4 Aturan Manajemen Rekening Keluarga

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
28 November 2017

Satu hal yang mesti diingat oleh pasangan baru, sejak awal berumah tangga hendaknya keduanya  sudah membuat kesepakatan tentang pembagian pengeluaran keluarga.

Misalnya, suami bertanggungjawab untuk pengeluaran makro dan jangka panjang. Seperti membayar KPR dan kredit kendaraan bermotor, investasi, serta asuransi (jiwa, pendidikan dan kesehatan keluarga). 

Sementara istri, berperan dalam pengeluaran mikro dan jangka pendek serta menengah. Misalnya, belanja kebutuhan pokok sehari-hari, pembayaran tagihan bulanan, tabungan, arisan,  liburan serta amal keluarga. 

Salah satu bentuk pengelolaan keuangan keluarga yang banyak ditempuh keluarga baru adalah mengatur peruntukan masing-masing pos pengeluaran dalam rekening tersendiri.  Manajemen rekening ini sangat berguna untuk penyusunan dan evaluasi anggaran keluarga (family budgeting) yang wajib dilakukan secara berkala. Mulai dari rencana jangka pendek, menengah hingga panjang.

Manajemen Rekening Butuh Berapa Account? 

Menurut perencana keuangan, Pandji Harsanto, tidak ada yang mengharuskan spesifik berapa rekening yang perlu kita miliki dalam pengelolaan keluarga. Yang penting kita memiliki alasan jelas mengapa harus menabung sekian atau investasi sekian. 

Sayangnya, menurut Pandji, banyak orang yang masih belum jelas, apa alasan mereka menabung ataupun investasi, berapa besarnya dan untuk apa. Pandji menjelaskan bahwa adanya manajemen rekening dapat membantu kita untuk mengelola aset lancar dengan lebih baik. 

Manajemen Rekening #1 : Bedakan  Simpanan dengan Tabungan

Nah, sebelum itu mari mencoba menjawab pertanyaan ini.  Anda tahu bedanya simpanan dengan tabungan? Apakah Anda memiliki rekening untuk dana darurat? Kalau tiba-tiba ingin liburan, dari rekening mana uang akan diambilkan? Apakah sudah tersedia rekening untuk bersenang-senang?

Untuk menjawab itu, Pandji memulai dengan perbedaan simpanan dan tabungan. Menurut Pandji, simpanan biasanya merupakan pos  rekening yang digunakan untuk kebutuhan harian atau bulanan. Simpanan ini bisa juga merupakan payroll atas penghasilan kita. 

Sedangkan tabungan, biasanya merupakan rekening yang ditujukan untuk suatu tujuan. Misalnya untuk dana darurat ataupun tujuan keuangan tertentu. Pos ini bisa dialokasikan dalam bentuk rekening bersama. (Baca juga artikel mengenai rekening bersama dalam Danaxtra selanjutnya).  

Untuk rekening tabungan, menurut Panji, nilainya harus mencukupi. Terutama untuk menutupi biaya administrasi bulanan dibandingkan dengan keuntungan dari bunganya. Jangan sampai tabungan itu nilainya semakin lama semakin menurun karena biaya administrasi. 

Misalkan, jika besaran bagi hasil setelah dikurangi pajak sebesar 6% per tahun. Sementara biaya administrasi bulanan Rp20 ribu per bulan atau Rp 240 ribu per tahun. Maka besarnya tabungan hendaknya tidak kurang dari Rp4 juta. 

Penjelasannya begini. Dana Rp4 juta dikali 6% =  Rp 240 ribu. Jumlah inilah yang digunakan untuk membiayai biaya administrasi bulanan tersebut. 

"Jadi, jika Anda punya banyak rekening tabungan tapi nilainya terus tergerus biaya administrasi, sebaiknya ditingkatkan saldonya. Kalau tidak cari tabungan yang biaya administrasinya minim ataupun tanpa biaya administrasi," ujarnya menyarankan.

Manajemen Rekening #2 : Atur Dana Darurat dan  Dana Investasi 

Bila sudah menetapkan tujuan keuangan, seperti berinvestasi atau dana darurat, ada baiknya memang menggunakan beberapa rekening bank untuk tujuan yang berbeda.

Misalnya, saat ini ada bank-bank tertentu yang menyediakan layanan yang memudahkan investasi seperti autoinvest per bulan. Rekening tersebut sangat membantu kita untuk disiplin menyisihkan investasi. 

Jika berniat berinvestasi, Pandji mengingatkan agar memiliki terlebih dahulu dana darurat. Untuk dana darurat ini, bisa diletakkan pada rekening khusus yang di luar rekening simpanan Anda. Misalnya pada rekening bersama. (baca juga artikel lain yang menjelaskan situasi perlunya pemisahan rekening suami istri ).

Intinya jika Anda memiliki dana darurat, pastikan dua hal. Pertama, rekening tersebut mudah untuk diakses. Dan kedua, ketika rekening tersebut sudah digunakan untuk kebutuhan darurat, segeralah untuk mengisi kembali rekening tersebut.

Manajemen Rekening #3 : Jika Perlu, Bikin Rekening Hura-hura

Bagaimana jika tiba-tiba ada keinginan untuk liburan?  Panji menyarankan sebaiknya tidak menggunakan dana dari rekening darurat. 

Kunci dari perencanaan keuangan yang baik adalah disiplin, menggunakan rekening sesuai dengan peruntukannya. Sangat tidak bijak menggunakan dana darurat untuk keperluan konsumtif dan hura-hura.

Jika Anda sadar kelemahan diri dalam melawan keinginan konsumtif, tidak ada salahnya membuat rekening khusus untuk bersenang-senang. Namun pastikan Anda membuat aturan untuk rekening ini. 

Pertama, asal rekening ini sudah Anda isi sejumlah anggaran tertentu, Anda bebas menghabiskannya untuk menikmati liburan atau kegiatan konsumtif tanpa perasaan bersalah. Kedua,  jangan pernah memenuhi kebutuhan ini dari rekening lain. 

Manajemen Rekening #4 : Segera Transfer Begitu Terima Payroll

Jadi begitu menerima payroll dari penghasilan, Panji menyarankan agar secepatnya Anda transfer dan mengalokasikan untuk rekening dana darurat, rekening investasi, dan rekening hura-hura. 

“Dengan begitu, Anda punya alasan yang jelas mengapa memiliki rekening tersebut dan berapa besaran yang dibutuhkan untuk mengisi masing-masing rekening," ujarnya. 

Pada dasarnya cara mengatur keuangan di setiap keluarga akan berbeda tergantung dari kesepakatan awal. Seperti apapun nantinya Anda akan mengaplikasikan manajemenin rekening dalam keuangan keluarga,  semua harus bisa dipertanggungjawabkan.

Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat.