Your Financial Life, Simplified

Baca artikel keuangan terkini.

Berita Keuangan

Waspadai Diabetes pada Remaja dan Anak
Berita Keuangan

Waspadai Diabetes pada Remaja dan Anak

Suka ngopi di kafe? Suka ngemil yang manis-manis dan berkarbohidrat tinggi? Main gawai suka lupa waktu? 

Hati-hati ya, guys, penyakit Diabetes Melitus (DM) kini tidak hanya mengancam orang dewasa.  Beberapa tahun terakhir, penderita diabetes pada remaja, orang muda dan anak-anak  juga semakin banyak ditemukan. Data International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan, saat ini ada sekitar 425 juta orang di dunia mengidap diabetes. Dan dari jumlah tersebut, lebih dari 1 juta penderita adalah kalangan anak dan remaja di bawah usia 20 yang mengidap diabetes tipe 1.

Jumlah ini terus meningkat dan akan menjadi beban global. Karena itu, kalau tidak segera ditanggulangi, jumlah penderita diabetes diperkirakan akan meningkat menjadi 629 juta pada 2045. Pada saat yang sama, jumlah orang dengan gangguan toleransi glukosa berisiko tinggi menjadi diabetes jumlahnya juga cukup tinggi. Yaitu lebih dari 325 juta jiwa.

Pada hari diabetes sedunia ini, yuk kita pelajari faktor-faktor yang menjadi risiko diabetes di kalangan milenial dan jadikan sebagai kewaspadaan.  

Gaya Hidup dan Prevalensi  Diabetes pada Remaja dan Anak

Meningkatnya prevalensi diabetes pada remaja dan anak, muncul seiring dengan meningkatnya tingkat obesitas.

Anda pasti sadar dong,  bagaimana gaya hidup kebanyakan anak milenial yang modern dan serba instan? Coba evaluasi, apakah selama ini sudah mempraktikkan gaya hidup sehat seperti aktivitas fisik yang cukup, asupan makanan seimbang, dan diet yang benar? 
 
Coba periksa, apakah Anda punya kebiasaan ngopi di kafe, minum kopi dengan susu atau kopi dengan pemanis dan berbagai varian rasa menantang lainnya. Termasuk  makanan kecil yang memiliki kandungan gula tinggi. 

Belum lagi ngemil jajanan yang tampak menarik dan menambah selera makan. Padahal makanan tersebut, kebanyakan mengandung gula atau tinggi lemak serta diolah dengan cara yang tidak tepat. Seperti banyak menggunakan gula, santan, dan minyak.  

Penyebab lain munculnya potensi diabetes pada remaja adalah kurang istirahat dan jarang melakukan aktivitas fisik. Gaya hidup seperti ini sangat dekat dengan keseharian anak-anak dan generasi milenial yang ke mana-mana tidak mau ketinggalan gawai. Mereka bisa menghabiskan waktu dengan duduk, bermain gawai disertai memakan berbagai cemilan hingga berat badan naik tidak terkontrol.

Gejala Diabetes pada Remaja dan Anak

Sebelum masuk ke gejala yang terlihat, mari ketahui dulu tentang penyakit diabetes. Diabetes melitus atau dikenal dengan singkatan DM merupakan gangguan metabolik pada fungsi pancreas (organ yang terletak di belakang lambung). 

Gangguan tersebut bisa terjadi karena sistem kekebalan salah dalam melawan ancaman yang membahayakan tubuh. Alih-alih melawan kuman yang masuk, ia malah menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas sehingga pankreas tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah yang memadai. Akibatnya, kadar glukosa dapat meningkat tinggi. Hal ini dikenal dengan diabetes tipe 1 atau penyakit autoimun diabetes. Sementara diabetes tipe-2 disebabkan karena sel-sel tubuh kurang sensitif hingga tidak mampu lagi merespon insulin.
 
Insulin merupakan hormon yang dilepaskan oleh kelenjar pankreas. Berfungsi membantu membantu tubuh menyerap glukosa dari aliran darah ke sel tubuh agar kadar gula darah tetap terkontrol dan digunakan sebagai energi. Sel dalam tubuh manusia membutuhkan glukosa agar dapat bekerja dengan normal. Jika fungsi insulin terganggu, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa. Akibatnya, glukosa menumpuk dalam darah sehingga kadar gula darah bisa menjadi sangat tinggi.  

