Cara Cerdas Berbagi Angpao Lebaran

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
13 Juni 2018

Lebaran, biasanya identic dengan angpao bagi anak-anak. Maklum saja, pada momen istimewa ini biasanya berkumpul hampir seluruh anggota keluarga besar dari berbagai penjuru.  

Dan… itu bisa berarti ada “kewajiban” memberi salam tempel alias angpao dari saudara dan kerabat  yang lebih tua. Kemungkinan besar termasuk Anda.

Sebagai orang dewasa,  momen ini sebenarnya merupakan kesempatan yang sangat tepat untuk mengajarkan anak atau ponakan cara mengelola uang serta mengajarkan sikap tanggungjawab.

Pasalnya, kebanyakan anak pada usianya belum punya cukup kebijaksanaan dalam membelanjakan uang. Tanpa bimbingan orang dewasa, bisa-bisa mereka menghabiskannya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. 

Karena itu, Anda mesti bijak saat berbagi uang kepada para ponakan. Apa saja yang perlu diperhatikan saat mempersiapkan angpao lebaran? Ikuti beberapa tips di bawah ini.

1. Ikhlas!
Ikhlas adalah syarat mutlak saat Anda memiliki niat berbagi angpao lebaran. Dengan niat ikhlas, uang yang Anda berikan kepada para ponakan akan membawa berkah dan manfaat bagi para penerimanya. 

Ikhlas di sini juga bermakna tidak mengungkit-ungkit (nominal uang) yang telah kita berikan. Juga bukan karena berharap (anak) kita nantinya juga mendapatkan (balasan) yang sama. Intinya kalau udah memberi, ya sudah, lupakan saja!

2. Jangan memaksakan diri
Membagikan angpao lebaran memang bukan kewajiban tapi bagian dari budaya kita dengan tujuan mempererat tali silaturrahmi. Juga sebagai ungkapan syukur atas limpahan rejeki selama ini. Kita bisa mengukur seberapa besar kemampuan kita dalam berbagi dilihat dari income per-bulan dan pengeluaran utama kita.

Tidak masalah jika hanya mampu memberi sedikit asal ikhlas. Jangan khawatir, anak kecil tidak akan melihat berapa nominal uang yang ia dapatkan dari tangan Anda. Berapapun yang ia dapatkan, ia akan sangat senang. Jangan sampai karena masalah angpao, Anda jadi bangkrut.  


3. Adil
Bersikap adil di sini bermakna memberikan sesuatu sesuai dengan kebutuhan atau porsinya. Hal ini sangat penting karena setiap orang pada tingkatan umur atau jenjang pendidikan yang berbeda akan memiliki kebutuhan yang berbeda pula. 

Anda mungkin memiliki sepupu atau keponakan dengan beragam usia. Mulai dari balita, duduk di bangku TK, SD, SMP, SMA, atau kuliah.  Kebutuhan mereka tentu berbeda-beda pula. Jangan samakan antara yang masih SD dengan yang kuliah. 

Contohnya, ponakan yang yang masih SD bisa Anda berikan amplop berisi Rp10.000,00 ; SMP Rp25.000,00 ; SMA Rp50.000,00 ; dan yang kuliah Rp100.000,00.  

Anda juga bisa melihat pada tingkat ekonomi mereka. Anak yang kurang mampu boleh kita lebihkan dengan tujuan meringankan beban orang tuanya.

Apabila Anda memiliki saudara, sepupu, keponakan, atau tetangga yang non-muslim, jangan lupa untuk memberi angpao juga kepada mereka. Agar mereka turut merasakan berkahnya Idul Fitri.

4. Jangan Lupa Masukkan Amplop 
Namanya juga angpao pasti dimasukkan ke dalam amplop. 
Waktu Anda kecil mungkin terbiasa mendapatkan uang lebaran tanpa amplop sehingga Anda atau saudara bisa melihat nominalnya langsung. Namun seiring perkembangan zaman, banyak yang mengadopsi sistem angpao dari orang-orang Tionghoa dan munculnya beragam amplop-amplop angpao yang lucu nan menarik.

Percayalah, dengan amplop-amplop yang lucu-lucu itu, anak-anak kecil lebih tidak peduli berapa nominal uang di dalamnya. Perhatian mereka akan lebih tertuju kepada amplop yang diterima.

Memasukkan uang ke dalam amplop angpao kemudian membubuhkan nama penerima di atasnya itu sebenarnya lebih untuk menjaga "keikhlasan" dan kepraktisan.

Kita pasti sudah memiliki list siapa saja yang akan menerima angpao tersebut dan nominal uang yang sesuai dengan tingkat kebutuhan mereka. Ini juga cara untuk menjaga agar tidak ada list yang terlewat.

5. Manfaatkan untuk Edukasi FInansial 
Tips terakhir ini sepele tapi banyak dilewatkan oleh sebagian besar orang. Anak-anak kecil, terutama yang masih TK atau awal-awal masuk SD, pada umumnya belum tahu mengenai penggunaan uang yang tepat. Mereka tahunya uang untuk beli jajan, mainan, atau baju.

Mungkin waktu kecil saat menerima uang dari nenek, Anda mendapatkan pesan uangnya boleh untuk beli es lilin, atau permen loli.  Dan Anda pasti sudah merasakan efeknya. Uang lebaran itu benar-benar amblas untuk dibelikan berbagai jajanan sesuka anak kecil. 

Kini pada posisi sebagai “pemberi angpao lebaran” mengapa tidak Anda manfaatkan untuk menyampaikan pesan tentang cara cerdas berfinansial kepada generasi masa depan ini?  Sembari mengulurkan angpao lebaran, cobalah menyampaikan pesan finansial yang bermanfaat. (Baca juga : Jurus ajarkan anak mengelola angpao liburan)

Misalnya, sarankan uangnya ditabung. Atau untuk membeli buku tulis dan alat sekolah karena  setelah lebaran langsung masuk tahun ajaran baru. (Simak ini juga : 5 Cara efektif ajarkan anak menabung sejak dini)

Kepada yang lebih besar atau sudah kuliah, sarankan agar digunakan utnuk membeli kertas HVS 5 rim, misalnya. Atau untuk membeli paket internet guna browsing bahan-bahan skripsi yang diperlukan agar cepat kelar.  

Sekalian  pada saat bersamaan, Anda bisa menitip doa akan mereka juga mendoakan Anda. “Doakan tante banyak rezki, ya..” atau ehhm,.. ”Doakan tante segera ketemu Om baik buat kamu, ya..”  

Sederhana tapi anak-anak itu adalah pengingat yang baik dan secara tidak langsung Anda telah mengajarkan tentang pengelolaan uang. So, menyisipkan nasihat memang ga ada salahnya dilakukan. 

Selamat lebaran dan selamat berbagi angpao. Mohon maaf lahir batin.