Ingin Pensiun Dini? Pola Finansial Ini Pantas Dipertimbangkan

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
23 November 2017

Anda sedang terpikir untuk mengajukan pensiun dini? 

Mungkin karena sudah bosan berkarya  di belakang meja selama beberapa dasawarsa terakhir, atau karena punya obsesi sejak muda, tidak sedikit orang berpikir untuk mengajukan pensiun dini dari tempatnya bekerja.

Sekilas, pensiun dini menyenangkan. Hemat biaya tidak mengalami stres yang terlalu besar akibat bekerja, kurang tidur, atau kurang waktu berolahraga.

Namun tunggu dulu, sebaiknya Anda tidak terburu-buru memutuskan. Jangan sampai keputusan pensiun dini ini didasarkan pada desakan keinginan alias nafsu belaka.

Pastikan kesiapan finansial seperti seperti tabungan, aset, dan investasi. Sebab jika tidak, bukannya menikmati waktu luang dengan tenang, bisa jadi Anda malah pontang-panting mencari sumber penghasilan untuk menutupi kebutuhan. (baca ini : kesalahan-kesalahan finansial yang menjadi faktor kegagalan untuk menua dengan sukses).

Kategori Pensiun Dini

Ada beberapa jenis pensiun dini. Yang pertama, pensiun dini yang ditawarkan perusahaan. Tawaran ini bisa diambil atau ditolak karyawan.

Kedua, pensiun dini yang ditetapkan perusahaan. Biasanya karyawan bersangkutan tidak memiliki kapasitas menolak keputusan tersebut.

Pensiun Dini yang Menggiurkan

Ketika tidak terikat lagi jam kerja dari 08.30 – 17.00, itu berarti Anda terbebas dari ritual menyambut pagi yang tergesa-gesa. Anda tidak perlu bersegera dalam barisan orang-orang yang menyongsong macet untuk menuju tempat kerja. Alangkah nyaman bekerja santai di rumah, dengan bantuan perangkat teknologi terkini.  

Pensiun dini juga bisa menghilangkan permasalahan-permasalahan yang sebenarnya penting dan tidak penting. Seperti peraturan perusahaan yang kurang pas, kebijakan atasan yang menurut Anda aneh, politik atau intrik dalam perusahaan, ketidakcocokkan dengan teman kerja, dan lain sebagainya.

Hal lain yang menggiurkan, Anda akan punya kebersamaan lebih banyak dengan keluarga.Anda juga punya lebih banyak waktu untuk bersosialisasi. Baik sosialisasi melalui online (media sosial) ataupun komunikasi langsung. 

Pensiun dini juga bisa untuk menebus kurangnya kesempatan pekerja untuk belajar sesuatu yang diinginkan selama ini.  Anda bisa menjalankan hal-hal yang disukai. Misalnya membangun bisnis sesuai tujuan hidup atau berkegiatan social.   Anda juga lebih mudah melakukan traveling  ke berbagai tempat tanpa harus mengambil cuti panjang. Liburan bukan hal yang sulit bagi seorang yang pensiun dini.

Risiko-risiko Pensiun Dini

Di balik keuntungan, ada pula kekurangannya.  Setelah tidak terikat waktu dan bekerja di luar kantor, biasanya tingkat toleransi Anda terhadap kemacetan dan kegiatan yang membuang-buang waktu menjadi lebih kecil. 

Jika Anda orang yang tidak pandai bergaul, pensiun dini dan bekerja di rumah bisa membuat bosan.  Adalah risiko yang besar jika Anda tidak tahu apa yang akan dilakukan setelah pensiun. Karena itu jangan sampai Anda memutuskan pensiun dini tanpa rencana apa pun.

Jangan pula ambil pensiun dini karena merasa disakiti oleh teman kerja atau perusaaan. Pensiun dini adalah keputusan serius dan harus diputuskan dengan kepala dingin, bukan dalam kondisi emosi.

Pensiun dini juga bisa menjadi malapetaka dalam keuangan keluarga, jika tidak Anda rencanakan dan persiapkan dengan baik. Sebelum memutuskan pensiun dini, sebaiknya Anda cek kondisi kesehatan keuangan, apakah Anda memiliki dana darurat sesuai dengan kebutuhan, memiliki proteksi jiwa dan kesehatan (asuransi), memiliki penghasilan dari investasi dan penghasilan pasif.

10 Step untuk Persiapkan Pensiun Dini

Baiklah, jika Anda memang sudah bulat memutuskan untuk mengambil pensiun dini, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebagai persiapan. (artikel terkait : Agar menua dengan sukses, apa yang perlu dipersiapkan? )

1. Lihat kondisi keuangan

Teliti kondisi keuangan Anda dengan baik, dengan melihat posisi kas dan juga saldo tabungan. Hitung segala utang dan juga berbagai tagihan yang Anda miliki, agar pelunasannya bisa diprioritaskan dalam pengeluaran yang akan datang.

