Jangan Bingung Pilih Tabungan Pendidikan

Aisyah
Aisyah
25 September 2017

Apakah Anda sedang memilih tabungan pendidikan untuk buah hati tersayang?

Pilihannya banyak, namun justru Anda bisa semakin bingung memilihnya. Maklum hampir semua bank menawarkan produk finansial tersebut dengan fitur dan klaim manfaat yang sangat bersaing.

Jika Anda sedang dalam kebingungan tersebut, simak artikel ini. Pahami detil-detilnya sebelum memilih salah satu yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.

Tabungan Pendidikan = Tabungan Berjangka

Pada dasarnya tabungan pendidikan anak masuk dalam kategori tabungan berjangka. Artinya, dana di dalam tabungan berjangka ini tidak akan bisa dicairkan sebelum waktu yang ditentukan. Oleh karena itu, bunga tabungan berjangka jauh lebih besar daripada tabungan biasa.

Khusus untuk tabungan pendidikan, tabungan berjangka dimodifikasi agar pencairan dapat dilakukan beberapa kali sesuai dengan perencanaan pendidikan yang diinginkan orangtua.

Misalnya, jika anak masih berumur 1 tahun, lalu orangtua ingin merencanakan pendidikan untuk masuk SD, SMP, SMA dan kuliah, maka tabungan berjangka tersebut akan memiliki jangka waktu 17 tahun. Dengan begitu, dana pendidikan anak baru bisa dicairkan saat anak masuk SD, SMP, SMA dan Kuliah.

Mengapa Tabungan Pendidikan Sangat Populer?

"memilih

Tabungan pendidikan merupakan instrumen biaya pendidikan yang paling populer di kalangan orang tua.Survei Kompas dan Majalah SWA pada 2012 menemukan data yang mirip. Bahwa mayoritas kelas menengah memiliki tabungan rencana untuk mempersiapkan biaya sekolah. Kompas menemukan dominasinya mencapai 90% dari responden yang mereka survei.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan tabungan pendidikan sangat diminati oleh kalangan orang tua. Antara lain karena kemudahan dan kenyamanannya dibanding instrumen investasi lain. Tinggal datang ke bank, nasabah sudah bisa langsung membuka rekening dan menabung dalam waktu singkat.

Untuk menyetorkan tabungan, Anda juga tidak perlu pergi ke bank karena tersedia fasilitas auto-debit dari tabungan reguler Anda.Secara otomatis, tiap bulan pada tanggal tertentu bank otomatis akan memotong tabungan tersebut dan menyetorkan ke rekening pendidikan.

Cara ini mau tak mau memaksa Anda untuk menyisihkan uang guna keperluan pendidikan tersebut. Fitur seperti itu dianggap cocok untuk masyarakat yang belum punya kebiasaaan baik dalammenabung. Yaitu segmen yang dalam istilah perencana keuangan disebut tidak punya good money habit.

Mereka ini bukannya tidak tahu bahwa menabung penting untuk masa depan keluarga. Namun implementasinya, mereka sulit disiplin karena selalu tersalip oleh kebutuhan konsumsi yang lain. Untuk mengatasi ketidakdisiplinan tersebut, jika nasabah lupa bank akan memberikan reminder dengan ancaman denda. Karena itu mau tidak mau ia harus menyisihkan sebagian penghasilan untuk disimpan.

Nilai tambah ini diimbangi dengan tawaran bunga yang lebih tinggi ketimbang tabungan reguler. Value tersebut sangat penting untuk mengimbangi inflasi biaya sekolah yang semakin tinggi dari tahun ke tahun.

Di luar itu, tabungan merupakan produk finansial yang sudah kita kenal sejak masa kecil. Karena itu tidak heran jika hampir setiap orang cenderung lebih akrab dan percaya kepada tabungan ketimbang instrumen finansial lainnya.

Memilih Tabungan Pendidikan Terbaik

Dana pendidikan bisa menjadi biaya terbesar sepanjang hidup sebagai investasi untuk perkembangan sang anak hingga dewasa kelak. Oleh karena itu, orang tua dan wali anak yang bijak tentu perlu menyediakan dana tabungan pendidikan sedini mungkin. Dengan demikian, Anda tidak akan kesulitan memenuhi biaya yang diperlukan ketika saatnya tiba.

Sebagai tabungan berjangka, tabungan pendidikan memiliki jangka waktu beragam. Mulai dari 6 bulan, sampai 20 tahun. Bagaimana memilih tabungan pendidikan terbaik untuk buah hati?

Tentukan Target Tabungan Pendidikan Anak Anda

Hal pertama yang mesti Anda pikirkan saat memilih tabungan pendidikan adalah menentukan terlebih dahulu perencanaan dana sekolah anak. Berapa besar biaya yang diperlukan untuk masuk SD, SMP, SMA maupun Universitas. Dari sana Anda bisa menentukan berapa jumlah dana yang harus dikumpulkan melalui dana pendidikan tersebut.

Oleh karena itu penting Anda mendapatkan informasi mengenai seluk beluk sekolah atau universitas yang Anda target untuk sekolah anak Anda kelak.

Untuk menjaga posisi aman, tambahkan besaran biaya tahun ini dengan inflasi biaya pendidikan yang setiap tahun besarnya berkisar 10-15%. Dari situ Anda akan mendapatkan pendekatan total dana yang dibutuhkan untuk pendidikan anak kelak. Jumlah tersebut bisa Anda jadikan acuan untuk memilih tabungan berjangka atau tabungan pendidikan.