Gejala Diabetes pada Remaja dan Anak

Dr Rochsismandoko, SP. PD, KEMD, FINASIM, FACE Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Endokrin Metabolik dan Diabetes Omni Hospitals Alam Sutera memaparkan bahwa kita dapat mengetahui apakah seseorang menderita DM 2 melalui beberapa gejala.

Antara lain rasa haus yang berlebihan dan mulut menjadi kering, sering berkemih, sering merasa kekurangan energi hingga kelelahan yang ekstrim. Juga kesemutan pada anggota tubuh seperti rasa kesemutan pada kaki dan tangan, ada infeksi jamur berulang kali yang terjadi pada kulit, serta penglihatan kabur dan lambat penyembuhan jika terjadi luka.
 
“Gejala pada DM tipe 2 sebenarnya lebih mudah dikendalikan dengan gaya hidup sehat dan memantau kadar glukosa dalam darah. Masalahnya, penderita acap kali tidak menyadari dia sudah mengidap diabetes. Jika pun sudah menyadarinya seringkali cenderung diabaikan karena penyakit ini berlangsung dalam jangka waktu lama,” paparnya.

Sementara pada anak, ada beberapa tanda fisik yang menunjukkan gejala diabetes. Antara lain, sering merasa haus, lebih sering buang air kecil hingga ngompol. Juga sering merasa lapar, dan walau sudah makan dalam porsi banyak, tetapi berat badan terus menurun dalam waktu singkat. 

Tanda lainnya, anak sering merasa lelah dan lesu. Menurutnya, ini terjadi karena tubuh tidak mampu mengolah gula menjadi energi sehingga anak mudah lelah, mudah marah, dan sering murung. Selain itu, ia juga mengingatkan kewaspadaan Anda jika menemukan infeksi jamur pada area vagina anak perempuan atau ruam popok karena jamur pada bayi.

“Jika gejala-gejala tersebut di atas terlihat pada anak Anda, segeralah konsultasi ke dokter anak atau ahli gizi sebagai langkah terbaik mengenal dan menangani gejala penyakit diabetes. Meski gejala pun tidak dikenali orang tua, jika dibiarkan, dapat berkembang menjadi penyakit komplikasi serius dan merusak organ tubuh serta jaringan,” ujar dr Rochsismandoko.

Menurutnya, jika orang tua memiliki riwayat Diabetes Melitus (DM) maka anak berpotensi juga mengidap DM karena faktor genetik. Anak dengan diabetes tipe 1 sangat bergantung pada insulin dari luar yang dimasukkan ke dalam tubuh setiap hari untuk mengontrol kadar gula darahnya agar tetap seimbang.

Masih kata dr Rochsismandoko,  bila Ibu memiliki gangguan imun dan menyerang sel penghasil insulin dan kebetulan gen tersebut dominan maka bisa diturunkan pada anaknya.

Walau kecenderungan ini juga tidak pasti karena aktivasi gen DM bisa disebabkan oleh banyak hal hingga memunculkan penyakit DM, namun ada baiknya orang tua yang terkena DM lebih waspada dengan memperhatikan aktivitas dan pola makan anak. Selain itu  praktikkan gaya hidup sehat supaya menjadi kebiasaan anak hingga tumbuh dewasa. Menurutnya, hal ini juga adalah salah satu cara untuk mencegah prevalensi DM.

Antisipasi Biaya Perawatan Diabetes dengan Asuransi Kesehatan

Health Claim Senior Manager Sequis dr.Yosef Fransiscus mengatakan bahwa diabetes tergolong penyakit yang berpotensi memakan biaya besar untuk perawatan medis. Bahkan pada DM tipe 1, penderita harus terus menerus dikontrol dengan insulin seumur hidup.  Harapan sembuh saat masuk rumah sakit, sangat terkendala tingginya biaya pengobatan mengingat perawatan harus dilakukan secaya kontinyu. . 

“Biaya pengobatan masih menjadi momok bagi sebagian besar masyarakat. Karena itu, ada baiknya ketika tubuh masih sehat dan usia masih produktif, segeralah lengkapi diri dan keluarga dengan perlindungan asuransi kesehatan,” tambah Head of Corporate Branding, Marketing and Communication Sequis Felicia Gunawan 

Dari sisi keuangan, Felicia menganjurkan adanya asuransi kesehatan sedini mungkin yang dilengkapi dengan asuransi penyakit kritis. Pasalnya, semakin dibiarkan penyakit ini bisa berkembang menjadi komplikasi berbahaya yang konsekuensi biayanya juga akan lebih tinggi. 

