4 Jalur Merdeka Finansial yang Cocok untuk Milenial

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
14 Agustus 2018

Duluu... kakek nenek kita memekikkan slogan “merdeka atau mati”  saat berjuang merebut kemerdekaan bangsa dari penjajahan kolonial. Kini 73 tahun berselang, apakah Anda sudah merasakan kemerdekaan dalam sektor finansial? 

Sebelum masuk dalam pembahasan ini, mati kita dulu apa yang dimaksud dengan merdeka finansial

Merdeka Finansial = Pegang Duit Banyak? 

Banyak orang menghubungkan merdeka finansial dengan kondisi  mapan secara finansial dalam arti selalu memegang uang dalam jumlah banyak. Padahal punya uang banyak juga belum tentu merdeka secara finansial lho. Banyak yang justru karena memegang uang banyak, tingkat stresnya juga semakin banyak. 

Ada juga yang menghubungkan merdeka finansial dengan pensiunan dan persiapan dana pensiun. Sebenarnya tidak terlalu salah, namun kalau saat pensiun masih punya problem finansial, apakah itu berarti merdeka finansial? Tentu tidak.(artikel terkait ; Merdeka Finansial, Siapkan Senjata Anda Sekarang Juga)

Anak Muda  Sudah Bisa Merdeka Finansial

Financial planner Aidil Akbar menerjemahkan arti merdeka finansial dengan mengurainya satu per satu.  Merdeka artinya bebas, lepas bisa melakukan apapun dan kapanpun, apa aja dan di mana saja, dan tidak terikat ke satu institusi atau perusahaan. Sementara finansial jelas berhubungan dengan keuangan.

Jadi menurut dia, merdeka finansial diartikan dengan kebebasan melakukan apapun, tanpa kekhawatiran memikirkan kondisi keuangan Anda atau besok mau makan apa.  

Dengan terminologi itu, sekalipun dihubungan dengan yang, menurutnya tidak serta merta Anda harus kaya raya dulu untuk bisa merdeka secara finansial. “Merdeka finansial memberi Anda opsi apakah masih akan terus bekerja atau bebas melakukan apa yang Anda inginkan," paparnya.

Jadi, lanjutnya lagi, untuk merdeka secara finansial Anda tidak harus menunggu menjadi tua dan pensiun dulu. Karena sebenarnya banyak anak muda yang sebenarnya sudah merdeka secara finansial, tapi mereka tidak mengetahuinya. 

Argumennya, anak-anak muda sekarang, terutama generai milenials, lebih bisa ekspresif dalam terhadap apa yang ingin mereka kerjakan. Sementara generasi lebih tua (gen X) masih terikat dogma dan aturan yang dibawa orang tuanya mengenai karir dan pekerjaan apa yang bisa menghasilkan uang.

Itulah sebabnya para orang tua sering sangsi terhadap cara kerja anak-anaknya. “Emangnya kerjaan itu bisa dipake buat hidup?”

4 Jalur Merdeka Finansial

Nah, pertanyaanya adalah bagaimana caranya bisa merdeka secara finansial? Aidil memberikan  clue melalui 4 jalur yaitu : bekerja freelance, investasi, bisnis dan aset produktif. Bagaimana penjelasannya?

1.  Bekerja Freelance
Bekerja secara freelance atau paruh waktu menurut Aidil sudah memenuhi unsur merdeka (bebas dan tidak terikat). Syaratnya tentu secara finansial, pekerjaan tersebut sudah mampu dipergunakan untuk memenuhi semua kebutuhan (keluarga).  (Bca juga : Sehat Finansial ala Freelancer)

“Ketika anda bekerja paruh waktu untuk satu atau beberapa institusi dan Anda menyukai pekerjaan itu, sebenarnya Anda juga Merdeka Finansial. Mengapa? Karena di saat itu nominal kompensasi finansial menjadi tidak penting lagi. Anda pun tidak takut untuk tidak mendapatkan bekerjaan karena Anda selalu bisa menemukan proyek-proyek baru yang bisa Anda kerjakan,” paparnya.

2. Investasi
Cara lain untuk mencapai Merdeka Finansial adalah dengan cara berinvestasi. Investasi bisa dalam bentuk apapun. Syarat utamanya adalah produk investasi tersebut, baik dalam bentuk produk keuangan atau investasi yang lain, harus bisa memberikan hasil atau return di atas inflasi. 

Return atau hasil investasi di atas inflasi sifatnya wajib agar memastikan investasi Anda bisa terkumpul dan berkembang. Ketika investasi Anda sudah berkembang dengan nilai yang besar, di saat itu Anda bisa menentukan apakah sudah Merdeka Finansial atau belum. 

3. Bisnis
Mempunyai bisnis atau usaha yang sudah berjalan dengan sendirinya atau dijalankan dengan sistem atau orang lain juga salah satu indikator bahwa anda Merdeka secara Finansial. Ketika bisnis sudah berjalan sendiri atau secara sistem atau sudah ada yang menjalankan, maka tugas Anda hanya monitoring bisnis tersebut dan memastikan berjalan dengan baik dan benar. 

4. Aset Produktif
Aset produktif yang bisa menghasilkan uang juga termasuk ke dalam salah satu cara agar Anda bisa menjadi Merdeka Finansial. Aset produktif bisa berupa kendaraan yang Anda sewakan atau jadi taxi online, atau properti (rumah, apartemen, dan lain-lain) yang juga bisa disewakan. Selain itu asset-aset lainnya yang bisa menghasilkan uang secara regular juga termasuk ke dalam kategori ini.

Bagaimana, sudah siap melajut menuju kemerdekaan finansial?