Mana Lebih Baik, Les Privat Atau Bimbel?

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
05 Januari 2018

Sebagai orangtua, kita pasti menginginkan fasilitas terbaik guna menunjang pendidikan anak. Karena itu, untuk beberapa alasan, Anda mungkin ingin  Anak mendapatkan  pelajaran tambahan.  Entah melalui les privat atau bimbel (bimbingan belajar).

Namun mana yang lebih baik, les secara privat atau mengambil bimbingan belajar?  Mari kita telaah bersama-sama, apa kelebihan dan kekurangan masing-masing. Terutama  saat dihubungkan dengan konsekuensi finansialnya.

Les privat atau bimbel, ini plus minum bimbel

Umumnya, bimbel berisi 10 – 15 siswa tiap kelasnya, tidak seperti jumlah sistem di sekolah yang bisa mencari 30-40 siswa. Dengan jumlah tersebut, anak – anak tetap bisa mengikuti proses belajar secara kondusif.

Bimbel akan memberikan modul lengkap berisi soal tahun-tahun sebelumnya yang akan dibahas bersama-sama.  Sistem pengajaran di bimbel biasanya juga mengacu pada cara yang praktis dan cepat dalam menyelesaikan soal.

Di bimbel, siswa diajari cara-cara cepat dan mudah dalam mengerjakan soal agar saat ujian/ulangan umum waktunya lebih efisien. Berbeda guru di sekolah yang biasanya mengajarkan cara penyelesaian dengan rumus panjang, siswa bimbel sering diajarkan rumus-rumus lompatan agar mereka bisa mengerjakan latihan soal secara cepat.

Dengan cara seperti itu,  anak dibiasakan untuk menyelesaikan soal secara cepat. Selain itu, materi yang mereka berikan biasanya juga lebih simpel dan mudah diterima siswa, karena jenisnya bervariasi antara latihan soal dan pembahasan.

Saat menghadapi ujian nasional, hampir semua bimbel biasanya memberikan try out (TO) secara rutin. Hal ini dimaksudkan untuk melatih para siswa dalam mengerjakan soal-soal ujian.  

Tak hanya manfaat dalam proses belajar, bimbel biasanya juga memberikan informasi tambahan terkait dengan kelanjutan pendidikan. Misalnya mengenai jurusan-jurusan dan universitas terbaik, tips agar dapat menembus universitas impian, dan semacamnya. Informasi tersebut bisa didapatkan dari para tutor atau melalui konseling.

Keuntungan lain dari bimbel, anak mendapatkan suasana belajar yang menyenangkan karena ada sosialisasi dengan teman-teman baru. Beda halnya dengan les privat yang melibatkan guru privat secara personal.

Tertarik bimbel? Pertimbangkan biaya-biaya Ini

1. Biaya Bimbel

Sebelum mendaftarkan anak untuk bimbel, sebaiknya Anda riset biaya yang harus dikeluarkan. Masing-masing bimbel biasanya berbeda, tergantung reputasi dan track recordnya.

Di Jakarta, untuk bimbel reguler biaya per paket mulai ndari Rp6 jutaan. Untuk program khusus yang memberikan jaminan lulus Ujian Nasional dan lolos ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sudah di atas Rp12 jutaan. Sementara untuk persiapan ujian nasional kelas 3 SMP sekitar Rp5 jutaan, dengan 4 kali pertemuan setiap minggu.

Umumnya, pihak bimbel akan memberikan keringanan dengan membolehkan mencicil pembayaran. Jikalau biaya tersebut terasa mahal dan memberatkan keluarga, Anda bisa mencari tempat bimbel dengan harga terjangkau namun tetap memiliki reputasi dan kualitas yang baik.

Carilah info selengkap-lengkapnya di internet atau minta rekomendasi dari keluarga/ kenalan yang sudah punya pengalaman di situ. Oya, ikuti juga tips-tips cara mempersiapkan dana pendidikan anak, dan fitur finansial yang cocok untuk persiapan masa depan anak dalam artikel Danaxtra sebelumnya, ya.

2. Transportasi dan jajan anak

Lokasi bimbel akan berpengaruh terhadap pengeluaran. Semakin jauh jarak bimbel dari rumah, semakin besar pula  ongkos yang harus Anda keluarkan.  Kalaupun mengendarai kendaraan sendiri, Anda tetap harus mengeluarkan biaya bahan bakar.

