Kiat Keuangan

Baca artikel keuangan terkini.

Rekomendasi

Mempersiapkan Generasi Merdeka Finansial

Mempersiapkan Generasi Merdeka Finansial

Seperti sudah kita bahas kemarin, bisnis adalah salah satu jalur yang bisa diharapkan untuk berlari menuju kemerdekaan finansial.

Tidak hanya relevan diajarkan kepada generasi milenial yang mulai produktif, jalur ini sebaiknya juga diperkenalkan kepada anak-anak Anda yang belum dewasa.  Sejak dini anak harus dipersiapkan agar memiliki mental merdeka finansial. (Silakan baca dulu : 4 Jalur Merdeka Finansial yang Cocok untuk Milenials)

Anda harus ingat, saat sudah besar nanti anak harus mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dan mencari uang sendiri.Karena itu, penting bagi orang tua untuk mulai mengajarkan anak cara mencari uang yang halal.  Percayalah, dengan mengenalkan ilmu bisnis dari sekarang, Anda tengah menabalkan jejak positif bagi pembentukan karakter anak agar siap menyongsong tantangan masa depan. 

Bisnis adalah Jalan Rasul

Bagi Muslimin yang memahami sejarah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pasti paham, Nabi besar dan sebagian sahabat beliau merupakan wirausahawan. Perkara ini, Rasul bahkan sudah merintisnya sejak usia belia. Bayangkan, beliau sudah turut serta dalam kafilah dagang ke luar negeri sejak usia 12 tahun.

Lalu, bagaimana cara mengajarkan anak perihal bisnis sebagai jalur merdeka finansial ketika mereka masih suka bermain? Cara paling ampuh adalah dengan bermain sambil belajar.  Dikutip dari majalah Inc versi online, seorang motivator yang juga CEO Extreme Youth Sports (EYS), Duane Spires, menyebutkan ada beberapa langkah untuk mengajarkan anak berbisnis dan mengarahkannya agar berjiwa wirausaha. Berikut 7 di antaranya. 

1. Tanamkan Keyakinan untuk Meraih Goal 

"Apakah kalian tahu bahwa 80% goal yang ditulis itu besar kemungkinannya dapat terwujud? Itu sangat mungkin,” demikian Spires membuka sugestinya.

Mari tanamkan keyakinan Spires tersebut di benak anak. Coba minta anak menulis daftar "goal" impian mereka. Goal yang dimaksud adalah tujuan utama yang akan menjadi fokus perhatian anak untuk diraih. 

Sebagai orang tua, Anda bisa mengarahkan anak untuk membuat tujuan keuangan yang mungkin dicapai anak. Misalnya jika ia ingin punya tas ransel baru yang harganya cukup tinggi, berilah motivasi untuk mengumpulkan uang sejumlah tertentu.

Selain memberinya semangat, dalam pelaksanaannya Anda bisa membantu mereka menyusun step by step yang harus dilakukan untuk meraih goal tersebut. Sebelumnya, Anda juga sudah mengajak Anak untuk menelaah perlu tidaknya goal atas tujuan keuangan tersebut.(Coba baca juga : 5 Langkah Wujudkan Tujuan Finansial)

 2. Tunjukkan Anak Cara Melihat Peluang dan Mencari Solusi

Banyak orang tidak mendayagunakan potensi yang ada pada diri mereka, karena mereka kurang bisa melihat peluang disekitarnya. Karena itu, sangatlah penting untuk mengajarkan anak melihat potensi dan peluang yang ada pada diri mereka dan di sekitar. 

Bagaimana caranya? Tanyakan tentang hal-hal kecil yang terkadang mengganggu diri mereka. 

Sebagai contoh, sebagian anak merasa kesal jika mereka tidak mampu untuk mengambil barang dari tempat yang tinggi. Kemudian ajaklah mereka untuk berdiskusi bagaimana cara memecahkan masalah tersebut. Hal ini akan mengajarkan pada mereka untuk membuat solusi sekaligus memicu untuk berani mengungkapkan ide mereka.

Pujilah setiap usaha yang mereka lakukan untuk mencari solusi. Meski masalahnya kecil, atau ia tidak tuntas menyelesaikan masalah itu. 

Kebiasaan tersebut menurut Spires merupakan brainstrom solutions yang akan mengajarkan anak fokus pada solusi daripada masalah itu sendiri. Sehingga ketika kelak ia menjadi seorang wirausaha maka ia akan mencari solusi terhadap masalah yang ia hadapi.

3. Ajarkan Anak Berjualan agar Melek Finansial

Materi mengenai pengelolaan keuangan sangat jarang diajarkan disekolah-sekolah. Karena itu, sebagai orang tua Anda bisa mengajarkan cara-cara melek finansial kepada mereka. Misalnya dengan  mengajarkan cara berjualan, atau membantu Anda berjualan.

