Beli Rumah Atau Apartemen?

Aisyah
Aisyah
27 September 2017

Anda sedang mencari hunian? Atau sedang mencari aset pertama berupa hunian?

Mungkin saat ini Anda sedang menimbang-nimbang antara memilih rumah atau apartemen. Rumah terasa familiar. Namun apartemen juga menarik karena terkesan modern dan praktis. Masing-masing punya kelebihan.

Menghuni apartemen mungkin sempat terlintas di benak Anda. Iklan dan baliho-balihonya yang bertebaran di seluruh sudut kota, membuat Anda mempertimbangkan opsi beli apartemen untuk hunian pribadi. Hunian vertikal ini terasa cocok untuk pasangan muda dan bujangan yang butuh kepraktisan serta gaya hidup modern.

Namun ada beberapa kelebihan hunian tapak yang tidak dimiliki hunian vertikal.Beli rumah sama artinya punya lahan. Dengan ukurannya yang relatif lebih luas, Anda dapat merancang tata ruang yang menarik sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Apalagi kalau kelak sudah memiliki buah hati.

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi pertimbangan Anda untuk membeli hunian. Antara lain terkait lokasi, biaya, luas bangunan yang diinginkan, dan beberapa hal lain. Teliti satu per satu dan pertimbangkan secara matang. Bagaimanapun juga, hunian yang Anda beli direncanakan akan dipakai dalam jangka panjang, bukan?

 

Pertimbangkan Ini Sebelum Beli Rumah atau Apartemen

Umumnya, hunian dibagi menjadi dua jenis. Yaitu hunian vertikal dan hunian tapak alias rumah yang dibeli sekaligus dengan lahannya. Termasuk hunian vertikal adalah apartemen, rumah susun dan kondomonium. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.Oleh karena itu Anda harus benar-benar cermat sebelum menjatuhkan pilihan.

Sebelum menentukan apakah Anda harusbeli rumahatau apartemen, hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah memahami kebutuhan dan tujuan Anda. Apakah Anda butuh kedekatan dengan lokasi kerja, atau ingin punya hunian sekaligus memiliki lahan?

Selain itu tentu saja kondisi keuangan. Dalam masalah harga, kedua jenis hunian ini memiliki perbedaan cukup signifikan. Kalau lokasinya sama, harga apartemen bisa jadi lebih murah dibandingkan rumah.

Posisi menentukan harga. Dengan Rp800 juta misalnya, Anda bisa mendapatkan rumah cukup besar yang memiliki halaman di kawasan Depok atau Bekasi. Namun jika dibelikan apartemen di kawasan Tanah Kusir, dana sebesar itu mungkin hanya akan mendapatkan satu unit hunian vertikal seluas 48 m2.

Beli Rumah atau Apartemen, Perhatikan Status Kepemilikan

Satu hal sangat penting sebelum Anda memilih beli rumah atau apartemen adalah tentang status kepemilikan. Jika Anda ingin membeli hunian sekaligus dengan lahannya, maka pilihan paling tepat adalah membeli rumah. Dengan membeli rumah, Anda akan mendapatkan sertifikat hak milik (SHM) yang merupakan surat kepemilikan terkuat. Maklum saja, SHM tidak memiliki batas waktu dan dapat diwariskan secara turun-temurun.

Sedangkan jika membeli apartemen, Anda hanya memiliki satu unit apartemen atau ruang di dalamnya. Untuk status kepemilikan, yang Anda pegang adalah Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (HMSRS) atau strata title pada unit apartemennya saja. Dengan kata lain, yang Anda miliki 100% hanyalah bangunan unit apartemen yang Anda beli. Adapun fasilitas lain seperti kolam renang, parkir, fasilitas bermain anak, dan lain-lain, statusnya adalah milik bersama.

Pada dasarnya sertifikat tersebut merupakan pecahan dari Hak Guna Bangunan (HGB). SHMSRS biasanya dibuat sama seperti SHM biasa dengan warna sampul merah muda (bukan hijau). Jenis sertifikat ini memiliki kedudukan kuat dan bisa digadaikan di bank. Namun begitu, nilai apartemen sebagai jaminan kredit selalu lebih rendah dibanding rumah.

Anda mesti memperhatikan apakah sertifikat tersebut merupakan HGB murni atau HGB di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Umumnya status tanah untuk bangunan apartemen adalah HGB dengan jangka waktu tertentu. Misalnya 30 sampai 50 tahun. SHGB murni menandakan bahwa tanah tersebut milik developer. Jika masa berlaku sertifikat HGB habis, bisa diperpanjang lagi.

Sedangkan HGB di atas HPL bermakna tanah tersebut bukan milik developer melainkan kerjasama dengan pihak lain sebagai pemilik tanah. Otomatis posisi pembeli apartemen menjadi lebih lemah karena setelah waktu kerjasama habis, hak guna bangunan dan tanah kembali kepada pemilik lahan.

