Tips Keuangan Bagi Pasangan yang Masih Nebeng Orang Tua

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
09 Oktober 2018

Karena berbagai alasan, ada saja pasangan yang setelah menikah masih harus tinggal bersama orang tua salah satu pihak. Entah karena orang tua tidak ada yang menemani, belum mampu membeli rumah sendiri, atau berbagai alasan lain. 

Kenyataannya, tinggal bersama orang tua semasa bujangan dengan setelah berkeluarga ternyata jauh berbeda. Salah bersikap, bisa mengakibatkan ketegangan psikologis yang tidak bagus dalam hubungan dengan orang tua. Termasuk untuk masalah financial. Kenyamanan hidup bersama orang tua seringkali membuat kita tidak teruji. 

Bagaimanapun juga, setelah menikah Anda sudah punya keluarga kecil sendiri. Sudah sewajarnya Anda berani mandiri dan bertanggungjawab sesuai peran masing-masing dalam rumah tangga. Tanpa kesadaran untuk mandiri, Anda bisa kelabakan kalau tiba-tiba ada masalah terkait keuangan. Apalagi kalau sejak pernikahan Anda berdua tidak punya kesadaran untuk menurunkan gaya hidup yang dijalani semasa bujangan. 

Bagaimana sebaiknya mengelola keuangan bagi pasangan yang masih nebeng orang tua? Ikuti beberapa tips berikut ini. 

1. Turunkan gaya hidup lajang

Salah satu kekurangan masih tetap tinggal bersama orang tua walaupun sudah menikah  adalah tanpa sadar gaya hidup kita biasanya menjadi tinggi. Mengapa tinggi? Karena penghasilan yang Anda peroleh saat ini hanya digunakan untuk konsumsi. Secara psikologis, bawah sadar pikiran Anda menangkap seolah-olah semua penghasilan boleh dihabiskan. 

Pola pikir keuangan seperti ini ke depan bisa menjadi masalah saat Anda berdua memutuskan untuk tidak lagi nebeng orang tua. Soalnya dalam praktiknya, menurunkan biaya hidup jauh lebih sulit ketimbang meningkatkannya. 

2. Bikin kesepakatan dengan pasangan

Anda sudah punya pendapatan sendiri, baik dari gaji kerja sendiri atau pasangan.  Jangan sampai orang tua masih menanggung biaya hidup anaknya yang sudah menikah. Miris lagi kalau Anda berdua masih suka asyik-asyikan hang out, perawatan mahal di salon, ngopi-ngopi cantik, tanpa ikut memikirkan biaya rumah sehari-hari. 

Karena itu, sejak awal menikah, Anda sudah harus membicarakan perihal keuangan keluarga ini dengan pasangan. Cari kesepakatan, berapa jumlah yang mampu Anda tanggung untuk ikut berbagi dalam pengeluaran rumah tangga. 

3. Diskusi keuangan dengan orang tua

Sampaikan dengan baik kepada orang tua, bahwa Anda berdua akan ikut berbagi pengeluaran sesuai kemampuan. Misalnya untuk pembayaran rekening listrik rumah, internet dan TV kabel, iuran kebersihan, gaji asisten rumah tangga  dan lain-lain.  

Jujurlah pada orangtua atau mertua mengenai kondisi keuangan yang Anda miliki. Jika memang Anda dan suami tengah ada keperluan mendadak atau biaya tak terduga, mungkin Anda bisa mengurangi 10-20 % dari pengeluaran rutin yang biasa Anda kontribusikan per bulan

Sesekali ajak orangtua untuk pergi liburan bersama atau sekedar makan di luar. Hal ini sebagai bentuk terima kasih dan membuat mereka nyaman. 

4. Ringankan pekerjaan orang tua

Bukan hanya berbagi dan berkontribusi secara finansial, biasakan pula untuk ikut serta menjaga kebersihan rumah dan membantu melakukan pekerjaan rumah tangga, terutama kalau tidak ada asisten rumah tangga. 

Apalagi kalau Anda sudah memiliki buah hati, jangan jadikan mereka babysitter. Kalau Anda berdua bekerja seharian di luar, usahakan sebisa mungkin menyisihkan penghasilan untuk menggaji  pengasuh anak.   Kalau terpaksa sekali dititipkan kepada orang tua, sepulang kerja cepet ambil alih lagi anaknya, dan biarkan orang tua istirahat. 

5. Sisihkan gaji untuk investasi

Salah satu sisi negatif saat masih nebeng orang tua adalah Anda bisa tidak memiliki asset karena semua asset adalah milik orang tua, bukan milik Anda berdua. 

Tidak percaya? Coba perhatikan di  seantero rumah, mana yang merupakan milik Anda. Furnitur, alat-alat elektronik, kendaraan? Kalaupun ada, asset itu biasanya merupakan asset konsumtif yang tidak bagus sebagai simpanan. 

Karena itu, usahakan selalu menyisihkan sebagian dari penghasilan Anda berdua untuk  dana masa depan. Kalau mau gampang, setiap kali gajian, minta pihak bank untuk mengalihkannya sebagai produk investasi.

6. Jangan lupa dana darurat

Begitu juga dana darurat, jangan pernah lupa untuk menyisihkannya. Jangan sampai ketika ada keluarga kecil Anda mendapatkan masalah, Anda masih merepotkan ornag tua.  Akan lebih baik kalau Anda juga menyisihkan dana untuk asuransi keluarga

7. Rencanakan beli properti untuk masa depan

Persiapkan juga rumah atau investasi properti lainnya sebagai salah satu tujuan keuangan Anda dan keluarga. Gunakan kondisi tinggal dengan keluarga sebagai kelebihan karena Anda lebih mudah melakukan cicilan untuk pembelian secara kredit. Mumpung masih daam kondisi serba nyaman, kencangkan sedikit ikat pinggang Anda untuk keperluan masa depan.