Etika Utang kepada Teman

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
11 Oktober 2018

Pinjam uang teman memang menyenangkan. Selain karena pada umumnya tidak diberikan beban bunga, juga prosesnya yang mudah, cepat, tanpa agunan dan tanpa bunga..

Namun kenyataannya,  banyak kasus pertemanan berakhir tidak menyenangkan karena masalah utang piutang. Yang berutang tidak sadar untuk segera melunasi, sementara yang berpiutang tak enak hati menagih, padahal mungkin ia benar-benar sudah butuh. 

Bagaimana solusinya? Yuk, perhatikan etika utang kepada teman berikut ini, agar teman baik yang ada tidak berubah menjadi musuh di kemudian hari. 

Tipe Utang Piutang antar Teman 

Menurut Ligwina Hananto, lead financial trainer QM Financial, ada 3 macam hubungan utang-piutang antar teman.

1. Utang bisnis. Kalau teman Anda ingin pinjam uang untuk modal usaha, pertimbangkan berbagai kemungkinan. Yang namanya bisnis tidak selalu langsung untung, lho. Kalau usahanya dimulai dengan utang, saat bisnis seret, bayar cicilannya juga bisa macet. (Coba baca juga perbedaan antara Utang produktif vs Utang konsumtif)

2. Sedekah. Nah, coba pertimbangkan sekali lagi. Daripada menjadi utang yang bisa mengganggu hubungan batin pertemanan karena kemungkinan wanprestasi dengan berbagai alasan, mengapa tidak kita relakan saja sebagai sedekah? Kesanggupan  Anda tentang besarannya mungkin tidak sesuai dengan yang ia butuhkan, namun dengan keikhlasan dan saling pengertian, hal itu tetap akan membantunya. 

3. Utang karena terdesak kebutuhan. Untuk masalah ini, hati Anda akan banyak berperan.  Ketulusan hati mungkin akan mendorong keputusan Anda untuk memberi pinjaman. Tidak masalah, namun harap jangan abaikan beberapa syarat rasional di bawah ini ya. 

Syarat Utang-Piutang antar Teman

Sebelum benar-benar memberi utang kepada teman, pastikan beberapa syarat dan lakukan beberapa hal berikut ini 

1. Tujuan utangnya jelas. Saat teman Anda mengatakan mau pinjam uang, Anda harus mendapatkan alasan yang jelas. Uangnya akan dipakai untuk apa? Beberapa kasus  yang layak dibantu adalah kondisi darurat, misalnya sakit, atau untuk kebutuhan pendidikan. 

2. Ada komitmen pengembalian. Jangan sungkan untuk menanyakan kepada teman yang ingin pinjam uang, apa bukti kalau ia siap mengembalikan? Apakah ada jaminan? Lengkapi dengan jangka waktunya. Banyak kejadian, hubungan pertemanan rusak karena masalah utang piutang.  

3. Buat catatan. Sekalipun kepada teman, catatlah komitmen utang piutang itu secara tertulis. Di dalam ajaran Islam, utang dibawa mati. Karena itu Islam mengajarkan setiap transaksi utang piutang harus ditulis dan dipersaksikan.

Jadi saat orang yang berutang meninggal, ahli warisnya tahu berapa jumlah utang yang harus dibayar dan kepada siapa. Risiko inilah yang menjadi alasan untuk menegaskan pentingnya catatan hitam di atas putih atas utang piutang. 

4. Pinjami dalam bentuk uang tunai. Ingat-ingat prinsip ini,  berikan pinjaman hanya dalam bentuk uang tunai, bukan kartu kredit.

Juga jangan pernah mengijinkan nama Anda dipakai untuk meminjam kredit tanpa agunan (KTA). Anda harus ingat,  kalau terjadi wanprestasi, nama peminjamlah yang akan dikejar-kejar untuk membayar bunga dan cicilannya.  Bank tidak mau tahu siapa yang sebenarnya berutang karena yang mereka pegang namanya adalah Anda!

5. Punya perilaku keuangan yang baik. Anda harus perhatikan ini, peminjam yang punya kebiasaan keuangan baik akan mampu (dan mau) membayar utang dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Kesulitan keuangan yang dialami teman Anda hanya sementara karena ia mampu mengelola uang. InsyaAllah kkondisinya akan kembali membaik.

6. Buat rencana pembayaran. Setelah Anda yakin ingin memberi pinjaman uang kepada teman,  ajak ia duduk bersama untuk membicarakan rencananya pembayaran. Berikan beberapa alternative, misalnya diangsur dengan periode tertentu atau bagaimana. Buat kesepakatan kapan dia bisa mencicil utang Rp500 ribu rupiah dalam lima bulan, misalnya.

