6 Cara Aman Bertransaksi dengan Kartu Debit

Oleh Editor Jum`at, 8 September 2017

Larangan Double Swipe dan Cara Aman Transaksi Non Tunai

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menegaskan kembali larangan dilakukannya penggesekan ganda (double swipe) dalam setiap transaksi non tunai. Pelarangan itu bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pencurian data dan informasi kartu. Terlepas dari tidak adanya itikad buruk merchant, menurut Agus penggesekan di mesin kasir bisa mengambil profil dari pemegang kartu tanpa izin.

Agus juga mengimbau agar masyarakat dapat berkontribusi menghindari praktik penggesekan ganda dengan senantiasa menjaga kehati-hatian dalam transaksi nontunai, dan tidak mengizinkan pedagang melakukan penggesekan ganda.

Terlepas dari fenomena double swipe, apa yang seharusnya dilakukan konsumen untuk menjaga keamanan kartu-kartunya. Bagaimana cara aman  bertransaksi secara non tunai, baik melalui kartu kredit mau pun  kartu debit? 

Maklum saja, bukan cuma risiko duplikasi data, para pemilik kartu kredit dan kartu debit juga langsung berhadapan dengan risiko terhadap penyalahgunaan kartu dan isi rekeningnya.

Perlu Kesadaran Mengenai Cara Aman Transaksi Non Tunai

Pengaturan mengenai penggesekan ganda kartu nontunai telah tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. Agus menuturkan, dalam setiap transaksi, kartu hanya boleh digesek sekali di mesin Electronic Data Capture (EDC), dan tidak dilakukan penggesekan lainnya, termasuk di mesin kasir.

Pada Pasal 34 huruf b, Bank Indonesia melarang penyelenggara jasa sistem pembayaran menyalahgunakan data dan informasi nasabah maupun data dan informasi transaksi pembayaran selain untuk tujuan transaksi pemrosesan pembayaran. Tercakup di dalamnya adalah larangan pengambilan data melalui mesin kasir di pedagang.

Kendati aturan itu sudah diundangkan sejak akhir tahun lalu, peringatan dari Gubernur BI tersebut seperti menyentak kesadaran  terhadap kebiasaan transaksi non tunai kita. Maklum saja, saat ini penggunaan kartu debit dan kartu kredit seperti sudah tidak terpisahkan dengan kehidupan sehari-hari. Begitu akrabnya kedua jenis kartu tersebut sebagai alternatif pengganti uang tunai, kita sering lengah terhadap keamanannya. Biasanya kita baru tersentak setelah ada kejadian buruk.  (Silakan baca artikel tentang teknologi transaksi bank yang aman dan efisien ini).

Cara Aman Transaksi dengan Kartu Debit dan Kartu Kredit

Masyarakat pun dapat menghindari praktik penggesekan ganda dengan senantiasa menjaga kehati-hatian dalam transaksi non tunai. Bagaimana cara  aman menjaga kartu kredit atau kartu debit/ATM Anda agar tidak  dibajak atau disalahgunakan orang lain?  

Danaxtra akan membahas masalah tersebut dalam dua artikel terpisah. Artikel pertama ini akan membahas kiat keamanan penggunaan kartu debit/ATM, dan selanjutnya akan disajikan pembahasan mengenai keamanan kartu kredit.  

Kartu Debit Praktis dan Cara Aman Transaksinya

cara aman transaksi debit

Kartu debit begitu akrab dengan keseharian kita. Dengan kartu debit, aktivitas belanja menjadi  lebih praktis karena Anda tidak perlu membawa banyak uang dalam dompet. Anda juga tidak perlu berlama-lama di depan kasir untuk memperdebatkan kembalian beberapa ratus rupiah yang tidak tersedia karena dengan   kartu debit Anda bisa melakukan pembayaran dalam jumlah yang tepat.

Meski banyak kelebihannya, Anda tetap harus mewaspadai keamanan kartu debit/kartu ATM. Perhatikan tips di bawah ini sebagai cara aman dalam menggunakan kartu Anda dan terbebas dari aksi pembajakan atau kejahatan lainnya.

Cara Aman Berkartu Debit #1 :  Pastikan Kartu Anda Menggunakan Teknologi Chip

Sebagai alat pembayaran, kartu debit digunakan pada mesin EDC kartu debit yang pada umumnya  menerapkan PIN (Personal Identification Number) sebagai otorisasi. Saat ini sebagian besar kartu debit sudah mengimplementasikan penggunaan PIN yang dikombinasikan dengan teknologi chip untuk menjamin keamanan kartu nasabah. (Ini cara bank dalam memberikan jaminan keamanan transaksi)

Namun tidak semua bank memiliki jaringan EDC kartu debit sehingga mereka mengandalkan jaringan EDC kartu kredit. Karena itu penggunaannya dilakukan  dengan menggesekkan kartu dan menggunakan tanda tangan sebagai otorisasi untuk mengesahkan transaksi seperti layaknya kartu kredit. 

Di antara kedua jenis otorisasi tersebut, teknologi PIN dipandang lebih aman daripada tanda tangan. Maklum saja, selama pemegang kartu tidak memberitahukan kepada orang lain, hanya dia sendirilah yang  tahu nomor PIN kartunya. 