2. Buat Ilustrasi Pensiun

Anda bisa berandai-andai, saat pensiun nanti mau menjalani hobi apa saja. Lebih baik jika hobi atau minat Anda bisa mendatangkan uang. Misalnya menjalani hobi di bidang kuliner, fesyen, koleksi barang-barang langka, asesoris, atau hobi produktif lainnya, yang semuanya bernilai ekonomis  dan  bisa dijadikan sumber penghasilan.

Jadikan gambaran tersebut sebagai motivasi agar semangat mencari pemasukan, terlepas dari besarnya dana pensiun yang diterima.

3. Rencanakan kondisi keuangan di masa mendatang

Anda perlu mengevaluasi cara dalam memanfaatkan uang. Misalnya untuk makan keluarga, memenuhi kebutuhan berpakaian, membayar cicilan rumah, dan lainnya.

Ini penting guna memahami bagaimana Anda menjalani hidup saat menjalani pensiun dini, dan menentukan berapa banyak uang yang harus diinvestasikan sebelum menjalaninya. 

Anda bisa mulai membuat sebuah perencanaan keuangan jangka panjang, di mana pengeluaran bulanan tidak akan Anda ambil dari gaji bulanan lagi. Soalnya jika pensiun dini, maka gaji bulanan Anda akan berhenti.

Beberapa pos pengeluaran kemungkinan akan berubah, seperti biaya transport ke kantor, biaya makan siang, dan juga berbagai biaya lainnya terkait pekerjaan di kantor.

Buat target keuangan yang akan dicapai di masa yang akan datang, karena  ini akan membantu Anda mengatur keuangan dengan sangat baik dan tepat.

Jika perencanaan yang Anda rancang dirasa belum mantap, tidak ada salahnya minta jasa perencana keuangan, atau menggunakan aplikasi keuangan untuk mengatur urusan finansial dalam mempersiapkan masa pensiun.

4. Lunasi semua cicilan bulanan    

Jika memiliki beban cicilan bulanan, Anda harus melunasinya segera. Sebab nanti saat pensiun, Anda tidak lagi memiliki gaji tetap untuk membayarnya setiap bulan.

Lakukan pelunasan dengan dana pensiun yang Anda terima. Jika tidak memungkinkan untuk melunasi semuanya, setidaknya anggarkan untuk pelunasan selama beberapa bulan ke depan hingga Anda memiliki penghasilan tetap kembali.

5. Lakukan penghematan

Anda juga harus membiasakan diri berhemat, sebab hal ini akan sangat membantu dalam mengelola dana pensiun dengan baik. Jangan belanjakan uang untuk hal-hal yang tidak begitu penting, terutama jika belum juga mendapatkan penghasilan pengganti dari gaji yang telah terhenti tersebut.

Lakukan penghematan pada beberapa pos pengeluaran yang bersifat tidak wajib, namun selalu penuhi kebutuhan pokok Anda dengan baik.

Hindari penghematan yang tidak masuk akal. Misalnya dengan cara mengurangi uang belanja dapur secara besar-besaran, atau mengurangi kebutuhan pokok secara signifikan. Tindakan berlebihan seperti itu justru akan menimbulkan kesulitan baru. 

6. Hati-hati dengan Dana Pensiun Anda

Ketika mengikuti mengikuti program pensiun dini, pegawai akan diberikan uang pensiun. Uang pensiun merupakan dana yang diberikan perusahaan kepada pegawai pensiun sesuai jabatan dan masa kerjanya, agar kehidupan finansial karyawannya lebih sejahtera.

Anda perlu keras terhadap diri sendiri saat memperoleh uang pensiun, sebab tak sedikit pegawai yang mengambil program pensiun dini merasa kaget karena tiba-tiba memiliki dana besar, sehingga lupa diri dengan tujuan pemberian pensiun itu. Gunakanlah uang pensiun secara bijak, dengan memilah antara keinginan dan kebutuhan.

7.  Alokasikan Dana Pensiun untuk Investasi

Alokasikan dana pensiun pada kebutuhan dan investasi yang tepat, agar Anda bisa mendapatkan penghasilan dari sana. Akan lebih baik jika dana itu anda investasikan sesuai bidang yang Anda kuasai.

Secara umum, investasi ini terbagi menjadi dua, yakni investasi jangka pendek dan jangka panjang. Investasi jangka pendek meliputi investasi saham dan obligasi, sedangkan investasi jangka panjang bisa berupa properti, lahan/tanah, dan lainnya.

Hal ini perlu dipertimbangkan dengan segera, agar setelah pensiun Anda memiliki kesibukan dan penghasilan yang mencukupi. Terutama jika tidak berniat mendati pekerjaan baru. 

Segala jenis investasi memiliki risiko sendiri. Karena itu, ada baiknya mempelajari segala risiko yang mungkin terjadi dalam berinvestasi.

Tentukan pula mana risiko paling kecil. Selain itu, pertimbangkan pula varian investasi agar lebih banyak dana yang dihasilkan, misalnya reksadana, deposito, dan lainnya.