7. Ingatkan secara halus untuk bayar utang tepat waktu. Sebelum waktu gajian, selalu ingatkan dia untuk menyisihkan gaji guna membayar utangnya. Cara sekaligus untuk mengingatkan dia tentang prioritas utang yang wajib dibayar. 

8. Kumpulkan bukti pembayaran. Setelah kesepakatan berjalan, selalu buat bukti/ kuitansi pembayaran cicilan. Pastikan Anda dan dia sama-sama mengetahui sebagai bukti.

9. Tagih setelah lewat tenggat waktu. Jangan lemah dulu, sekalipun kepada teman! Uang itu hak Anda. Setiap utang harus dibayar dan piutnag harus ditagih. Ini adalah salah satu bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. 

Tagihlah setiap hari sebagai cara untuk menunjukkan ekspresi Anda membutuhkan uang tersebut. Jika Anda tidak menagih, bisa-bisa ia menganggap Anda tidak butuh uang tersebut dan ini bisa jadi preseden buruk di kemudian hari.

Setiap kali mengirim pesan tagihan atau periode cicilan, lakukan dengan bahasa yang sangat formal dan sopan. Kalau ia mengatakan belum bisa membayar, tagih dengan nominal lebih rendah. Tapi jika ia tetap tidak membayar, tak ada salahnya Anda mengingatkan kepada teman-teman lainnya bahwa teman ini harus dihindari dalam masalah utang piutang. 

10. Bantu edukasi pengelolaan keuangan pribadi. Jika Anda sudah terjebak dalam masalah utang –piutang antar teman seperti ini, semasih hubungan Anda baik, cobalah utarakan itikad baik ANda untuk mengajarkannya cara pengelolaan keuangan pribadi. Perkara utangnya? Kalau Anda ikhlas dan jumlahnya tidak terlalu besar, bisa saja di write-off. Atau kalau tidak, dijadwal lagi dengan kesepakatan baru yang sama-sama enak untuk kedua belah pihak.
 

Etika Berutang kepada Teman

Lalu bagaimana jika Anda yang justru butuh utang dari teman? Tinggal balik saja posisinya. Perhatikan beberapa etika berikut ini. 

1. Beri kepastian kapan akan membayar
Banyak orang yang utang kepada teman berkata akan mengganti uang yang dipinjam ketika usaha sudah jalan. Mestinya sebagai seorang sahabat, Anda harus memberikan kepastikan kapan tanggal pasti akan membayar pinjaman uang tersebut.

2. Jangan Memaksa
Banyak yang mencoba meminjam uang namun dengan paksaan (baik secara halus, dan secara terang-terangan). Beberapa paksaan yang sering digunakan antara lain adalah:
– Memaksa harus diberikan pinjaman sekarang juga
– Memaksa harus diberikan pinjaman yang nominalnya besar

3. Waktu yang enak untuk pinjam uang 
Ada beberapa orang yang sebelumnya tidak pernah datang bersilahturahmi, namun tiba-tiba datang untuk berhutang. Ini tentu tidak etis. Beberapa etika yang perlu dipelajari agar utang kepada teman yang hendak Anda lakukan dapat berjalan lancar. Beberapa sopan santu yang perlu Anda perhatikan antara lain; 
- Jangan pinjam uang ketika ekonomi keluarga yang hendak Anda pinjam sedang terpuruk
- Jangan mengutarakan keinginan pinjam uang ketika keluarga besar teman Anda sedang berkumpul
- Perhatikan juga waktu-waktu di mana secara umum keluarga memiliki banyak kebutuhan. Misalnya pada tahun ajaran baru, menjelang Ramadhan dan Lebaran, akhir tahun dan lain-lain

5. Komitmen untuk melunasi
Etika yang paling sering dilanggar adalah etika bahwa utang haruslah dibayar. Bahkan terdapat beberapa kasus di mana pihak yang berhutang jauh lebih galak daripada pemberi pinjaman. Pokoknya, jangan pernah menunda untuk membayar hutang-hutang Anda deh. Coba baca ini : 10 Langkah penting agar utang cepat lunas.

Sepakat ya, bahwa menjaga kepercayaan teman adalah hal yang sangat penting. Ingat, teman baik tidak mudah didapatkan. 

Saat hubungan itu diwarna ketegangan masalah utang piutang, Anda bisa kehilangan 2 hal sekaligus. Hilang teman, dan sangat mungkin hilang teman. Antisipasi di depan lebih baik ketimbang teman berubah menjadi musuh di kemudian hari. Amit-amit jabang bayi.