Agar THR PNS Tidak Sekadar Lewat

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
18 April 2018

Ada kabar gembira bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).  Pemerintah  sudah mengumumkan, Lebaran ini akan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk PNS dengan jumlah lebih besar dari biasanya.  Komponen THR yang akan mereka dapatkan bukan hanya gaji pokok (gapok), namun juga memasukkan tunjangan kinerja (tukin). 

Seperti dijelaskan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur, pencairan THR akan dilakukan sebelum lebaran yang jatuh pada 15-16 Juni 2018. 

Kabar ini tentu menyejukkan di tengah tingginya biaya hidup sekarang. Kendati  masih lama, jaminan adanya THR ini tentu membuat para  PNS bernafas lega karena sudah jaminan terhadap kebutuhan lebaran mereka. Maklum saja, Ramadhan dan Lebaran identik dengan naiknya kebutuhan hidup, baik dari jumlah maupun nominal karena Idul Fitri biasanya juga diikuti naiknya inflasi. 

Tapi eits, tunggu dulu. Jangan dulu membayangkan diskon-diskon di pusat perbelanjaan yang biasanya digelar meriah setiap menjelang Lebaran.  Anda mesti hati-hati mengelola euphoria ini. 

Benar, diskon dan promo belanja lebaran yang ditawarkan supermarket, toko online bahkan travel fair sekilas menjanjikan keuntungan besar terhadap perputaran cash flow . Namun Anda mesti hati-hati, jangan sampai uang kaget ini habis tanpa menyisakan manfaat bagi keuangan di masa mendatang,

Biasanya, orang akan tergiur dengan promo tersebut lantaran merasa aman akan mendapatkan uang lebih dari THR. Karena pikiran ini, ia rela menghabiskan uangnya untuk berbelanja, bahkan ada yang sampai berutang.

Pemikiran seperti ini tentu saja tidak tepat. Financial Planner dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Sutikno mengimbau, sebelum uang THR ada di tangan, sebaiknya tahan diri untuk berbelanja, Kecuali jika keadaan darurat. 

"Kalau berasa mau punya uang, apalagi dapat THR gaji plus tukin, biasanya orang-orang kasbon duluan. Ada yang cicilan, kadang-kadang kita terlalu kreatif, padahal ini salah,"  ujarnya seperti dilansir detikfinance.

Rencana Keuangan Khusus THR

Lalu bagaimana agar THR tidak sekadar lewat? Agar lebih bermanfaat, Mike menyarankan agar PNS membuat perencanaan khusus THR untuk investasi yang lebih produktif. Hal ini jauh lebih bermanfaat dalam jangka panjang, ketimbang hanya untuk konsumsi hari raya. 

Saran Mike cukup simpel, pisahkan antara gaji pokok dan tukin yang ada dalam THR. Kemudian manfaatkan tukin seluruhnya untuk yang sifatnya investasi, sementara untuk keperluan Lebaran gunakan sisa THR.  

"Nah untuk kebutuhan sehari-hari, buat bayar listrik, makan, ongkos kerja kan bisa pakai gaji biasa di bulan itu," tambahnya. 

Agar lebih hemat, Anda bisa memanfaatkan berbagai fasilitas promo dari kartu kredit untuk belanja lebaran. Kartu kredit Mega Visa Platinum  misalnya, menawarkan  program diskon hingga 50% setiap tahun. Kartu kredit ini dirancang dengan diskon di semua kategori belanja.  

Investasi THR

Untuk pilihan investasinya tergantung dari besaran dana tukin yang diterima. Jika di atas Rp5 juta, Mike menyarankan, bisa ditempatkan ditempatkan di deposito atau reksa dana. "Kalau belum mengerti investasi ya paling aman deposito yang mungkin 12 bulan atau lebih," imbuhnya. (Coba baca : Menabung atau Investasi, Mana yang Lebih Menguntungkan?)

Jika tukin yang diterima di bawah Rp5 juta maka Mike menyarankan dibelikan emas. Namun harus diingat, emas hanya bermanfaat untuk menahan gerusan inflasi setelah disimpan minimal 3 tahun. "Kalau emas setelah tiga tahun baru terasa keuntungannya. Lagi pula bagi orang awam investasi beli emas terasa lebih aman karena barangnya dia pegang," tambah Mike.

Terakhir, bisa dimanfaatkan untuk tabungan pendidikan anak hingga perguruan tinggi, misalnya dengan membeli asuransi pendidikan. (Simak juga : Manfaatkan THR Lebaran untuk Hal Anti Mainstream). 

Okay, kuncinya hanya satu. Jangan kalap ketika ada uang.