7 Cara Aman Bertransaksi dengan Kartu Kredit

Oleh Editor Senin, 11 September 2017

Cara Amankan Kartu Kredit dari Cybercrime

Melanjutkan artikel cara aman bertransaksi non tunai   yang akhir pekan lalu kita mulai untuk penggunaan kartu debit,   sekarang mari lanjutkan  pembahasan bagaimana mengamankan transaksi dengan kartu kredit.

Kartu kredit menyimpan banyak manfaat dalam transaksi keuangan serta data-data penting di dalamnya. Hal inilah yang sering mengundang niat jahil dari  pihak-pihak  yang kurang bertanggungjawab. Termasuk para pelaku cyber crime yang banyak beraksi di dunia maya.

Norton Cyber Security Insight Report pada 2015 melaporkan,  sebanyak 47% pengguna kartu kredit telah menjadi korban kejahatan cyber ketika menggunakan kartu gesek tersebut. Vice President Norton Consumer and Small Business, Asia Pacific and Japan, Gavin Lowth mengungkapkan berdasarkan survei yang dilakukannya di 17 negara seluruh dunia, rata-rata konsumen telah kehilangan hampir US$358 per orang karena kejahatan cyber yang dilakukan sekelompok orang. Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar US$150 miliar!

Oleh karena itu, kendati saat ini sudah banyak  fitur pengaman kartu kredit, transaksi memakai uang plastik tetap menuntut kejelian supaya terhindar dari kejahatan. Apakah itu dalam bentuk pemalsuan, penipuan, pencurian sampai penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.  

Cara Aman Berkartu-kredit #1 Keamanan Saat Menerima Kartu

Pastikan kartu kredit Anda diterima dalam amplop tertutup yang dikirim oleh bank atau penerbit kartu kredit. Segera setelah itu bubuhkan tanda tangan Anda. Keamanan kartu kredit Anda akan lebih terjamin jika di bagian depan kartu kredit  terdapat foto diri Anda karena akan lebih mudah terdeteksi jika dipergunakan oleh orang lain.

Jika sudah memperoleh PIN, segera ganti angka tersebut dengan kombinasi bilangan yang mudah diingat. Tapi ingat, sedapat mungkin hindari penggunaan tanggal lahir Anda, anak Anda atau pasangan sebagai nomor PIN karena mudah ditebak orang.  

Simpan kartu kredit Anda di tempat aman.  Menyimpan kartu kredit sembarangan bisa membuat kartu kredit hilang. Selain itu bisa digunakan oleh orang lain yang tidak berhak. Sebaiknya Anda menampatkan kartu kredit di dompet yang sering dibawa bepergian ke mana pun.  Jika sudah sampai di rumah kembali, letakkan di tempat aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Untuk keperluan administrasi, seringkali instansi tertentu mensyaratkan fotokopi KTP atau dokumen-dokumen lainnya. Demi keamanan, jangan sekalipun Anda memfotokopi kartu kredit. Orang masih bisa menyalahgunakan kartu kredit Anda meski hanya melalui fotokopi. Selain itu harap selalu Anda ingat, bahwa bank tidak pernah mensyaratkan fotokopi kartu kredit tiap kali transaksi.

Cara Aman Berkartu-kredit #2 Lindungi Informasi Pribadi Anda

Kartu kredit diterbitkan atas nama Anda  karena itu hanya Anda yang boleh mempergunakannya. Jangan biarkan orang lain, termasuk keluarga mau pun orang-orang terdekat sekalipun memakainya.

Jangan beritahukan PIN Anda ke orang lain. PIN bisa digunakan untuk pengambilan uang tunai di bank. Bahkan jika orang tersebut mengaku dari bank penerbit kartu kredit Anda, Anda patut curiga.  Ingat, bank tidak akan pernah meminta kartu kredit Anda untuk diubah nomor PIN-nya. Umumnya bank hanya meminta Anda mengaktivasi PIN melalui aplikasi mobile  dan Anda cukup mengikuti instruksi secara online dari aplikasi mobile bank tersebut.  