Sebagai contoh, misal ongkos satu kali pertemuan sebesar Rp20.000, maka dalam seminggu Anda harus mengeluarkan Rp20 ribu x 4 = Rp80 ribu. Tinggal hitung dan kalikan pengeluaran tersebut sampai program bimbel anak Anda selesai. Jika ingin berhemat, Anda bisa antar dan jemput anak saat bimbel.

Selain ongkos, Anda juga perlu mempersiapkan biaya jajan anak sebagai asupan tambahan mereka selama ikut bimbel. Anggap saja Anda menganggarkan Rp15 ribu untuk uang jajan saat bimbel. Namun, jika ingin berhemat,  sesekali Anda bisa membawakan bekal dari rumah agar lebih higienis.

Ingin Fokus dan Eksklusif? Pilih Les Privat

Jika ditanya manakah yang lebih baik, les privat atau bimbel? Pastinya setiap orang punya jawabannya masing-masing. Keduanya pun sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.

Tapi, jika anak Anda merupakan tipe pemalu dan susah konsentrasi belajar di kelas yang ramai, maka les privat ialah pilihan yang tepat. Berbeda dengan bimbel, les privat akan membuat anak Anda lebih fokus belajar secara eksklusif.

Memberikan sarana les privat akan membuat Anda lebih mudah mengontrol perkembangan pembelajaran anak. Anda juga bisa mengatur waktu belajar secara fleksibel, sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan bersama.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa memilih tutor yang pas untuk anak. Jadi, anak tidak perlu capek-capek pergi ke tempat bimbel untuk belajar dan hanya perlu menunggu di rumah. Sangat efisiensi dari sisi waktu dan tenaga.

Dengan menjadi satu-satunya murid yang diajar, tentunya fokus perhatian tutor hanya terpaku pada anak Anda. Proses belajar mengajar pun menjadi lebih fokus. Dengan begitu, anak Anda bisa dengan leluasa bertanya dan mengeksplor kemampuan.

Tutor privat pun tidak akan terburu-buru dalam mengejar materi, melainkan menyesuaikan rencana pelajaran sesuai dengan kebutuhan anak Anda.

Sebelum pilih les privat, pertimbangkan hal ini

Sebelum memutuskan untuk memberikan les privat untuk anak, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut ini.

1. Biaya Les Privat

Tidak dapat dipungkiri, untuk mendapatkan guru privat yang berkualitas dan kompeten, Anda harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Biaya les privat cenderung lebih mahal dibandingkan bimbel atau kursus biasa. Dan, seringkali persoalan biaya yang cukup mahal ini menjadi pertimbangan orangtua. 

Ingat, jangan hanya karena menginginkan les privat untuk anak, Anda dengan sembarang mencari tutor yang bersedia dibayar murah. Jika sembarang dan tidak selektif, dikhawatirkan anak Anda diajar oleh guru yang tidak berkompeten.

Oleh karena itu Anda perlu bertanya dan meminta rekomendasi dari teman atau kerabat mengenai guru les privat berkualitas dengan bayaran yang terjangkau.

2. Kurangnya Lingkup Sosialisasi

Berbeda dengan bimbel yang berisi 10 -  15 siswa tiap kelas, les privat hanya terdiri dari anak Anda dan tutornya. Dengan begitu, anak Anda tidak dapat bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya seperti halnya di tempat bimbel. 

Seringkali orangtua beranggapan bahwa guru privat akan memanjakan anaknya sehingga beberapa diantara mereka tidak setuju dengan les privat.

Les Privat atau Bimbel? Pastikan Sesuai Kebutuhan Anak

Apapun pilihan Anda, baik itu les privat atau bimbel, pastikan sesuai dengan kebutuhan anak. Perhatikan dan pertimbangkan dengan baik.

Teliti apakah anak Anda tipe yang pemalu dan susah berkonsentrasi belajar di kelas yang ramai? Seringkali ia enggan bertanya di kelas padahal banyak yang belum dimengerti? Mungkin ada baiknya Anda memberikan les privat guna memberikan pelajaran tambahan secara eksklusif dan fokus.

Namun, jika anak Anda lebih aktif dan bersemangat belajar dengan teman-teman sebayanya, maka Anda bisa mendaftarkannya di tempat bimbel. Selain belajar, ia juga bisa sekaligus bersosialisasi.

Di bimbel pun para siswa akan lebih eksklusif diberikan soal tahun-tahun sebelumnya, try out secara rutin, serta bimbingan konseling. Namun, jangan lupa untuk tetap memperhatikan kondisi keuangan keluarga ya.

Jadi, pilih les privat atau bimbel ? Jawabannya kembali lagi kepada Anda.