalnya somay 600 porsi dibagi dalam 3 gubug (masing-masing 200 porsi), bakso 500 porsi dibagi dalam 2 gubug (masing-masing 250 porsi), sate 400 porsi dibagi dalam 2 gubug (masing-masing 200 porsi).

•    Sekali lagi, hendaknya menyusun biaya makanan untuk pesta pernikahan secara realistis. Misalnya uang yang Anda kumpulkan di atas diperkirakan ternyata “hanya” mencapai Rp86.400.000,- Anda harus mencari pendekatan yang paling mungkin.

Misalnya dengan mengurangi jumlah undangan menjadi 300. Ini sudah mengurangi anggaran makanan sebesar 40%. Kalau tidak, mengurangi jumlah gubug, dan menurunkan level paket buffet.

Alternatif lain, cari catering lain yang harganya lebih miring. Hanya saja Anda perlu mencari testimony mengenai kualitas rasanya. Tentu tidak lucu jika suasana gembira Anda terganggu dengan ketidakpuasan para undangan.

Atau kalau mau tetap dengan rencana semula, Anda bisa mengusahakan kekurangan biayanya dengan cara yang kami uraikan di bawah.

#2 Dekorasi

Untuk dekorasi membutuhkan budget sekitar 15% - 20% dari total keseluruhan. Adapun yang mencakup dekorasi antara lain pelaminan, ruang resepsi, hingga tempat  ijab Kabul atau  pemberkatan.

Sesuaikan dekorasi dengan tema dan konsep pernikahan Anda, sebab dekorasi yang indah akan meninggalkan kesan bagi para tamu undangan.

Jadi kalau misalnya Anda sudah menganggarkan tital biaya perrnikahan Rp111.375.000,- seperti contoh di atas, maka biaya dekorasi adalah :

15% x Rp. 111.375.000,- = Rp16.706.250,-
20% x Rp. 111.375.000,- = Rp22.270.000,-

#3 Bridal attire

Pos pengeluaran ini berkaitan dengan calon mempelai, mulai dari gaun pengantin, jas dan tuxedo, perhiasan, sepatu, make up dan hair do, dan sebagainya. Untuk bridal attire membutuhkan 10% dari total budget.

#4 Resepsi

Anda perlu mengalokasikan 9% - 10% dari total budget untuk menyewa gedung alias venue. Sebelum memilih, pastikan Anda sudah menyesuaikan ukuran venue dengan jumlah tamu undangan.

#5 Dokumentasi

Dokumentasi menjadi hal penting untuk mengabadikan momen bahagia di hari pernikahan, yakni dalam bentuk foto maupun video. Untuk dokumentasi, membutuhkan 9% - 10% dari total budget.

#6 Undangan dan Souvenir

Sebelum membuat souvenir, pastikan Anda sudah menentukan jumlah tamu undangan. Untuk anggaran ini dibutuhkan 5% dari total budget.

Sedangkan 5% - 10% sisanya dialokasikan untuk kebutuhan tambahan lain, misal seperti wedding organizer, asuransi, perijinan, keamanan, hingga transportasi.

Investasi untuk Menambah Dana Pernikahan

Investasi dapat menjadi salah satu solusi jika dana pernikahan Anda membengkak.  Anda bisa mencoba membeli emas  karena sifatnya yang mudah dicairkan dan harganya cenderung stabil. (Silakan baca: untung rugi investasi emas).  

Tidak perlu tergesa-gesa, Anda dan pasangan bisa berinvestasi dari nominal kecil, misal dengan membeli emas batangan mulai dari 1 hingga 5 gram. Setelah 2 atau 3 tahun, harga emas itu sudah lebih tinggi dari harga beli, sehingga ketika dijual kembali Anda dan pasangan dapat keuntungan.

Atau, jika tidak ingin menjual, Anda bisa menggadaikannya di Pegadaian. Jenis investasi ini sangat pas jika ada kebutuhan mendadak di luar anggaran pernikahan yang sudah dipersiapkan.

KTA untuk Dana Pernikahan?

Kebanyakan penasihat keuangan akan menyuruh Anda tidak mengejar pinjaman perkawinan. Pinjaman pernikahan hanya perlu diajukan sebagai usaha terakhir untuk memenuhi biaya pernikahan yang masih kurang. Jadi langkah Anda mengisi tabungan pernikahan adalah langkah paling bijak.

Sebelum mengajukan pinjaman pernikahan, Anda perlu memastikan konsekuensi keuangan yang akan ditanggung bersama setelah menikah. Misalnya, menyediakan cicilan selama waktu tertentu hingga lunas. Selain itu, Anda berdua juga perlu mengerem belanja untuk kebutuhan yang tidak prioritas hingga waktu tertentu demi melunasi cicilan KTA pernikahan.

Perlu diketahui juga, saat ini tidak ada jenis pinjaman  khusus untuk keperluan pernikahan.  Namun Anda bisa memanfaatkan KTA yang sifatnya flesibel untuk berbagai keperluan. Cara memilih KTA terbaik, ikuti dalam artikel sebelumnya.  Anda juga bisa mempertimbangkan pinjaman dari DBS yang memberikan bunga ringan.

Atur Acara Sendiri untuk Menghemat Dana Pernikahan

Untuk menghemat budget, Anda dapat mengatur pernikahan sendiri tanpa bantuan wedding organizer alias WO yang biayanya terbilang mahal. Minta bantuan keluarga dan sahabat untuk mengatur segala kebutuhan pernikahan.

Atau jika ingin ada momen foto pre-wedding, Anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk foto ke luar negeri atau luar kota. Anda dan pasangan bisa membuat konsep foto bercerita tentang perjalanan cinta dengan kamera polaroid.

Checklist Pernikahan

Setelah menyusun anggaran pernikahan, sebaiknya Anda dan pasangan mulai membuat checklist pernikahan. Hal ini guna memastikan bahwa semua keperluan pernikahan tidak ada yang terlewat. Masukkan setiap detail yang harus diurus, termasuk biaya yang harus dibayar sekaligus waktu pembayarannya.

Agar pernikahan Anda dan pasangan berjalan lancar, pastikan segala persiapannya sesuai dengan perencanaan. Termasuk perencanaan keuangan yang matang. Semoga pernikahan Anda berjalan lancar. Selamat menempuh hidup baru!