Cara Hemat

Baca artikel keuangan terkini.

Rekomendasi

Trik Hemat Naik Gunung

Trik Hemat Naik Gunung

Ada yang sedang merencanakan naik gunung dalam waktu dekat?

Selain butuh persiapan fisik dan mental yang kuat, mendaki gunung juga butuh modal biaya yang cukup besar. Mulai untuk membeli peralatan naik  gunung, biaya transportasi, logistik, tiket masuk, sewa guide dan porter serta perintilan lainnya. Besar kecilnya tergantung destinasi dan rencana perjalanan yang dilakukan. 

Anda mesti tahu, satu kali naik gunung bisa menghabiskan biaya dalam skala jutaan rupiah. Yang sudah berpengalaman mendaki gunung mungkin sudah mahir mencari trik-trik hemat untuk menyiasati kendala tersebut.

Namun bagi pemula, tentu butuh banyak referensi untuk menghemat pengeluaran. Termasuk informasi pemilihan waktu yang tepat.

Selengkapnya, berikut  beberapa tips hemat yang bisa Anda pelajari sebelum melakukan pendakian. 

Survey Sebelum Naik Gunung

Penting bagi Anda untuk melakukan survei mengenai gunung yang akan dituju. Cari informasi sebanyak dan selengkap mungkin mengenai jarak, transportasi, berikut tiket hingga jasa porter dan guide di sana. 

Informasi ini bisa Anda tanyakan kepada teman atau kerabat yang sudah lebih dulu mengunjungi gunung tersebut. Kalau tidak bisa juga Anda browsing di internet

Anda juga akan lebih hemat pengeluaran jika naik gunung yang tidak terlalu tinggi. Gunung dengan ketinggian di bawah 1.500 mdpl dapat  didaki dan dituruni dalam waktu relatif cepat, sehingga biaya yang Anda butuhkan juga  lebih bisa ditekan. 

Pilih Waktu Low Season untuk Naik Gunung

Jangan salah, destinasi pendakian juga mengenal istilah low season dan high season seperti destinasi wisata pada umumnya. Kalau memungkinkan, akan lebih baik Anda naik gunung di luar musim liburan, karena hal ini akan berimbas pada biaya. Bisa Anda pilih sebelumnya atau setelahnya.

Maklum saja, untuk naik gunung paling tidak Anda harus memperhitungkan biaya transportasi. Terutama biaya untuk membeli tiket jika destinasi pendakian itu jauh dari kota Anda. Selain itu, Anda akan bisa lebih menikmati perndakian karena suasana gunung juga biasanya lebih sepi. 

Namun perhatikan, sebaiknya  hindari waktu di musim hujan demi kenyamanan dan keselamatan. 

Beli Alat Naik Gunung yang Prioritas

Sebenarnya apa saja peralatan yang dibutuhkan dalam pendakian? Coba Anda catat checklist ini. Ransel, sepatu, baju trekking, celana trekking, jaket, sweater polar, buff, senter, headlamp, matras, sleeping bag, tenda, kompor, alat masak dan alat makan. (artikel terkait : checklist terakhir untuk liburan akhir pekan)

Membeli semua alat dalam waktu bersamaan tentu sangat memberatkan. Anda bisa menghabiskan biaya yang cukup besar. Menurut seorang pendaki jumlahnya bisa sekitar Rp2,3 juta – Rp3,3 juta. 

Lalu, bagaimana cara menekan budget pengeluaran untuk membeli peralatan pendakian tersebut agar tetap bisa naik gunung? Ada beberapa cara yang bisa Anda tempuh. 

Pertama, membeli bertahap. Belilah perlengkapan pribadi yang paling esensial.Urusan ransel masih bisa dipinjam dari orang lain yang sudah terbiasa mendaki, karena biasanya mereka sudah punya peralatan yang cukup lengkap. Tapi sepatu dan jaket tentu tidak bisa saling tukar/dipinjamkan.

Kalau mau dapat harga murah, Anda bisa berburu alat pendakian di pameran outdoor yang kerap memberikan diskon seperti Indofest. Kalau tidak, coba berburu di situs mancanegara,  atau tempat lelang. 

Kedua, meminjam.  Agar lebih mudah, bergabunglah dengan komunitas sehingga lebih banyak relasi yang dapat diajak sharing peralatan sekaligus pengalaman.

Ketiga, menyewa. Ada cukup banyak tempat penyewaan alat gunung yang menyediakan ransel, kompor, sleeping bag dan peralatan lain. Cara ini cukup meringankan beban biaya Anda sebelum mampu membeli semua peralatan secara lengkap. 

Naik Gunung Rame-rame

Semakin banyak orang yang ikut dalam grup mendaki, semakin banyak pengeluaran yang bisa dibagi. Dengan demikian, beban biaya setiap individu pun dapat ditekan.

Alat-alat pendakian yang bersifat kelompok bisa dibeli secara patungan, Misalnya, tenda kompor, gas dan alat masak lainnya. Selain peralatan, hal lain yang bisa ditanggung bersama adalah biaya transport menuju kaki gunung yang akan didaki. 

Untuk mengurangi biaya tersebut Anda bisa mencoba menggunakan kendaraan motor. Anda bisa menyewa mobil namun secara beramai-ramai dan tentu saja hal ini akan sangat membantu untuk menekan budget yang keluar.


 

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
10 Agustus 2018