Karena itu sebelum membeli apartemen, pastikan Anda telah mengetahui persis status apartemen tersebut. Mintalah salinan buku tanah, surat ukur atas tanah bersama dan gambar denah apartemen.


""

Beli Rumah atau Apartemen, Hitung Biaya Perawatan

Hal penting berikutnya yang patut dipertimbangkan ialah biaya pemeliharaan. Jika membeli rumah, maka Anda harus menyiapkan biaya untuk pembangunan dan pemeliharaan yang ditanggung sendiri. Untuk berjaga-jaga, Anda bisa mengamankannya dengan kepemilikan asuransi. Selain itu Anda pasti juga harus membayar iuran keamanan, kebersihan, iuran RT, listrik dan sebagainya.

Kondisi ini berbeda dengan biaya apartemen yang sudah diakumulasi sekali untuk sebulan. Malahan ada pengelola apartemen yang menagih biaya perawatan per enam bulan sekali. Total biaya maintenance unit apartemen sudah tentu lebih mahal daripada perawatan rumah.

Anda perlu mengetahui berapa biayamaintenanceini sebagai bahan pertimbangan tentangcost-benefitpembelian apartemen. Jangan sampai nanti ketika sudah membeli, Anda terbebani dengan beban biayamaintenancesehingga mengganggu kesehatan finansial keluarga.

Baiknya, di apartemen Anda bisa menikmati berbagai fasilitas yang merupakan kepemilikan bersama atau strata title. Seperti kolam renang, gym, jogging track dan sebagainya. Fasilitas-fasilitas tesebut bisa digunakan bersama-sama dengan penghuni apartemen lain.

Keuntungan Beli Rumah

Agar pilihan lebih mantap, berikut kelebihan beli rumah yang patut Anda pertimbangkan. Pertama, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, membeli rumah sama artinya Anda membeli lahannya juga.Kepastian ini akan membuat Anda merasa lebih nyaman dan aman karena punya dua legalitas. Rumah beserta tanahnya.

Kedua, rumah punya kelebihan untuk dijual kembali dengan mudah. Bahkan tanpa dijual secara permanen, status kepemilikan rumah Anda bisa dimanfatkan untuk memperoleh dana saat kebutuhan mendesak. Caranya? (Sekolahkan( saja sertifikatnya ke pegadaian!

Memiliki rumah tapak juga memberi kebebasan untuk merenovasi kapan saja. Anda dapat merancang tata ruang yang menarik sesuai dengan kebutuhan dan keinginan. Misalnya ada ruang bermain khusus untuk anak, punya gazebo dan kolam kecil di taman, ada perpustakaan dan sebagainya.

Tak hanya meningkatkan kondisi bangunan, renovasi akan menaikkan nilai aset rumah Anda minimal 10% per tahun. Dengan kondisi bangunan yang sudah bagus, harga jual rumah akan lebih baik sewaktu-waktu Anda ingin menjualnya.

Kelebihan Apartemen Dibanding Beli Rumah

Tinggal di apartemen memang bisa menjadi alternatif menarik di tengah semakin mahalnya harga rumah tapak atau landed house.Memilih tinggal di apartemen dinilai masih memungkinkan seseorang untuk berdomisili cukup dekat dengan pusat kota.

Maklum saja, pada umumnya pengembang mendirikan apartemen di lokasi strategis serta dekat pusat kota dan perkantoran. Sangat cocok untuk Anda yang menginginkan proses transportasi bekerja yang tidak makan banyak waktu dan biaya.

Kedua, apartemen biasanya dibangun dengan berbagai fasilitas umum yang lengkap, tak kalah dengan perumahan mewah. Misalnya kolam renang, gym, jogging track, tempat spa, dan lainnya.

Ketiga, jika membeli apartemen, maka Anda tidak perlu repot mengurus soal kebersihan dan pemeliharaan unit apartemen. Semuanya akan menjadi tanggung jawab pengelola apartemen, Anda hanya perlu membayar service charge. Sangat cocok untuk Anda yang ingin serba praktis.

Dalam kaitan ini sangat penting Anda memperhatikan kredibilitas pengembang apartemen. Anda pasti sudah sering mendengar banyak kasus sengketa antara penghuni apartemen dengan manajemen atau pengelola hunian vertikal tersebut. Rajin-rajinlah meriset pengalaman orang yang sudah tinggal di sana. Apakah sering terjadi masalah?

Pastikan ketika membeli, Anda telah memperjelas syarat dan kondisi terkait aturan-aturan tinggal di apartemen, mulai dari perihal parkir kendaraan, aturan renovasi unit, dan lain sebagainya.

Keempat, membeli unit apartemen akan meningkatkan gengsi pemiliknya. Maklum saja, apartemen seringkali dianggap sebagai simbol kesuksesan, kemandirian finansial, serta status sosial yang tinggi.