Felicia mengatakan, diabetes dapat ditanggung oleh asuransi kesehatan termasuk untuk pasien berusia dini atau bayi. Dengan syarat, kondisi itu bukan bawaan lahir atau kondisi yang sudah ada sebelumnya dengan masa tunggu 12 bulan. Artinya pertangggungan akan dimulai setelah melewati masa tunggu 12 bulan. 

“Mengingat risiko sakit dapat datang kapan saja, maka sebaiknya selagi masih sehat mulailah menyiapkan perlindungan berupa asuransi kesehatan dan penyakit kritis bagi diri dan keluarga,” ujar Felicia. Ia meyakini, asuransi dapat membantu masyarakat mewujudkan hari esok yang lebih baik jika dimiliki sejak usia muda, masih produktif, dan masih sehat.
 
Relevan dengan penyakit diabetes, Felicia menyebut Sequis memiliki 4 produk asuransi kesehatan  yang ia sarankan untuk nasabahnya dan masyarakat Indonesia. Masing-masing adalah Sequis Q Health Easy, Sequis Q Infinite MedCare, Sequis Q Health Platinum Plus Rider serta Sequis Q Health Gold Plus.

“Empat produk asuransi kesehatan ini merupakan asuransi tambahan yang dapat melengkapi produk asuransi dasar,” ujarnya. Untuk mendapatkan informasi mengenai keempat produk tersebut, ia menyarankan pembaca untuk masuk ke situs Sequis atau  dapat mengunjungi Sequis Care. 

 
 
 
 
 

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
14 November 2018

Cara Hemat

11 Trik Menabung 2 IRT Pintar
Cara Hemat

11 Trik Menabung 2 IRT Pintar

Menabung bukan perkara mudah saat Anda sudah berkeluarga dan punya anak. Namun dengan strategi tepat dan tekad kuat, bukan tidak mungkin Anda bisa menyisihkan ratusan juta dalam tempo satu tahun!

Ini bukan omong besar. Olivia White, seorang ibu rumah tangga dengan dua anak sudah membuktikan bisa mengumpulkan hingga AUS $30.000 atau Rp317 jutaan dalam kurun 12 bulan melalui beberapa trik hemat.   Ia mengaku hanya mengganti kebiasaan gaya hidup dengan cara-cara simple yang lebih hemat. 

Berikut beberapa trik menabung dari Olivia  yang kami padukan dengan inspirasi dari Endang Indriani, seorang ibu rumah tangga yang begitu popular dengan blog memasaknya.  Coba terapkan, dan buktikan hasilnya 12 bulan ke depan. 

1. Amati pola cashflow 3 bulan terakhir.
Cobalah cermati secara detail pemasukan dan pengeluaran selama tiga bulan terakhir. Kemudian cari pengeluaran yang sebenarnya tidak penting dan bisa diminimalisir bahkan ditiadakan. Untuk Olivia, pengeluaran yang masuk kategori seperi ini adalah keanggotaan gym, belanja sedikit-sedikit di supermarket, hingga makan siang di luar.

2. Belanja untuk menu seminggu.
Karena makanan adalah beban kebutuhan yang paling besar, Olivia kemudian mencari strategi agar bisa lebih hemat. Karenanya, tips menghemat kedua dari Olivia adalah belanja dan menyiapkan menu makanan setiap minggu. Jadi, ia akan memikirkan menu untuk satu minggu ke depan lalu membeli bahan makanan sesuai dengan apa yang ada di daftar. Dengan begini, Anda tidak akan sembarang membeli makanan di luar budget atau terlalu sering beli di restoran. 

3. Membayar pengeluaran wajib secara mingguan 
Olivia memilih untuk membeli bensin hingga listrik setiap minggu. Itu dilakukan untuk mencegah total pengeluaran yang terlalu banyak dan mengejutkan di akhir bulan. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui jika pemakaian sudah berlebihan sehingga lebih berhemat di minggu selanjutnya.

4. Bikin rencana menabung jangka pendek
Lain lagi dengan Endang. Untuk menyiasati hambatan psikologis dalam menabung, ia membuat target-target jangka pendek. Karena pada umumnya, orang cenderung berhasil menabung jika memandangnya sebagai tujuan jangka pendek. 

