8 Jurus Ajarkan Anak Kelola Angpao Liburan

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
20 Desember 2017

Liburan seperti ini adalah kebahagiaan sendiri bagi anak-anak. Bukan semata karena libur dari kegiatan belajar di sekolah, momen liburan biasanya juga merupakan kesempatan untuk beremu sanak saudara.

Dan… itu bisa berarti juga ada salam tempel alias angpao dari saudara dan kerabat  yang lebih tua. Tak heran, seperti halnya saat hari raya, anak biasanya  memiliki banyak uang saat liburan. 

Sebagai orang tua, momen ini adalah kesempatan yang sangat tepat untuk mengajarkan anak cara mengelola uang serta mengajarkan sikap tanggungjawab.  Pasalnya, kebanyakan anak pada usianya belum punya cukup kebijaksanaan dalam membelanjakan uang. Tanpa bimbingan Anda, bisa-bisa mereka menghabiskannya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat..

Bagaimana caranya?  Anda bisa menerapkan beberapa poin berikut untuk ajarkan anak cara mengelola  angpao.

1.    Ajarkan Anak Konsep Uang. 

Banyak orang tua yang tidak menjelaskan konsep uang kepada anak, dengan alasan masih terlalu kecil, atau takut menjadi mata duitan. Anggapan seperti ini sebenarnya tidak tepat. 

Pengenalan konsep uang, mestinya dilakukan sedini mungkin. Setidaknya ketika si kecil sudah berusia tiga tahun, atau ketika anak sudah mulai minta dibelikan sesuatu.Saat itu adalah waktu yang tepat untuk mengajarkan konsep dasar mengenai uang yaitu sebagai alat pembayaran. 

Mulailah dengan mengenalkan anak pada berbagai macam uang. Seperti uang kertas, uang logam, serta perbedaan nominal masing-masing. Anda juga bisa membelikan permainan “uang-uangan” untuk mereka.
 

2.    Ajarkan Anak Menyimpan Uangnya sendiri

Beri kepercayaan kepada anak untuk menyimpan uang yang didapatkannya tersebut, Dengan demikian anak akan memiliki tanggung jawab pribadi, selain itu anak juga akan mengerti pentingnya mengendalikan diri sendiri.

3.    Ajarkan Anak Rencana Keuangan

Perencanaan keuangan sebenarnya bisa Anda terapkan sejak dini. Caranya dengan melibatkan si Kecil saat Anda sedang merencanakan untuk membeli sesuatu. Biarkan ia mendengarkan, bahkan meniru apa yang Anda buat dalam rencana keuangan tersebut. 

Ajak anak berdiskusi tentang angpao yang bakal mereka terima. Jelaskan bahwa angpao itu hadiah dari sanak saudara yang harus digunakan sebaik mungkin.

4.Bantu dan Ajarkan Anak Bijak Berbelanja   

Coba tanyakan pada Si Kecil, adakah keinginannya untuk membeli sesuatu. Bila iya, Anda bisa mengatakan bahwa angpao tersebut bisa digunakan karena memang haknya. Namun sebagai orang tua, Anda wajib mengarahkan agar barang yang dibeli tidak mubazir.

Beri pemahaman kepada anak, bahwa tidak semua barang dapat dibeli oleh uang yang didapatkan sang anak. Selain itu anda juga ajarkan batasan-batasan dalam membelanjakan uang agar si anak tidak boros.

5.    Ajarkan Anak Menabung Angpao

Anda juga bisa memberi pengertian pada Si Kecil untuk menyimpan angpao tersebut ke dalam celengan atau tabungannya. Sehingga saat ia akan membeli sesuatu yang memang sudah menjadi keinginannya sejak lama, maka uang tabungan tersebut dapat digunakan. (artikel terkait : Cara Efektif Ajarkan Anak Menabung)

Ini merupakan salah satu cara  agar anak memahami konsep menabung. Dengan menabung, Anda mengajarkan anak untuk bisa mengelola keuangan sendiri dan berdisiplin diri untuk menahan sifat konsumtif. Anak juga akan belajar dalam membuat prioritas dalam hidupnya. (perihal cara memilih tabungan anak, silakan buka pada artikel sebelumnya), 

6. Ajarkan Anak Prioritas Keuangan. 

Anda tentunya tidak ingin Si Kecil menjadi konsumtif bukan? Nah, inilah saatnya Anda bisa memberi pengertian tentang perbedaan kebutuhan dan keinginan.

Katakan pada anak, bahwa kebutuhan adalah hal utama dan penting yang harus dibeli. Misalnya, membeli tas karena tas yang lama sudah rusak.

Sedangkan keinginan adalah sesuatu dimana Si Kecil masih bisa menunda untuk membeli sebuah keperluan karena ternyata belum diperlukan saat ini.

Misalnya, saat ia ingin punya suatu jenis mainan, ajarkan anak bahwa apakah mainan yang masih ada sudah rusak, atau hanya karena ingin sama seperti teman-temannya.

Kalau memang begitu, lebih baik Anda ajarkan anak untuk menabung sebelum membeli apa yang diinginkannya.

7.     Ajarkan Anak Beramal dengan Angpaonya

Tahukah Anda, anak-anak secara alami sudah punya naluri untuk membantu orang lain?.

Untuk itu Anda hanya perlu memberikan kesempatan untuk melatih kebiasaan beramal kepada anak dengan menjelaskan kepada mereka, bahwa angpao yang diperoleh saat liburan lebih baik dan bermanfaat untuk orang lain yang membutuhkan. 

Tanamkan jiwa sosial pada anak sejak dini dengan mengajarkan saling berbagi kepada sesama. Dari sini anak akan belajar bersimpati dan peduli kepada sesama.

8.    Ajarkan Anak Berwirausaha

Anda juga bisa mendidik anak agar mandiri dengan cara mengajarkan berwirausaha kecil-kecilan seperti jualan kue, es mambo, jualan mainan atau lainnya. Ajarkan juga cara menghitung laba rugi secara sederhana. 

Namun jangan lupa terus mengawasinya. Dengan demikian, anak akan menjadi mandiri dan mengerti cara mengatur keuangan. Selamat memberi teladan!