Begini Cara Klaim Asuransi Kebakaran Mobil

Aisyah
Aisyah
26 September 2017

Berita kebakaran mobil menjadi viral setelah beredar video Honda Brio terbakar di sebuah perumahan di kawasan Bekasi, beberapa waktu lalu. Mobil tersebut mengeluarkan api di bagian kap mesin padahal kondisinya sedang parkir dan mesin mati.

Mari bicara dari sisi asuransi; apakah mobil yang terbakar bisa diklaim? Jawaban atas pertanyaan ini tergantung dari jenis premi yang diikuti oleh pemilik mobil.

Jika yang ia miliki adalah asuransi jenis All Risk atau Comprehensive, pihak asuransi menjamin hampir semua risiko yang terjadi sewaktu-waktu pada kendaraan. Baik kecelakaan besar ataupun kecil, termasuk kebakaran. Sedikit atau banyaknya klaim yang dibayarkan tentu saja disesuikan aturan yang berlaku.

Untuk pemilik polis Total Loss Only (TLO), asuransi hanya akan menjamin jika tingkat kerusakan kendaraan di atas 75%. Artinya jika mobil terbakar dan biaya penggantiannya tidak sampai 75%, klaim asuransi tidak akan diganti. (artikel terkait yang bisa Anda baca : seluk-beluk memilih asuransi mobil).

Hal ini berdasarkan asas indemnity atau indemnitas. Asas imdenitas dalam asuransi menyatakan bahwa pembayaran klaim berupa ganti rugi mutlak sebesar kerugian yang diderita. Jadi tertanggung tidak dibenarkan mencari atau mendapatkan keuntungan alias memperkaya diri melalui klaim asuransi.

Klaim Asuransi Kebakaran Mobil yang Ditanggung

Pada dasarnya mobil terbakar bisa mendapatkan ganti rugi dari pihak asuransi. Hal itu tertuang dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia pasal 1 mengenai Jaminan terhadap Kendaraan Bermotor. Namun begitu, pihak asuransi tidak serta-merta memberikan tanggung jawab sebelum mengetahui penyebab. Di-cover atau tidaknya klaim oleh asuransi, akan dilihat melalui pengembangan kasus yang terjadi.

Mengacu kepada aturan tersebut, kebakaran bisa ditanggung asuransi karena beberapa sebab berikut. Pertama akibat benda lain yang berdekatan atau tempat penyimpanan kendaraan bermotor. Juga kebakaran yang diakibatkan oleh sambaran petir. Termasuk yang akan diganti adalah pemusnahan seluruh atau sebagian kendaraan bermotor atas perintah pihak yang berwenang dalam upaya pencegahan menjalarnya kebakaran itu.

Kalau kebakaran terjadi karena penyebab lain seperti ganti audio, atau pemasangan aksesoris kendaraan lainnya, jika Anda tidak melapor sebelumnya, asuransi hanya akan mengganti sesuai kondisi awal. Tanpa laporan, pihak asuransi tidak mengetahui apa yang telah diubah dalam mobil tersebut. Karena itu, untuk setiap modivikasi apapun pada mobil miliknya, pemilik polis mestinya melapor kepada pihak asuransi karena telah melakukan perubahan spek.

Dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor pasal 3 no 2 disebutkan, pertanggungan (asuransi) tidak menjamin kerugian dan atau kerusakan kendaraan bermotor atau biaya yang langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh, akibat dari ditimbulkannya oleh berikut ini.

2.1. barang dan atau hewan yang sedang berada di dalam, dimuat pada, ditumpuk di, dibongkar dari atau diangkut oleh Kendaraan Bermotor.

2.2. zat kimia, air atau benda cair lainnya, yang berada di dalam Kendaraan Bermotor kecuali merupakan akibat dari risiko yang dijamin Polis.

Oleh karena itu, mobil yang terbakar akibat penggunaan parfum di dalamnya, sebagai contoh, siap-siap merugi karena asuransi tidak akan bersedia meng-cover klaim. Termasuk kasus kebakaran karena melakukan isi daya ponsel baik melalui powerbank, maupun car lighter.

klaim asuransi yang ditanggung

Prosedur Klaim Asuransi Mobil Terbakar

1. Laporkan kejadian kepada penanggung. Laporan pendahuluan ini bisa disampaikan secara lisan atau surat, telepon, faksimili dan lain-lain. Untuk beberapa asuransi, Anda bisa melaporkan kejadiannya melalui contact center.

Untuk asuransi Garda Oto, dari Asuransi Astra misalnya, Anda bisa menghubungi Garda Akses 1 500 112 yang dapat membantu 24 jam ataupun mengunjungi kantor cabang atau Garda Center terdekat. Tinggal diberitahukan di mana rongsok mobil itu berada. Perlu dicatat, pelaporan kerugian harus dilakukan selambat-lambatnya tiga hari kerja setelah kejadian, seperti yang tercantum dalam polis.

2. Mengisi laporan keterangan tertulis dalam blanko yang telah disiapkan oleh penanggung (perusahaan asuransi). Laporan ini memuat ihwal yang Anda ketahui mengenai kerugian/kerusakan yang diakibatkan oleh peristiwa tersebut.