Selain itu, jangan beberkan informasi pribadi seputar kartu kredit Anda kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Misalnya nama gadis ibu kandung Anda, masa berlaku kartu kredit, limit kartu  apalagi tiga digit di  bagian belakang kartu yang sering disebut cardholder verivication (CVV). CVV merupakan tiga atau empat digit kode rahasia yang disematkan di balik kartu kredit Anda.  Cara aman melindungi kode keamanan kartu transaksi, baik kartu kredit mau pun kartu debit, bisa Anda ikut dalam artikel sebelumnya.

Cara Aman Berkartu-kredit #3 Pastikan Kasir Gesek Sekali

cara aman gesek kartu kredit

Saat bertransaksi di pusat perbelanjaan, pastikan staf merchant langsung membawa kartu kredit Anda ke kasir, bukan ke tempat lain. Sebelum menandatangani sales draft, pastikan bahwa jumlah transaksi yang tercetak di sales draft sesuai dengan jumlah transaksi sebenarnya. Ini untuk menghindari keharusan membayar tagihan yang tidak semestinya.

Pastikan juga petugas kasir menggesek satu kali untuk setiap transaksi. Bukan semata untuk menghindari dua kali penagihan dalam jumlah transaksi sama pada waktu dan tempat yang sama, hal ini juga  sangat berguna untuk mencegah terjadinya pencurian data Anda.

Setelah transaksi selesai, pastikan staf merchant mengembalikan kartu kredit Anda seusai transaksi. Simpan selalu draft transaksi yang Anda terima. Slip tersebut sangat berguna untuk memastikan kebenaran tagihan bank penerbit kartu kredit.

Saat tagihan bulanan datang pada akhir siklus, cocokkan isinya dengan slip transaksi yang masih Anda simpan. Termasuk jika ada tagihan atas penggunaan kartu suplemen. Bila terdapat perbedaan atau kesalahan nilai tagihan dan jenis barang yang dibeli, laporkan segera sesuai kurun waktu yang diberikan oleh bank penerbit kartu. Jangan tunda-tunda karena bank dan penerbit kartu tidak akan melayani pengaduan selewat 45 hari sejak tanggal tagihan.  

Kalau setelah 45 hari sejak tanggal tagihan ternyata tidak ada pengaduan, penerbit kartu kredit akan menganggap tagihan Anda telah sesuai, dan Anda wajib membayarnya.

Cara Aman Berkartu-kredit #4 Saat Transaksi Online

Saat bertransaksi online, pastikan situs atau orang yang bertransaksi dengan Anda memang terpercaya dan aman.  Keamanan situs ini bisa Anda cermati melalui icon gembok kecil yang biasanya terdapat  pada pojok kanan atas URL bar.

Cara aman yang lain untuk memastikan keamanan sebuah situs jual beli online juga bisa Anda lihat dari tambahan huruf “s” pada alamat URL. Sebuah situs yang aman akan diawali dengan https:// (Hypertext Transfer Protocol Secure), sementara laman yang belum terjamin keamanannya biasanya berawalan http://.

Selalu ingat untuk melakukan transaksi dengan perusahaan yang telah Anda kenali. Kalaupun akan melakukan pembelian dari situs yang masih asing, pastikan Anda melakukan penelitian kecil mengenai latar belakang toko online tersebut.

Yang perlu Anda ingat, jangan asal dalam membagi-bagikan nomor kartu gesek Anda tersebut ke orang lain. Kalaupun Anda memberikan nomor tersebut untuk bertransaksi online, sebaiknya catat di situs website apa saja data tersebut beredar. Misalnya reservasi hotel, e-commerce dan lain-lain.

Sebuah toko online terpercaya biasanya melampirkan alamat fisik atau minimal nomor telepon yang bisa dihubungi. Anda dapat menghubungi nomor yang tertera untuk memastikan keasliannya, lalu tanyakan kepada mereka tentang cara toko online melayani komplain maupun pengembalian barang.