Misalnya, mulai dengan target menabung Rp1 juta selama sebulan. Itu artinya, dalam seminggu hanya perlu menyisihkan Rp250 ribu. Dihitung-hitung secara harian, berarti sekitar Rp.35 ribu per hari. Jadi setiap kali hendak mengeluarkan dana yang tidak terlalu penting, ia selalu berfikir dulu, apakah hari itu sudah berhasil menabung Rp35 ribu. 

5. Layakkah membeli caramel macchiato seharga Rp48 ribu?
Masih untuk menyiasati hambatan psikologis agar disiplin dalam menabung, Endang selalu menanamkan pikiran pada diri sendiri jika ia mampu membeli segelas Caramel Macchiato Grande di Starbuck seharga Rp48 ribu, maka seharusnya ia juga mampu menabung sejumlah itu dalam kotak tabungan. Jika ternyata tidak mampu, harus disimpulkan caramel macchiato seharga Rp.48 ribu tersebut tidak layak dibeli.

Disclaimer ini juga berlaku untuk barang-barang tersier yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Seperti rokok, minuman kemasan, donat, coklat batangan, kopi di café dan lain-lain. 

6.Pikirkan lagi untuk ngopi di kafe.
Maka, ketimbang menyambangi kedai kopi di lantai bawah kantor, mengapa tidak sediakan kopi bubuk espresso dan creamer di meja kerja Anda? Begitu saran Endang.

Secangkir Frappucino Espresso sekarang rata-rate dibanderol dengan harga Rp40 ribu. Jika Anda membeli seminggu sekali saja, berarti dalam sebulan Anda membuang Rp160 ribu.  Coba berapa dalam setahun? Rp1.9 juta, Neng!  (artikel terkait : Latte Factor, secangkir kopi yang mengancam kemerdekaan finansial)

Bayangkan jika dana tersebut kita tabungkan di reksadana dengan return tahunan sebesar 9% nett. Maka dalam satu tahun dana Anda sudah berkembang menjadi Rp2,1 juta. Bagaimana pula kalau 5 tahun saja?

Ini trik menabung yang sangat strategic. Ingat prinsip bunga berbunga, hasil investasi dan pokok dana kita akan terus diakumulasikan dan diinvestasikan, yang akan membuat tabungan kita terus bertambah. 

7. Jangan sepelekan koin kembalian.
Selalu simpan setiap kembalian koin yang Anda terima saat berbelanja dan masukkan recehan tersebut kaleng atau tempat khusus.  Bisa Anda letakkan di atas kulkas, atau sudut rumah di mana pun yang  selalu Anda kunjungi setiap hari.

Logam Rp100 atau Rp200-an mungkin terkesan remeh, namun jika Anda telaten mengumpulkannya selama satu tahun, Anda akan kaget karena  bisa terkumpul dalam jumlah fantastis. Tukarkan koin-koin tersebut ke minimarket dekat rumah, di bank, dan masukkan ke rekening tabungan. 

8. Masak sendiri vs makan di Luar
Makan diluar sekali atau dua kali dalam sebulan terkadang perlu dilakukan, namun harus diingat jika setiap kali makan di luar sedikitnya kita mengeluarkan dana sebesar Rp75 ribu per orang. Sedangkan jika memasak sendiri, dengan biaya Rp150 ribu Anda sudah bisa menyajikan iga bakar penyet  yang lazid untuk 4 orang anggota keluarga.  

Artinya, dengan masak sendiri Anda sudah bisa menabung  sebesar Rp.150 ribu atau setengahnya dari anggaran yang sedianya untuk makan di luar. Dikalikan dalam 1 tahun, Anda bisa memiliki tabungan sebesar Rp.1.800 ribu. Sangat lumayan kan?

Tidak bisa memasak? Ada jutaan resep, video dan artikel mengenai cooking yang tersebar di net yang bisa diikuti oleh mereka yang baru saja menginjakkan kaki di dapur.

9. Declutter. 
Sama seperti Olitivia, trik menabung ini juga dilakukan Endang secara berkala. Seleksi barang-barang di rumah dan jika tidak terpakai mungkin sudah saatnya untuk dijual. Olivia biasanya menjual secara online atau membuka garage sale di rumah.  Hasil penjualannya bisa dimasukkan ke dalam tabungan. 

