Mau Traveling Ke LN? Ini Trik Tukar Valas Agar Tak Rugi

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
24 November 2017

Anda berencana mengisi liburan akhir tahun dengan traveling ke luar negeri?

Hal pertama yang terpikir, sudah pasti Anda butuh mata uang negara yang akan dituju. Tak mungkin melakukan transaksi dengan rupiah, bukan? 

Masalahnya, tukar valas  (valuta asing) untuk  traveling ke luar negeri  tetap perlu kehati-hatian. Terlebih jika Anda melakukannya dalam jumlah besar.  Harus dihitung dulu, berapa perbedaan nilai (rate) antara rupiah dengan dengan mata uang setempat. Anda tidak ingin rugi atas selisih itu bukan?

(Tips tentang cara mempersiapkan liburan akhir tahun, silakan ikuti dalam artikel sebelumnya).

Tukar Valas, Lebih Baik di Indonesia atau LN?

Ini pertanyaan paling penting : "Mana yang lebih menguntungkan, menukarkan rupiah di Indonesia atau di negara tujuan?”

Tukar valas semasih di Indonesia ada banyak keuntungannya.  Anda bisa leluasa mencari tempat penukaran yang menawarkan rate paling bagus. Jika mata uang negara yang dituju tidak tersedia, Anda bisa memilih dolar terlebih dahulu.  Mata uang itu universal, bisa diterima di semua negara.

Untuk moneychanger  fisik di Indonesia, sebaiknya Anda mencari tempat penukaran uang yang terdaftar di APVA - Asosiasi Pedagang Valuta Asing. Moneychanger seperti ini bisa ditandai dengan adanya logo perisai hijau. 

Cermat Tukar Valas di Luar Negeri

Kalau terpaksa, misalnya waktunya sudah mepet, bisa saja menukarkan rupiah di negara tujuan. Namun Anda harus mencari banyak informasi agar tidak mendapat rate yang membuat  sesak nafas.   Beberapa opsi penukaran valas di luar negeri silakan ikuti  dalam pemaparan berikut ini. 

1.    Tukar Valas, Pahami Selisih Nilai Tukar

Beberapa mata uang memiliki rate cukup tinggi  terhadap rupiah, seperti Euro atau bahkan Baht Thailand. Jika berniat pergi ke negara yang menggunakan mata uang seperti ini, pertimbangkan kembali masalah rate yang tinggi ini.

Jangan sampai Anda rugi. Khususnya jika yang akan Anda tukarkan dalam jumlah besar. Atau jika bepergian ke negara dunia ketiga semacam Myanmar yang tidak banyak tersedia mesin ATM. 

Ketimbang menukarkannya secara langsung, jauh lebih baik Anda menukarkannya terlebih dahulu menjadi Dolar Amerika Serikat (USD) yang diterima secara universal. Setelah itu, baru tukarkan menjadi mata uang lain yang rate-nya tinggi tersebut. 

Hal ini sekaligus sebagai langkah jaga-jaga karena money changer di negara semacam itu biasanya tidak menerima penukaran dari dan ke dalam rupiah. Bahkan di Myanmar, beberapa pedagangan di pasar pun menerima dolar Amerika sebagai pembayaran. 

2.    Tukar Valas Sesuai Kebutuhan

Sebelum berangkat, mestinya Anda sudah menghitung berapa kira-kira kebutuhan uang yang cukup ketika di luar negeri. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah menentukan jumlah yang perlu ditukarkan kelak.

Pastikan jumlah tersebut mencukupi kebutuhan makan, transportasi, akomodasi, belanja dan lainnya. Jangan lupa siapkan juga dana cadangan untuk keperluan tidak terduga.

3.    Pilih Tempat Tukar Valas yang Tepat

Jika terpaksa menukarkan uang di negeri tujuan, beberapa lokasi ini bisa Anda pilih sebagai opsi tukar valas.

* Bandara atau Hotel.

Ini dua spot paling praktis untuk menemukan tempat penukaran uang. Begitu landing, dan lolos pemeriksaan imigrasi, Anda bisa langsung menemukannya tanpa perlu susah payah.

Di semua Bandara, bisa dipastikan selalu tersedia tempat penukaran uang. Sementara di hotel, saat booking sebaiknya Anda sekalian mencari informasi soal fasilitas penukaran uang ini. (Untuk mendapatkan tips cara memperoleh tiket pesawat murah hingga gratis, silakan buka halaman sebelumnya).

Sayangnya, fasilitas tukar valas di kedua tempat itu biasanya menawarkan rate paling rendah. Kecuali terpaksa, sebaiknya Anda menghindarinya.

* Bank Lokal

Semua bank punya fasilitas penukaran uang. Sayangnya, rate-nya juga mengecewakan karena lebih rendah dari pasaran. Bank biasanya beralasan, layanan penukaran uang masuk dalam komponen harga sehingga nilai jual mata uang lokal menjadi mahal.

* Kartu ATM

Menarik uang di ATM untuk mendapatkan uang valas dinilai lebih aman ketimbang membawa dana dalam jumlah besar saat traveling.

Selama kartu ATM terhubung dengan jaringan Visa atau MasterCard, kemungkinan besar  Anda bisa menarik uang tunai di ATM negara tujuan. Syaratnya tentu saja ATM di negara itu juga terkoneksi dengan jaringan tersebut.

Gampang kok mengeceknya. Anda tinggal melihat apakah di kartu ATM Anda tertera logo Visa atau MasterCard atau tidak.

Meski begitu, Anda mesti memperhatikan apakah kartu ATM Anda bisa menarik uang tunai di luar negeri. Agar aman, Anda sebaiknya mengontak bank penerbit agar kartu ATM tidak terblokir karena alasan keamanan.

Bagaimana rate-nya? Jangan heran, rate berlaku menurut waktu saat penarikan ATM. Misalnya Anda menarik uang pukul 09.00 pagi, maka kurs yang berlaku adalah saat pukul itu. Bisa jadi jam berikutnya, nilainya sudah berubah lagi.

Selain itu Anda juga mesti mengingat ada biaya charge  yang berkisar Rp20 ribu – Rp50 ribu sekali penarikan. Sekadar tips, agar tidak boros biaya penarikan, sebaiknya Anda menarik uang  sejumlah besar dalam sekali transaksi.

* Kartu Kredit

Kartu kredit akan menambah kenyamanan traveling karena bisa digunakan sebagai alat pembayaran. Meski begitu, Anda mesti ingat penggunaan kartu kredit tetap akan mengenakan charge cukup besar jika digesek di luar negeri. Selain itu ingat-ingat juga agar kartu kredit tidak digunakan untuk penarikan tunai.

Karena itu pastikan sejak awal, kira-kira biaya apa yang dikenakan jika kartu kredit dipakai di luar negeri. Bila biayanya ternyata cukup besar, prioritaskan penggunaan uang tunai saat transaksi.

Memang sih, ada kalanya kartu kredit bekerjasama dengan mechant-merchant tertentu di luar negeri untuk memberikan promo diskon. Hitung secara cermat, apakah besaran diskon itu sepadan atau tidak dengan biaya gesek kartu.

* Money Changer

Ini tempat favorit orang menukarkan uang. Selain praktis karena Anda cukup menunjukkan paspor, rate yang ditawarkan cukup kompetitif. Untuk  menemukan money changer yang memberikan rate bagus, tetap survei beberapa tempat dulu. Sebaiknya pilih money changer yang resmi.

Untuk membandingkan rate tiap-tiap money changer, Anda tinggal memotret papan kurs mata uang dengan smartphone. Bandingan masing-masing.

Money changer di pusat-pusat bisnis rata-rata menawarkan kurs tukar dengan nilai kompetitif. Berbeda dengan yang berada lokasi wisata, nilainya  biasanya agak mengecewakan.

4.    Pilih Waktu Penukaran

Sebaiknya Anda menukarkan uang ketika kurs cukup stabil. Untuk mengetahui hal ini, bisa dipantau di laman resmi perbankan atau Bank Indonesia (BI).

Menukarkan uang di awal pekan bisa juga dijadikan pertimbangan. Pada waktu-waktu tersebut  biasanya kurs cenderung stabil. Terutama pada pagi hari.

Anda juga bisa menukarkan uang beberapa hari sebelum keberangkatan. Pada musim liburan, biasanya nilai kurs akan sedikit lebih naik. Paling penting memang menghindari uang dengan terburu-buru, terutama saat di bandara.

5. Tukar Kembali ke Rupiah

Sebisa mungkin, habiskan uang sen untuk belanja-belanji selama masih di luar negeri. Sisakan sedikit saja untuk koleksi.

Namun kalau sampai pulang Anda masih memiliki sisa uang cukup banyak yang tidak ingin disimpan dalam bentuk valas, akan lebih bagus jika Anda sudah menukarkannya ke dalam rupiah. Apalagi jika Anda termasuk jarang bepergian ke luar negeri.

Sebenarnya akan lebih bagus jika Anda sudah menukarkannya ke dalam rupiah selama masih di luar negeri. Beberapa Negara justru memberi rate yang lebih tinggi dan menguntungkan untuk rupiah. Namun jika Anda memiliki rencana atau sering ke luar negeri, tidak ada jeleknya valas tersebut tetap Anda simpan.

Tukar valas memang tidak sulit. Namun Anda harus tetap hati-hati agar tidak rugi akibat selisih nilai tukar yang tinggi. Luangkan waktu secara khusus agar Anda mendapat rate terbaik. Selamat berwisata.