Sementara  kartu yang hanya menggunakan pita magnetis dan mengandalkan tandatangan saja sebagai verifikasi dari transaksi dapat dipalsukan dipandang relatif kurang aman. maklum saja, secara visual tandatangan mudah dipalsukan. Jika otorisasi penerbit kartu debit Anda masih menggunakan tanda tangan, pastikan tanda tangan Anda sama seperti yang Anda bubuhkan pada  identitas resmi di KTP, SIM, paspor, dan lain-lain.

Cara Aman Berkartu Debit #2 : Rahasiakan PIN Kartu

Perlakukan PIN Kartu Debit/ATM Anda sebagai informasi rahasia. Demi keamanan lebih, Anda sebaiknya rutin mengubah nomor PIN kartu Anda, setidaknya dua kali dalam satu tahun. Dan yang lebih penting lagi, rahasiakan PIN Anda.

Jika Anda sulit mengingat dan harus mencatatnya, simpan catatan kode PIN Anda di tempat yang terpisah dari kartu debit/ATM Anda dan yang tidak mudah diakses orang lain.

Cara Aman Berkartu Debit #3 :  Simpan Bukti Transaksi

Pastikan tiga angka di belakang kartu Anda ditutup dengan kertas atau stiker sehingga tidak mudah diketahui orang lain. Tiga digit angka yang terdapat di belakang kartu kredit maupun debit itu dikenal dengan istilah CVV (Cardholder  Verification Value) atau CSC (Card Security Code). Tiga angka ini merupakan kode keamanan kartu (nomor otorisasi manual untuk kartu) supaya bisa melakukan transaksi.

Selain itu selalu simpan bukti transaksi belanja melalui mesin EDC setidaknya untuk tiga bulan terakhir. 

Cara Aman Berkartu Debit #4 : Gunakan Mesin ATM di Lokasi Aman

Jika Anda ingin menarik uang tunai atau melakukan transaksi lain di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), sebaiknya memilih mesin ATM yang berlokasi di tempat yang aman. Kalau bisa di dekat kantor cabang bank penerbit kartu tersebut atau yang ada petugas penjaganya. Dengan demikian Anda bisa segera menghubungi pihak bank atau keamanan apabila terjadi masalah.

Sebelum memasukkan kartu ATM, sebaiknya periksa lubang ATM terlebih dahulu. Caranya adalah dengan menggoyang bagian tersebut dan pastikan lubang kartu ATM menempel dengan kuat. Chip perekam yang dipasang pembajak, biasanya hanya direkatkan dengan lem atau selotip sehingga mudah lepas. Jika mesin ATM tersebut Anda anggap mencurigakan, segera laporkan ke petugas berwenang atau cari ATM lain yang lebih meyakinkan.

Selalu tutupi tombol-tombol saat Anda memasukkan kode PIN di ATM. Anda harus selalu mewaspadai adanya kamera tersembunyi yang dipasang pembajak untuk merekam PIN Anda. Karena itu pastikan Anda selalu menutupi tangan Anda saat memasukkan kode PIN.

Simpan bukti transaksi kartu debit/ATM. Jika Anda selalu menyimpan bukti transaksi kartu debit/ATM, maka Anda bisa mencocokkannya dengan data yang tertera pada buku tabungan. Jika ada yang tidak cocok, segera laporkan ke pihak bank untuk dilakukan penyelidikan.

Cara Aman Berkartu Debit #5 : Rajin Periksa Saldo

Sering-seringlah memeriksa saldo tabungan agar segera terlihat apabila ada transaksi yang tidak Anda lakukan. Pastikan Anda menyisihkan saldo secukupnya di kartu debit Anda. Dengan kata lain sebaiknya Anda memisahkan rekening untuk berbelanja dengan rekening untuk simpanan (tabungan).

Cara Aman Berkartu Debit #6 : Blokir Segera Jika Kartu Hilang

aman kan account block

Sama seperti untuk kartu kredit, jika Anda kehilangan kartu debit atau kartu ATM maka Anda harus segera menghubungi pihak bank penerbit tersebut untuk langsung memblokir kartu secara permanen. Kemudian Anda dapat mendatangi kantor cabang bank tersebut untuk meminta kartu debit/ATM pengganti.

Penyalahgunaan kartu debit dapat dilakukan antara lain jika kartu debit hilang atau dicuri. Karena itu Anda perlu mempertimbangkan untuk tidak selalu membawa kartu debit di dalam dompe

Tidak seperti pada kartu kredit, apabila kartu debit Anda berpindah tangan ke orang lain dan orang tersebut memalsukan tanda tangan Anda atau entah bagaimana bisa mengetahui PIN kartu tersebut, ia bisa dengan leluasa menghabiskan uang milik Anda sendiri dan bukan uang milik bank. Pasalnya, penggunaan kartu debit secara otomatis mendebit atau mengurangi saldo tabungan Anda.

Jadi jika kartu debit Anda digunakan orang lain, dijamin Anda tidak akan bisa mendapatkan uang Anda kembali. Karena kartu debit tidak memungkinkan transaksi dibatalkan seperti dalam penggunaan kartu kredit.  

Kini kalangan penerbit kartu debit memang telah bergerak ke arah peningkatan keamanan terutama dengan penggunaan teknologi microchip di dalam kartu. Namun sudah menjadi tanggung jawab Anda sendiri untuk cermat dan waspada dalam penggunaannya.