3. Menyerahkan dokumen pendukung klaim kepada penanggung. Untuk kelancaran proses klaim, pastikan Anda telah mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan dahulu. Antara lain fotokopi Polis Asuransi, fotokopi STNK Kendaraan, fotokopi SIM Pengemudi dan keterangan dari kepolisian setempat. Juga foro-foto kerugian, laporan dari kepolisian.

4. Setelah menerima pemberitahuan adanya kerugian, penanggung akan melakukan penelitian mengenai keabsahan (validitas) polis. Yaitu apakah penanggung memiliki kepentingan atas obyek yang mengalami kebakaran. Apakah kebakaran terjadi dalam masa waktu pertanggungan. Serta apakah premi telah dilunasi.

5. Dari hasil survei akan diketahui apakah klaim merupakan kasus sederhana atau rumit.

6. Bila kasusnya sederhana, klaim asuransi akan ditangani sendiri oleh perusahaan. Namun jika rumit atau jumlahnya cukup besar, atau klaim memakan waktu lama, maka claim assessment diserahkan kepada penilai kerugian asuransi atau biasa disebutloss adjuster yang ditunjuk oleh penanggung. Proses ini diberitahukan kepada tertanggung.

7. Baik untuk kasus klaim yang ditangani sendiri maupun oleh loss adjuster, tertanggung harus tetap menyediakan dokumen-dokumen pendukung lainnya.

8. Tahap selanjutnya, penanggung mempelajari laporan dari loss adjuster.

Sebab Klaim Asuransi Mobil Terbakar Ditolak

batas waktu klaim asuransi mobil

Pada dasarnya, prosedur klaim semua asuransi sama yaitu melalui bukti-bukti yang harus dikumpulkan oleh pemilik polis. Bisa tidaknya klaim di-cover oleh pihak asuransi, terlebih dahulu harus dilihat dari penyebabnya.

Beberapa pengajuan klaim ditolak oleh pihak asuransi karena tidak sesuai dengan klausul dalam perjanjian awal. Sayangnya, pemilik asuransi pada umumnya tidak membaca secara detil semua klausul tersebut. Berikut ini beberapa penyebab mengapa klaim asuransi kebakaran mobil ditolak.

1. Batas waktu. Klaim asuransi dapat tertunda atau bahkan tertolak bila pengurusan klaim melebihi waktu yang telah ditentukan di dalam polis. Asuransi selalu memberikan batas waktu tertentu untuk pengurusan klaim. Lewat dari itu, klaim bisa ditolak. Klaim asuransi mobil harus segera diurus karena batas waktunya pendek. Ada yang memberi batas 3 x 24 jam, ada yang 5 hari kerja.

2. Dokumen pengemudi tidak lengkap. Mulai dari fotokopi polis asuransi, fotokopi SIM dan STNK, dan tentu saja formulir pengajuan klaim semua harus lengkap. Surat keterangan dari polisi juga dibutuhkan bila terjadi kerusakan berat. Selain itu, foto juga menjadi salah satu bukti saat hendak mengajukan klaim ke asuransi.

3. Pengemudi melakukan pelanggaran hukum. Alasan lain yang membuat klaim asuransi ditolak adalah bila pemegang polis melakukan tindakan melanggar hukum. Klaim pemilik asuransi comprehensive bisa saja ditolak jika terbukti kebakaran mobil itu terjadi akibat kecelakaan yang bermula karena mengemudi secara ugal-ugalan atau melanggar lalu lintas. Hal yang sama juga berlaku bila pemegang polis tidak memiliki SIM saat berkendara, parkir di sembarang tempat, dan mabuk.

4. Wilayah kejadian tidak termasuk di dalam kontrak. Polis asuransi mungkin saja memasukkan klausul mengenai wilayah ke dalam kesepakatan. Klaim hanya dilayani bila kejadian terjadi di wilayah tertentu saja. Bila seseorang mengasuransikan kendaraannya di Indonesia dan polis menyatakan klaim hanya bisa diajukan bila ia kecelakaan di Indonesia, berarti klaim akan ditolak bila ia mengalami kecelakaan di luar negeri.

Pahami Ini Agar Klaim Asuransi Kebakaran Mobil Tidak Ditolak

sebab klaim asuransi ditolak

Ketika memilih asuransi mobil all risk (comprehensive) atau total loss only (TLO), setiap pemilik mobil tentu punya alasan sendiri. Sayangnya banyak yang belum memahami benar kedua jenis asuransi tersebut. Karena itu banyak yang kemudian merasa kecewa ketika asuransi all risk ternyata tidak menanggung semua risiko.

Hal itu sebenarnya tidak perlu terjadi jika pemilik polis mencermati betul kondisi-kondisi yang menjadi faktor disetujui atau tidaknya klaim asuransi. Baca dengan detil produk yang Anda bayarkan setiap bulan, pahami setiap definisi maupun penjelasan dalam klausul-klausulnya.

Memang dibutuhkan waktu untuk mempelajarinya karena kebanyakan bahasa hukum sulit dipahami orang awam. Jika ada yang dirasa sulit diterima, bertanyalah sedetil-detilnya kepada pihak asuransi atau orang hukum. Pemahaman ini akan sangat berguna jika suatu saat Anda perlu mengajukan klaim. Lebih baik antisipasi daripada menyesal, bukan?