Anda  tak perlu memikirkan investasi yang membingungkan dan tidak anda pahami dengan baik. Lakukan saja bisnis yang memang benar-benar sesuai dengan kemampuan dan memiliki prospek menjanjikan di masa mendatang.

Selain untuk mulai usaha, Anda bisa  mengalokasikan dana pensiun dapatkan untuk membeli aset tertentu yang memiliki nilai ekonomi baik di masa yang akan datang.

Misalnya membeli rumah atau tanah yang kelak bisa memberi nilai jual lebih tinggi dari sekarang. Pastikan Anda berinvestasi pada hal-hal yang menguntungkan. Namun yang paling penting adalah berinvestasilah pada bidang yang Anda kuasai dengan baik.

8. Tetap Menabung

Meski tidak memiliki penghasilan dari gaji bulanan lagi, namun bukan berarti Anda boleh berhenti menabung. Dana tabungan sangat penting untuk jaga-jaga jika sewaktu-waktu Anda mengalami masalah keuangan atau secara tiba-tiba ada kebutuhan mendesak. 

Sisihkan sejumlah uang bulanan Anda sebagai dana tabungan atau disisihkan untuk masa-masa pensiun. Caranya dengan menekan anggaran untuk kebutuhan yang bersifat tersier, semisal membeli mobil luks padahal anda sudah memiliki mobil, membeli motor sport model terbaru padahal ada sudah memiliki kendaraan roda dua sebelumnya, memberi gadget baru karena trend atau gengsi, dan lain-lain.

9. Cari Sumber Pendapatan Pasif

Pendapatan pasif adalah pemasukan yang tanpa melakukan kerja, uang akan datang. Misalnya bisnis penyewaan rumah, kost, rental mobil, dan lain-lain. Pendapatan pasif membuat waktu Anda lebih fleksibel. Jika keuntungannya melebihi kebutuhan dalam sebulan, tentu masa pensiun pun jadi lebih menyenangkan.

10. Menyisakan Dana Cadangan

Dana pensiun dari pensiun dini beserta uang hasil menabung dari penghasilan harus disisakan untuk cadangan. Dana cadangan ini berguna jika terjadi sesuatu hal tidak diinginkan. Misalnya ada anggota keluarga yang harus dirawat di rumah sakit ketika usaha anda akan dimulai.

Selain itu, dana cadangan ini juga bisa menjadi penolong saat usaha belum jalan, sehingga Anda dapat tetap bertahan hidup dengan dana cadangan ini. Dengan begitu, masa pensiun Anda pun menjadi lebih aman secara finansial.

Pensiun Dini, Pemasukan dari Mana? 

Seperti juga pensiun pada waktunya, orang yang mengambil pensiun dini otomatis akan kehilangan penghasilan aktif. Agar masa pensiun menjadi lebih tenang dan sejahtera, mestinya sejak Anda sudah mengoptimalkan  sumber penghasilan investasi dan sumber penghasilan pasif sejak masih bekerja. 

Penghasilan investasi adalah penghasilan yang didapat karena uang bekerja untuk Anda. Sementara sumber penghasilan pasif bisa didapatkan karena asset Anda bekerja. Sayangnya, kebanyakan orang dan mayoritas karyawan hanya fokus pada penghasjlan aktif. 

Tak ada kata terlambat, ada baiknya Anda mulai menyiapkan penghasilan investasi dan penghasilan pasif sejak sekarang. Beberapa pola finansial di bawah ini bisa Anda pertimbangkan.

1. Hidup dari Bunga Deposito

Anggap saja setelah dihitung, biaya hidup untuk pensiun Anda adalah sebesar Rp3,5 juta per bulan  yang berarti Rp42 juta per tahun. Bila Anda berfikir untuk menutupi biaya hidup itu sepenuhnya dari bunga deposito dengan bunga 6% per tahun maka dana deposito  yang perlu Anda miliki adalah sebesar  Rp700 juta!

Jika ini bukan pilihan Anda maka simak langkah berikutnya.

2. Hidup dari Usaha Kecil

Jika Anda berfikir ingin menghidupi masa pensiun dari usaha kecil, dengan biaya hidup Rp3.5 juta per bulan, coba kita pakai simulasi ini. 

Katakanlah rata-rata margin keuntungan bersih sekitar 15%, maka Anda perlu memiliki usaha dengan perputaran bisnis sebesar Rp23 juta rupiah per bulan. Itu artinya setiap hari Anda harus bisa mendapatkan omset sekitar Rp1.000.000. 

Untuk mencapai target itu, Anda perlu memikirkan berapa besar modal usaha yang dibutuhkan, serta bagaimana strategi marketing yang tepat. 

3. Kombinasi Bunga Deposito dan Usaha

Anda bisa saja mengkombinasikan pendapatan dari bunga depostio dan juga dari usaha kecil yang Anda jalani dari point 1 dan point 2. 

Pada intinya, pensiun dini perlu banyak pertimbangan dan perhitungan. Jika Anda sudah cukup nyali untuk mengambil keputusan,  buat perencanaan finansial secara hati-hati agar bisa menjalani masa pensiun dengan tenang.