Ajarkan bahwa uang yang didapatkan itu bisa menjadi lebih banyak lagi dengan cara memutar untuk berdagang berikutnya. Untuk keperluan ini, Anda bisa membuatkan rekening khusus bagi mereka. 

Ilmu untuk berjualan bukan hanya harus dimiliki oleh seorang pengusaha, tapi di segala bidang karir. Dengan mengajarinya berjualan, Anda sekaligus menanamkan tingkat kepercayaan dirinya karena ia jadi tidak malu berkomunikasi dengan orang lain.

Bagaimana cara mengajarkannya? Ajaklah anak untuk berjualan mainan-mainan yang telah tidak terpakai dirumah, atau buku-buku bekas. Biarkan mereka untuk menentukan harga jual dari barang tersebut dan bantu mereka saat transaksi penjualan berhasil. Seperti menghitung uang kembalian, membungkus produk yang berhasil dijual dan berterimakasih kepada pembeli.

Kalau Anda punya usaha sendiri, bisa juga ajak mereka untuk ikut dalam rangkaian bisnis Anda. Libatkan pada proses-proses sederhana yang akan mengasah naluri berbisnisnya kelak. 

4. Ajak Anak Berfikir out of the Box

Mungkin  selama ini Anda merasa aman karena memiliki “anak baik” yang selalu patuh terhadap peraturan sekolah. Namun di sisi lain, Anda mesti sadar  ilmu sebagai pengusaha mengajarkan untuk berfikir di luar kotak dan menciptakan solusi yang unik dan lebih baik.  Karena itu,  biarkan anak berkreasi dan sebisa mungkin kaitkan hal itu dengan ide pemasaran.

Ajak anak mengamati poster, spanduk, iklan, dari suatu produk yang sama dari beberapa  perusahaan berbeda.  Tanyakan pada mereka, mana iklan yang lebih bagus dan apa alasannya. Anda akan terkejut dengan jawaban-jawaban mereka yang kadang tidak terduga. 

Setelah itu biarkan mereka berkreasi dengan membuat ajakan pemasaran serupa, baik dengan menggambar, ataupun meniru kalimat-kalimat iklan televisi.

Kreativitas sangat dibutuhkan untuk anak kelak ketika ia akan membangun usahanya. Sebagai seorang wirausaha ia harus mampu berpikir kreatif dan inovatif dalam membuat produk-produk dagangannya agar mempunyai keunikan dengan kompetitor lainnya.

5.  Ajarkan Leadership

Seorang pengusaha juga harus memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Ini berarti Anda harus mampu membangun karakter kepemimpinan mereka.  

Bagaimana cara mengajarkannya? Beri kesempatan kepada anak anda untuk memimpin temannya pada saat bermain. Selain itu, Anda juga bisa mulai memberinya tanggungjawab. Misalnya, setelah bangun tidur, dia harus merapikan tempat tidurnya.

6. Ajarkan Anak arti Kegagalan

Di sekolah mungkin ia selalu diajarkan bahwa kegagalan itu adalah suatu bencana. Namun di dunia bisnis, kegagalan bisa menjadi guru dan motivasi untuk perubahan yang sangat bagus. 

Jika anak Anda gagal, maka motivasilah mereka untuk belajar dari kesalahan dan untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan tersebut.

7. Tanamkan bahwa Berbagi akan Memberi kebahagiaan

Buat apa berhasil dalam suatu bisnis jika tidak bermanfaat bagi orang lain? Sangatlah penting untuk mengajarkan anak untuk bersedekah, sehingga ia tidak menjadi egois dan serakah. Tanamkan ide kepadanya bahwa berbagi kepada sesama akan memberikan kebahagiaan hidup.

Ajak mereka untuk memasukkan uang ke celengan – celengan masjid setiap kali mereka mendapatkan uang dari berjualan ataupun uang jajan dari anda. Ajarkan anak bersifat rendah hati.

Beri tahu bahwa harta atau benda yang ia miliki tidak sepenuhnya miliknya pribadi. Ada hak kaum miskin dan orang berkekurangan yang harus ia sadari.  

Kemandirian adalah Gen Merdeka Finansial

Siapapun pasti ingin anaknya mandiri dan sukses. Membentuk gen merdeka finansial jelas bukan jalan yang mudah. 

Ajarkan Anak selalu berfikir bagaimana menghasilkan uang, setiap kali ia minta mainan baru. Ajak anak berfikir bagaimana cara menghasilkan uang agar bisa membeli barang tersebut. Hal ini akan meningkatkan daya kritis dan daya kreativitas mereka.  

Dengan cara itu pula, ia juga akan paham susahnya mencari uang dan semakin berhati-hati membelanjakannya. 

Yuk, antar anak ke gerbang kemerdekaan finansial!
 

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
16 Agustus 2018