Yang menarik,pilihan unit apartemen yang ditawarkan di pasar sekarang semakin beragam dengan rentang harga yang cukup terjangkau untuk tipe tertentu.Masih banyak apartemen yang dilepas dengan harga relatif murah di bawah Rp500 juta, dengan lokasi yang tidak jauh dari pusat kota. Bandingkan dengan rumah tapak yang harganya sudah jauh melampaui itu bila lokasinya tidak terlalu pinggir.

Beli Rumah atau Apartemen, Telusuri Rekam Jejak Pengembang

Untuk menghindari risiko kerugian di masa depan, jangan lupa telusuri siapa pengembang yang membangun hunian tersebut. Saat akan membeli rumah,sangat penting bagi konsumen untuk menjatuhkan pilihan terhadap satudeveloper terpercaya.

Paling tidak ada 3 faktor yang bisa Anda jadikan indikator untuk memilih pengembang yang bisa dipercaya. Masing-masing adalah faktor kredibilitas, legalitas dan komitmen.

Kredibilitas perusahaan pengembang sangat penting karena dengan perusahaan inilah Anda melakukan hubungan hukum. Baik pada taraf pemesanan rumah dengan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) atau dengan akta jual beli (AJB) pada saat jual beli dilaksanakan kelak.

Dalam situasi pascaregulasi, faktor perusahaan pengembang semakin penting diperhatikan pembeli rumah. Oleh karenanya, relatif lebih aman jika Anda membeli rumah dari perusahaan pengembang yang sudahgo public.

Golongan pengembang ini lazimnya tidak terpengaruh oleh peraturan regulasi perbankan, karena mereka punya banyak alternatif sumber dana. Dengan demikian risiko keterlambatan pembangunan rumah tidak terlalu besar.

Legalitas terkait dengan sertifikat kepemilikan. Pastikan area tanah yang dibangun perumahan itu telah terbit sertifikat induknya. Sebagai konsumen, Anda berhak menanyakan dan melihat sendiri sertifikat ini.

Jika sertifikatnya ternyata diagunkan ke bank untuk keperluan proyek tersebut, tidak apa Anda bisa sedikit cerewet minta diperlihatkan Akta Pemberian Hak Tanggungan dan Sertifikat Hak Tanggungan.

Anda mesti paham, jika legalitas lokasi perumahan yang akan dibeli masih berupa izin lokasi, risikonya sangat tinggi. Untuk itu, tanyakan dulu copy induk sertifikatnya.Developeryang baik tidak akan segan-segan menunjukkannya.

Komitmen. Ketika mempromosikan perumahannya, biasanya pengembang menjanjikan berbagai fasilitas, mulai dari fasilitas rumah itu sendiri sampai fasilitas pendukung. Seperti pusat belanja,club house, fasilitas rekreasi, dan lain-lain. Namun dengan regulasi perbankan di sektor properti, mungkin saja pengembang mengabaikan fasilitas-fasilitas yang pernah dijanjikannya itu untuk menekan biaya.

Karena itu, sebaiknya Anda mengonfirmasi hal tersebut kepada pengembang agar mendapat kejelasan fasilitas apa saja yang akan didapatkan ketika menempati rumah.

Anda juga dapat membuat perjanjian dengandeveloperNterkait ketepatan waktu serah terima dan kualitas bangunan sebelum melakukanbooking fee. Bila pengembang menerapkan sistembooking feedan 20% DP akan hangus jika pembelian dibatalkan, Anda dapat membuat perjanjian dengan mereka. Misalnya, bila pengembang terlambat menyerahkan surat perjanjian jual beli (SPJB) maka mereka akan terkena denda 1/1000 dari nilai bangunan.

Tak beda dengan pembelian apartemen, Anda juga perlu mencari rekam jejak pengembangnya. Bila unit apartemen yang hendak Anda beli memang belum jadi, cari jejaknya di proyek-proyek apartemen sebelumnya. Jangan sampai Anda tidak mengetahui kredibilitas pengembang atau pengelola apartemen saat sudah akad jual beli.

Selain itu rajin-rajinlah meriset pengalaman orang yang sudah tinggal di sana. Apakah sering terjadi masalah. Anda sering mendengar kasus-kasus sengketa antara penghuni apartemen dengan manajemen atau pengelolanya, bukan? Jangan sampai terjadi pada Anda.

Pastikan ketika membeli, Anda telah memperjelas syarat dan kondisi terkait aturan-aturan tinggal di apartemen. Mulai dari masalah parkir kendaraan, aturan renovasi unit, dan lain sebagainya.


""

Beli Rumah atau Apartemen : Keputusan Finansial Besar!

Dengan menimbang hal-hal di atas, Anda bisa lebih jeli dalam memutuskan apakah akan membeli rumah atau apartemen. Baik rumah ataupun apartemen memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebelum memutuskan, alangkah baiknya Anda menyesuaikan dengan kebutuhan, tujuan, serta dana yang dipersiapkan.

Baik sebagai tujuan investasi maupun hunian tempat tinggal, Anda perlu mempertimbangkan semua hal dengan matang. Ingat membeli rumah ataupun apartemen merupakan keputusan finansial yang besar!