10. Merasa gaji di kantor kurang dan tidak naik-naik? 
Nah mungkin sudah saatnya Anda mencari penghasilan sambilan. Ada banyak ide usaha yang bisa dilakukan tapi berjualan sepertinya bisa dilakukan oleh semua orang. Usaha kecil seperti menjual kue/makanan buatan sendiri, reseller dropship fashion wanita, atau menjadi member MLM yang banyak tersebar di Indonesia bisa menjadi start awal. Jika suka menulis, Anda menuangkannya dalam bentuk buku dan menjualnya bisa menjadi lahan penghasilan baru.  

11. Bersyukur
Terakhir, tips dari Olivia, Jangan membandingkan keadaan financial Anda dengan keluarga lain, terutama di era media social ini. Kehidupan yang diposting orang lain dalam feed Anda membang bisa menjadi terror yang membuat Anda mudah terjebak dalam pikiran Anda butuh sesuatu karena orang lain memakainya.

Tapi apa benar Anda butuh mobil lebih mahal? Butuh liburan mewah? Butuh rumah yang lebih besar. “Tujuan kami sekarang adalah melunasi rumah yang kami tinggali sebelum membeli yang lain. Seperti yang selalu dibilang oleh ibu saya, berbahagialah dengan apa yang kamu punya, sambil meraih apa yang kau inginkan,” tutup Olivia bijak. 
 

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
02 November 2018

Kiat Keuangan

4 Kesalahan  Mengelola Keuangan Usaha yang Bisa Bikin Bangkrut
Kiat Keuangan

4 Kesalahan Mengelola Keuangan Usaha yang Bisa Bikin Bangkrut

Uang adalah roda utama penggerak bisnis agar tetap berjalan. Semua pebisnis pasti ingin usahanya berjalan lancar dan terus berkembang. Karena itu, segala upaya dilakukan agar bisnis terus berputar dan beradaptasi dengan tuntutan pasar.

Namun praktiknya tidak semudah yang dibayangkan. Banyak pebisnis yang gulung tikar di tengah jalan karena berbagai alasan. Namun yang paling sering ditemui adalah kesalahan dalam mengelola keuangan. Masalah keuangan yang awalnya  kecil terus menggerogoti dan semakin menumpuk hingga membawa kebangkrutan usaha. 

Membiarkan kesalahan dalam pengelolaan keuangan perusahaan, ibarat memelihara penyakit kanker yang terus  menggerogoti kesehatan bisnis. Begitu disadari,  masalah sudah membesar dan sukar ditanggulangi.  Karena itu,   para pebisnis hendaknya sudah berlaku professional dalam mengelola keuangan usaha sejak awal merintis bisnis.

Untuk mengetahui apakah pengelolaan keuangan usaha Anda sudah benar,  coba simak 4 jenis kesalahan yang sering dilakukan para pebisnis di bawah ini. 

Keuangan Usaha Campur Aduk dengan Keuangan Pribadi

Keuangan usaha yang campur aduk dengan usaha pribadi adalah sebuah kesalahan fatal. Termasuk dalam kasus Anda menggunakan saldo rekening usaha untuk kepentingan pribadi, atau menggunakan uang pribadi untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. 

Tapi ini sangat umum dilakukan oleh para pengusaha, terutama yang masih pemula. Awalnya dianggap sepele, namun tanpa disadari makin lama keperluan pribadi itu bisa menggerogoti keuangan usaha.

Bukan hanya membuat usaha Anda tidak berkembang, hal ini juga akan membuat arus kas usaha Anda simpang siur.  Anda tidak akan mengetahui angka real dari saldo keuntungan yang Anda dapat dari bisnis.  Bahkan jika Anda telah  menerapkan catatan keuangan yang rapi, karena hitungan real cash dan angka di atas kertas bisa berbeda. 

Selain kerugian dari sisi keuntungan yang tidak terdeteksi, Anda juga akan rugi karena tidak bisa melihat kesehatan keuangan perusahaan. Kesehatan disini bisa berupa sakit biasa, sakit sekarat bahkan sehat atau sangat bergairah.

Karena itu, mutlak diperlukan rekening khusus untuk transaksi usaha agar arus keuangan dapat dipantau dengan jelas. Biarkan antara keuangan pribadi dan perusahaan berjalan layaknya dua jalur jalan yang sejajar dan tidak pernah bertemu. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan banyak keuntungan karena bisa memantau perkembangan bisnis dan keuangan usaha. Sebaliknya, jika usaha bangkrut, keuangan pribadi juga tidak akan terganggu. 