Ketika akan melakukan transaksi pembelian, biasanya Anda harus mengisi beberapa data yang diperlukan seperti nama dan alamat. Seringkali, sebuah toko online juga akan berusaha mendapatkan informasi lebih yang akan digunakan sebagai strategi meningkatkan penjualan, seperti gaya hidup hingga pemasukan tahunan.

Jangan pernah menjawab pertanyaan yang dirasa mencurigakan. Kalaupun menemukan yang seperti itu, lebih baik tinggalkan dan carilah toko yang lain.

Banyak situs toko online mengharuskan setiap konsumen untuk log-in sebelum melakukan transaksi yang dilengkapi dengan username dan password. Buatlah password yang cukup sulit dan jangan tunjukkan pada orang lain untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.

Anda biasanya akan mendapatkan konfirmasi berisi informasi mengenai detail transaksi, mulai dari harga hingga syarat pengembalian. Simpanlah berkas ini dengan baik hingga barang sampai di tangan agar Anda dapat meminta pertanggung jawaban jika terjadi sesuatu dengan pesanan.

Jika memperoleh penawaran dari merchant lewat telepon, surat, maupun internet, pastikan Anda mengetahui sepenuhnya produk dan jasa yang ditawarkan, dan sepakat dengan penawaran tersebut, sebelum Anda memberikan 16 digit nomor kartu kredit.

Cara Aman Berkartu-kredit #5 Simpan Tanggal Jatuh Tempo

Para pengguna kartu kredit sering lengah di bagian ini. Mereka tidak menyimpan tanggal jatuh tempo tagihan kartu kredit. Apalagi jika Anda memiliki lebih dari satu kartu kredit.

Sebaiknya Anda mencatat dengan baik setiap tanggal jatuh tempo tagihan di buku catatan. Ini untuk menghindari klaim perbankan bahwa Anda telah melewati tanggal jatuh tempo. Juga untuk menghindari agar Anda tidak terkena dan bunga kartu kredit.

Lunasi tagihan kartu kredit sebelum tanggal jatuh tempo yang biasanya tertera di lembar tagihan, dengan pilihan jumlah pembayaran yang sesuai. Anda bisa mengikuti cara pintar menggunakan fasilitas kartu kredit dalam artikel yang sudah kami ulas terdahulu. 

Cara Aman Berkartu-kredit  #6 Back Up dengan Aplikasi Mobile

Salah satu kemudahan yang ditawarkan oleh kartu kredit adalah notifikasi melalui ponsel Anda. Fungsi  notifikasi ini adalah untuk memberitahukan  atas terjadinya suatu transaksi pada kartu. Bila Anda tidak merasa melakukan transaksi tersebut, Anda bisa segera menelpon contact center agar dibatalkan. Anda harus memastikan bahwa nomor ponsel penerima notifikasi tersebut hanya diketahui oleh bank penerbit kartu kredit Anda.

Pada dasarnya aplikasi mobile ini sangat penting untuk menjaga keamanan kartu kredit. Biasanya aplikasi mobile memiliki fitur yang mudah. Antara lain memblokir kartu jika hilang, mengganti PIN transaksi, dan lain-lain. Hanya saja Anda perlu memperhatikan handphone pintar Anda. Jangan sampai ponsel tersebut hilang atau disalahgunakan oleh orang lain.

Cara Aman Berkartu-kredit # 7 Jangan Panik saat Kartu Kredit Hilang

cara aman kartu kredit

Laporkan segera kepada bank  atau penerbit  begitu kartu kredit Anda tidak ditemukan atau  Anda rasa telah dicuri. Hal ini harus segera dilakukan untuk mencegah pencurian identitas atau keharusan membayar tagihan yang tidak semestinya.

Beberapa bank biasanya memberikan jaminan perlindungan untuk transaksi tidak sah, dan tidak mengharuskan Anda membayar tagihannya. Yang penting pelaporan kartu hilang  itu tepat waktu.

Sudah semestinya Anda peduli terhadap keamanan kartu kredit Anda.  Jangan sampai keteledoran kecil, menjadi pemicu problem keuangan bagi pemiliknya.