Bunga Tabungan Pendidikan Bisa Menutup Inflasi

Satu hal yang perlu Anda camkan dari awal, tabungan pendidikan lebih menitikberatkan pada hasil tabungan. Oleh karena itu hasil keuntungan tabungan pendidikan adalah berupa bunga tabungan yang sudah disepakati sebelumnya.

Tingkat bunga ini bisa Anda jadikan salah satu indikator untuk memilih tabungan pendidikan. Pilihlah tabungan yang menawarkan bunga menarik. Jika bunganya terlalu kecil, tujuan menabung Anda untuk mengimbangi inflasi yang selalu naik dari tahun ke tahun bisa tidak tercapai.

Begitupun, Anda mesti melihat apakan tingkat bunga yang ditawarkan patuh pada batasan bunga maksimum dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Anda mesti ingat, tabungan dengan tingkat suku bunga yang di atas batasan maksimum, tidak mendapat jaminan dari LPS. Artinya, jika bank tersebut kolaps, tabungan Anda tidak aman karena sangat besar kemungkinannya tidak akan dibayarkan oleh LPS.

Selain itu Anda juga harus memperhatikan penetapan ketentuan bunganya. Apakah bersifat mengambang, artinya bank bisa mengubah tingkat bunga setiap saat. Atau fix, artinya selama masa kontrak tabungan, bunga tidak akan berubah meskipun bunga pasar berubah.

Cari Tabungan Pendidikan yang Berikan Perlindungan Jiwa

"tabungan

Mengapa asuransi jiwa penting dalam tabungan pendidikan? Pasalnya asuransi inilah yang akan membuat tabungan Anda ditanggung oleh pihak asuransi sampai masa jatuh tempo habis.

Misalnya Anda memilih untuk menabung dalam jangka waktu 10 tahun. Namun baru berjalan 3 tahun, Anda terkena musibah yang membuat Anda tidak bisa bekerja. Entah karena kecelakaan atau sakit, bahkan mungkin meninggal.

Jika Anda memilih tabungan pendidikan yang dilengkapi dengan fitur asuransi, tidak perlu khawatir. Setoran bulanan Anda untuk tabungan tersebut akan terus dibayarkan oleh pihak asuransi. Periodenya tentu saja sampai jatuh tempo untuk dicairkan kepada anak atau ahli waris.

Untuk menambah fitur asuransi jiwa ini, ada bank yang menambahkan biaya tambahan. Jumlahnya dipotongkan dari bunga tabungan berjangka. Namun ada pula beberapa bank yang menawarkan tabungan pendidikan dengan fasilitas asuransi jiwa gratis. Jadi Anda tidak perlu membayar biaya tambahan yang dipotong dari bunga tabungan Anda.

Dalam hal ini, selain mempertimbangkan siapa yang membayar premi asuransi tersebut, Anda juga penting mengetahui berapa nilai pertanggungannya. Banyak bank membatasi pertanggungan maksimum. Jika jumlah dana di tabungan pendidikan lebih tinggi dari pertanggungan maksimum, asuransi tidak akan mengganti semua.

Pilih Tabungan Pendidikan yang Sesuai Kemampuan dan Kebutuhan

Saat mengambil tabungan pendidikan, nasabah membuat kontrak dengan bank untuk menyetor jumlah tertentu secara rutin selama periode tertentu. Karena itu mesti diingat, jika berhenti di tengah-tengah, Anda akan dikenakan pinalti yang justru akan merugikan.

Kebijakan masing-masing bank mengenai pinalti ini memang berbeda-beda. Ada yang sama sekali tidak memperbolehkan pengambilan dana selama jangka waktu tertentu. Ada juga yang bisa diambil (tanpa batas waktu) dengan membayar sejumlah denda.

"setoran

Oleh karena itu penting bagi Anda untuk memastikan bahwa jumlah setoran tabungan pendidikann yang Anda pilih, sesuai dengan kemampuan keuangan. Bukan hanya jumlahnya,pastikan juga apakah ada tambahan setoran awal, di samping setoran bulanan. Jumlah setoran awal biasanya lebih besar dari setoran bulanan. Karena itu Anda mesti memperhitungkan dengan cermat.

Besarnya jumlah setoran memang penting karena akan menentukan besarnya dana pendidikan yang akan terkumpul. Jumlah setoran yang kecil punya risiko dana pendidikan tidak mencukupi. Namun jumlah setoran yang kelewat besar juga berisiko mengganggu keuangan rumah tangga. Jangan sampai karena tingginya kewajiban iuran tabungan pendidikan tiap bulan, Anda terpaksa berhutang sana-sini. Apalagi melalui kartu kredit.

Karena itu sebelum menentukan tabungan mana yang akan Anda ambil, pastikan jumlah setorannya sesuai dengan kemampuan Anda.Tidak hanya jumlahnya, tetapi apakah ada pula tambahan setoran awal, disamping setoran bulanan. Jumlah setoran awal biasanya lebih besar dari setoran bulanan, sehingga harus diperhitungkan dengan matang.

Cari Tabungan Pendidikan yang Berikan Layanan Terbaik

Dalam memilih tabungan pendidikan, Anda juga perlu membandingkan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan oleh beberapa bank. Pilih yang memberikan fasilitas yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan Anda.

Misalnya yang memberikan kemudahan dalam proses auto debit atau transfer. Bisa juga Anda pilih yang bisa dilakukan secara online. Atau bank yang dapat memberi bunga lebih besar, asuransi jiwa yang gratis dan lain sebagainya.

Cari bank yang memang sudah Anda percayai sehingga ketika Anda bertransaksi pun Anda akan merasa tenang dan nyaman.Kuncinya, pilih yang sesuai kebutuhan dan jangan mudah terkecoh tawaran tidak perlu.