Abai Rencana Keuangan Usaha

Abai terhadap rencana anggaran usaha, sama artinya dengan merencanakan kegagalan bisnis.  Rencana keuangan tersebut akan menjadi  tujuan yang jelas dalam perkembangan bisnis. Untuk itu, uang yang ada di dalam usaha Anda harus dipastikan dengan baik penggunaannya sesuai dengan rencana keuangan usaha yang sudah dibuat. 

Perencanaan keuangan usaha juga sangat penting untuk mengantisipasi lonjakan pengeluaran karena suatu keradaan. Misalnya membayar sewa tahunan atau membayar THR. Buatlah rencana anggaran tahunan agar ketika perlu mengeluarkan uang dalam jumlah besar sudah tersedia cukup dana.  

Ada baiknya untuk membuat dua bentuk anggaran, satu sebagai panduan tahunan dan satu lagi sebagai versi bulanan. Anggaran yang terstruktur akan membantu Anda mencatat segala pengeluaran yang dibutuhkan seperti material, tanah, dan peralatan, dalam kondisi normal bisnis Anda. Dengan membuat skala prioritas untuk pengeluaran dan juga penghematan, Anda dapat terhindar dari kehabisan uang sebelum bulan berakhir.

Untuk mengakali pengeluaran besar yang akan terjadi pada suatu bulan, umumnya disisihkan uang per bulannya untuk membiayai hal tersebut. Misalnya untuk membiayai biaya sewa tahunan Rp100 juta, maka perlu disisihkan sekitar Rp8 juta per bulan dan dimasukkan ke deposito.

Jika suatu saat uang tabungan ini  sudah terkumpul cukup besar dan Anda tergoda menggunakannya untuk ekspansi usaha, lakukan dengan hati-hati agar Anda memiliki uang yang cukup untuk membayar sewa pada waktunya.

Perencanaan keuangan yang tidak kalah penting adalah perencanaan arus kas.  Banyak  bisnis tutup karena mereka tidak dapat mengelola arus kas dengan baik. Penjualan terjadi namun uangnya tidak ada.  

Arus kas yang baik akan membuat bisnis Anda lebih berkembang.  Sebaliknya arus kas yang buruk akan menjadikan bisnis semakin lama makin lumpuh. Untuk itu pastikan arus kas  keuangan berjalan sesuai prosedur yang jelas dan ketat, agar tidak terjadi kesalahan dan pemborosan. 

Perencanaan keuangan usaha akan membantu Anda menghindari risiko kerugian. Dengan rancana keuangan, Anda juga terbantu untuk mengetahui step by step perkembangan dan posisi bisnis Anda. 

Pengeluaran Mendadak

Banyak pemilik bisnis melakukan pembelian yang tidak terencanakan dan tidak perlu untuk bisnis mereka. Perilaku seperti ini hanya akan membuat anggaran membengkak. Contohnya adalah renovasi kantor dadakan atau pembelian mobil jenis terbaru untuk transportasi. 

Setiap anggaran pada umumnya, memiliki cadangan dana untuk situasi seperti ini. Akan tetapi bergantung pada alokasi cadangan dana pada anggaraan Anda. 

Membeli sesuatu yang bukan bagian dari rencana tahunan adalah alasan utama mengapa dana bisnis habis sebelum akhir bulan. Untuk menghindari hal ini, cobalah berpegang pada rencana awal Anda untuk membeli keperluan sesuai alokasi budget pada awal bulan. 

Dengan metode ini, Anda akan memiliki dana cadangan untuk keadaan darurat dan tidak perlu mengganggu keuangan bisnis Anda.

 Terlibat Perang harga

Saat ini, kita berada pada lingkungan bisnis yang sangat kompetitif. Puluhan, bahkan ratusan bisnis baru mencoba untuk masuk ke pasar dengan menawarkan produk sejenis dengan harga yang lebih terjangkau. 

Strategi perang harga memang bisa menjadi jalan singkat untuk menjaring pelanggan pada awalnya. Akan tetapi, karena focus  pada strategi  harga rendah demi mendapatkan klien, banyak bisnis yang akhirnya masuk pada zona merah ini.  

Strategi ini akan membuat usaha Anda mengalami kerugian dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kegagalan bisnis. Bukan hanya itu,  justru karena harga rendah, banyak pelanggan yang akan meragukan kualitas produk yang Anda jual. Hati-hati ya!

Intan Rizky Adelia
Intan Rizky Adelia
12 November 2018